PASANGAN ANEH
Punya
pacar itu asyik tahu, tapi nggak untuk Selvi. Gadis manis kelas dua SMA yang
sedang menjalin hubungan special dengan sang kekasih hati ini selalu saja dibikin
sakit kepala oleh pacarnya sendiri. Pasalnya cowoknya selalu bisa bikin Selvi
naik darah.
Faisal,
itulah nama pacarnya. Selvi berharap Faisal akan memberikan kejutan yang luar
biasa, amazing dan romantis di hari
ulang tahunnya ini.
Melihat Faisal
yang dari tadi biasa-biasa saja membuat Selvi berfikir Faisal melupakan hari
ulang tahunnya. Sejak jam 12 malam tadi, Selvi nungguin telepon dari Faisal tapi
sama sekali nggak ada. Hingga siang ini tidak ada ucapan selamat yang romantis
yang mampu bikin hati menangis bahagia. Selvi pun bergegas kekelas Faisal, tapi
pemandangan yang ia lihat benar-benar bikin Selvi memanas. Faisal lagi asyik
main bersama dengan teman-temannya dikelas.
Pacar mana
yang nggak emosi ketika tahu pacar sendiri lupa dan malah asyik main dengan
teman-temannya dihari spesialnya. Senyum sumringah tadi berubah jadi amarah
yang bener-bener memuncak. Bertambahnya usia malah bikin Selvi meradang,
padahal Selvi udah janji akan mengurangi sifat marahnya. Tapi kali ini rasa
marahnya mengalahkan segalanya. Amarahnya benar-benar sedang diuji dengan
ketidakwarasan otak Faisal. Sama sekali nggak seperti yang Selvi harapkan.
Sangat mengecewakan.
“Nggak
guna banget sih, masak lo ngasih gue kacang rebus, nggak ada yang laen apa?“, bentak
Selvi kesal ketika jam istirahat Faisal tiba-tiba datang kekelasnya membawakan
sesuatu.
“Terserah
gue dong mau kasih hadiah apa. Kalo lo nggak mau sini buat gue aja, lumayan kan
buat cemilan gue dikelas sebelum pelajaran“, balas Faisal geram nyaris marah,
“dikasih hadiah bukannya makasih”, lanjutnya.
“Iya-iya,
makasih banget “, jawab Selvi terpaksa lalu berlalu pergi.
***
Sesampai
kamar kosannya yang baunya udah nggak jelas bau apaan. Selvi nelpon sahabatnya
buat ngadu nasibnya hari ini, siapa tahu Mira mengerti penderitaannya. Apalagi
ini hari ulang tahunnya, hari yang semestinya istimewa, tapi malah menjadi hari
buruk untuknya .
“Gila!
Cowok macam apa dia coba Mir??!!!! Ceweknya ulang tahun cuma dihadiahin sekantong
plastik item kacang rebus!!! Apa kata dunia, Mir???!!“, teriak Selvi nyaring
banget dihape bututnya, sehingga bisa dipastikan orang yang sedang mendengarkan
Selvi bisa langsung budek permanen.
Mira menjauhkan
telpon genggamnya, “Hahahaha….bagus dong, Sel, itukan emang makanan favorit lo
selain bakso kan?“, jawab Mira ngasal banget dan puas bikin Selvi makin naik
darah.
Wah gila
sahabatnya malah ngetawain penderitaannya ketimbang mikirin apakah pantes
Faisal ngasih hadiah ulang tahun sekantong kacang rebus dihari ulang tahunnya. Dari
penghinaan Mira barusan, Selvi mengambil kesimpulan kalau Mira sama sekali
nggak prihatin akan deritanya. OH MY GOSH. Hampir saja Selvi ikutan nggak waras
kayak Faisal saking setres karena marah.
“Bagus
kata lo??!! Walaupun itu termasuk makanan favorit gue, tapi nggak ada
sejarahnya dalam dunia berpacaran cuma ngasih kacang rebus doang, Mir. Gue juga
bisa beli sendiri kalau cuma kacang rebus doang mah. Gue nggak minta hadiah
mahal, tapi nggak hadiah beginian juga! “, cerocos Selvi marah. Lagi-lagi Mira
menjauhkan hapenya. Kali ini rasanya dia bisa budek beneran.
“Ini
sejarah baru Sel yang Faisal kasih buat kelangsungan dunia berpacaran kalian.
Siapa tau dapet rekor Muri, terus kalian terkenal. Nah… pas udah terkenal tuh
kalian bisa beli makanan mahal kan selain kacang rebus pastinya, hehehehee… ”,
jawab Mira ngeledek sengaja buat Selvi makin marah.
“Sejarah
jidat lo!”
Kali ini
Selvi nggak hanya empet sama Faisal, tapi sama Mira juga. Minta ditelen
hidup-hidup kayaknya. Niat untuk mengadukan kesintingan Faisal, eh malah sahabatnya
sendiri sepertinya mengalami gejala nggak waras. Selvi menyesal curhat dengan
Mira karena nggak memberikan solusi apapun.
Mira
akhirnya menyadari kalau perkataannya tadi sedikit keterlaluan. Mira
menghentikan tawanya, “Siapa tau dia lagi nggak punya duit kali, Sel?“, ungkap
Mira mengalah dari pada jika diteruskan pertempuran ini akan berakhir pada
putusnya tali persahabatan keduanya. Mira belum siap kehilangan sahabat yang
aneh kayak Selvi.
Selvi duduk
dibangku meja belajarnya yang reyot. “Nggak mungkin dia nggak punya duit, Mir,
baru kemaren dia beli sepatu bola, masa nggak punya duit buat beliin gue hadiah
ulang tahun yang murah aja“, protes Selvi nggak terima. Kacang rebus bukanlah
hadiah yang pantas dihadiahin untuk orang lain, pikir Selvi.
“Nah, dia
jadi nggak punya duit setelah beli sepatu bola kali“, ujar Mira masih tetap
membela Faisal bikin Selvi berfikir kalo Mira bukan temannya lagi. Teman
sendiri membela orang yang jelas-jelas salah, benar-benar minta dimusuhin nih
keduanya.
“Nggak
mungkinlah” kata Selvi.
“Iya juga
sih?“, ucap Mira pasrah nggak tahu harus ngomong apa lagi. Kuping Mira mulai
sakit mendengarkan teriak-teriakan Selvi.
“Apalagi
kan dia tajir, Mir. Kalau pun dia malu minta duit sama bonyoknya buat beliin
gue hadiah, bisakan dia nabung beberapa bulan sebelum hari ulang tahun gue“,
jelas Selvi panjang. Nafasnya menggebu-gebu karena marah.
Orang yang
diseberang hanya manggut-manggut, “Iya juga sih, Sel. Tapi, Sel, lo harusnya
kudu bersyukur, karena cowok lo masih inget sama hari ulang tahun lo, terus
ngasih lo hadiah walaupun hanya kacang rebus doang“, jelas Mira tetap membela
Faisal karena Mira berfikir Faisal masih punya niatan yang baik dihari ulang
tahun Selvi.
“Iya-iya
bersyukur banget gue hari ini“, jawab Selvi kesal dan udah malas mendengarkan
semua omongan Mira yang sama sekali tidak membuat kekesalannya berkurang. Yang
ada Selvi makin panas dengerin Mira nggak berpihak kepadanya. Selvi lalu
seenaknya mematikan obrolan.
Punya
sahabat nggak empati banget sama kondisi sahabatnya. Punya cowok yang nggak
tampan, tapi begini kelakuannya. Dihari ulang tahun Selvi sekalipun nggak ada
kejutan yang menyenangkan, malahan dihadiahin beginian, Selvi benar-benar
kecewa.
Di hari
kelahirannya ini, Selvi berharap banget kalo cowoknya akan ngasih surprise yang membuat Selvi jadi makin
cinta sama dia. Kalo tahu begini, sekalian aja Selvi pacaran sama abang penjual
kacang rebus. Pasti tiap hari makan kacang rebus gratis tanpa harus memikirkan
bayaran. Kalau udah tiap hari makan kacang rebus, nggak mungkin pula saat hari
ulang tahunnya dikasih kacang rebus lagi. Apalagi abang penjual kacang rebus
langgangan Selvi dideket pasar impress yang keseringan Selvi utangin itu bilang
kalau Selvi nggak bakalan kekurangan makanan kalo hidup sama dia, karena
persediaan kacang yang belum direbus di kampung nya masih banyak, jadi kalo
Selvi laper, langsung deh makan kacang rebus. Iya nggak bakalan kekurangan
makanan, tapi yang ada Selvi bisa kekurangan gizi. “Ogah gue.. Amiitt…amiiitt!!!“ ujar Selvi
sambil menghentikan khayalannya yang bagaikan mimpi buruk itu.
***
Sepuluh
menit lagi jam istirahat, tapi sebagian penghuni sekolah udah ada di kantin.
Kebanyakan yang udah ada disini adalah anak kelas sepuluh yang habis olahraga. Selvi
pun udah duduk dengan manis di kantin dari tadi. Entah sejak kapan Selvi
menghilang dari kelas, sampai-sampai Mira sohibnya yang duduk sebangku sama dia
pun nggak menyadari kalo Selvi sudah menghilang. Mira sempat berfikir bodoh kalo
Selvi punya keahlian menghilang seperti Ninja Hatori.
Nggak ada
satu pun anak yang berani kabur atau hanya sekedar permisi ke toilet sebentar
saat pelajaran Pak Togar. Tapi Mira kagum dengan Selvi yang berani menentang
ketidaksukaannya kepada Pak Togar yang sama sekali nggak ganteng ini (apa
hubungannya coba??!!). Selvi berhasil mengelabui pak Togar dan seketika
menghilang ke kantin tanpa jejak sedikit pun.
Murid
kelas Selvi udah pada mati gaya dimeja masing-masing. Terlebih lagi mereka pun
ikut disalahkan gara-gara Selvi yang tiba-tiba ngilang entah kemana. Nggak ada
yang bisa menjawab pertanyaan pak Togar, “Dimana Selvi sekarang?? Masa kalian
nggak tahu Selvi kemana?? .
Pak Togar
pun harus menyediakan obat penenang dalam dosis tinggi setiap kali menghadapi
Selvi. Meski sudah disiagain dua pleton Brimob di sekolah, tetap saja Selvi
bisa kabur bagaikan Gayus tambunan.
Kesangaran
pak Togar yang bukan main ini ternyata masih bisa dikalahkan oleh Selvi. Pak
Togar nggak akan tinggal diam menghadapi Selvi. Dia akan memberi pelajaran
kepada murid yang coba-coba menyepelekan pelajarannya. Belum pernah ada murid
yang berani bersikap seperti ini padanya, kecuali Selvi. Kali ini dia
benar-benar marah.
***
Selidik
punya selidik, Selvi udah ada dikantin lantaran Selvi nggak bisa nahan hasrat
ingin makan nya yang baru bisa tersalurkan sekarang. Pagi tadi sebelum
berangkat sekolah, Selvi nggak sempat nodong tukang bubur ayam yang sering
mangkal di pinggir rel kereta didekat kosannya. Perasaan Selvi mengatakan kalau
abang bubur ayam takut diutangin lagi karena utang Selvi udah numpuk nggak
dibayar-bayar. Hari ini terpaksa Selvi nggak sarapan pagi, padahal kata nenek
moyang Selvi, jangan sampai melewatkan sarapan pagi, sama seperti pepatah bilang: “Jangan pergi berduaan” heheheeee kagak
nyambung….
Bakso yang
lezat ini disantap oleh Selvi beringas. Ini sudah mangkok ke empat yang berhasil
ia habiskan. Masih banyak bakso yang belum dia habiskan, tapi tiba-tiba Selvi
berhenti sejenak menikmati bakso maknyus nya, bukan karena udah kenyang, tapi
Selvi memikirkan apa hukuman kali ini yang akan Pak Togar hadiahkan kepadanya.
Rasanya seperti mendapatkan boneka baru dari mama, Hehehee….Selvi senyum iblis.
***
Setelah
diceramahin panjang lebar, Selvi sekarang sedang menjalankan hukuman dari
gurunya yang tidak ber-prikemanusiaan. Harusnya Pak Togar tahu yang namanya
toilet itu bau banget dan bermacam bau ada disini, masa Selvi harus membersihkan
toilet sekolah ini sendirian. Mana sanggup dia. Tapi pak Togar mengatakan kalau
mang Ujang yang udah tua itu aja mampu membersihkan seluruh sekolah, masa dia
yang masih muda nggak bisa. Disindir seperti itu bikin Selvi geram dan nggak
terima. Akhirnya dengan pede, Selvi pun mengatakan mampu kepada pak Togar.
Jawaban yang sangat disayangkan oleh dirinya sendiri. Apalagi toilet cowok
disini baunya amit-amit. Dijamin penciumannya bisa langsung mati rasa setelah
keluar dari sini.
Aroma
bunga bangkai dari toilet benar-benar bisa membuat lapisan ozon kita makin
menipis. Dan bau ini berhasil memenuhi rongga kepala Selvi hingga membuat ia
limbung hampir jatuh. Untung sekali kekasih hatinya datang bagaikan Panji
Milenium. Faisal cepat menangkap Selvi sebelum ia benar-benar tersungkur
dilantai toilet.
“Kamu
nggak apa-apa, sayang?!”, tiba-tiba suasana menjadi romantis. Toilet yang bau
pun berubah menjadi taman yang indah penuh dengan bunga warna-warni.
Selvi
sedang liat-liatan alias bertatapan dengan Shahrukan, lalu perlahan terdengar
lagu India. Selvi langsung menari-nari dengan anehnya. Shahrukan meraih
tangannya, lalu Brukkkk…
“Adawww…!!!”,
teriak Selvi kesakitan.
Posisi
Selvi jatuh tengkurap dilantai toilet yang masih basah dan kotor.
“Lo
sebegitu ngefansnya ya sama caiya-caiya nya Briptu Norman, sampe-sampe lo kira
gue poon beringin apa buat lo nari-nari… Mana pake acara napsu gitu lagi lo
ngeliatin gue“, Faisal protes, seperti nya Faisal baru menyadari kalau
sepertiga otak ceweknya ini gila.
Selvi
masih dilantai dengan posisi sangat nggak bagus. “Siapa yang napsu liat lo.
Nenek gue juga nggak bakalan napsu ngeliat lo“, jawab Selvi kesal lantaran
lamunannya bersama Shahrukan terganggu oleh mahkluk satu ini. Kemaren udah
bikin dia marah banget, berani-berani nya sekarang nih cowok ngebanting dia kelantai.
“Ya iya
lah nenek lo nggak bakalan napsu ngeliat gue, kan lo bilang nenek lo katarak“,
jawab Faisal kesal, “Udah jangan bawel, ngapain lo ditoilet cowok? ngintipin
cowok-cowok lo ya??“, tambah Faisal melotot.
“Jidat lo!
Gue disuruh bersihin semua toilet disekolah ini“, Jawab Selvi nggak kalah sewot
mendengar penghinaan pacarnya yang kejam.
Faisal
mengambil sapu lidi untuk membantu Selvi membersihkan toilet. Bau toilet ini
sama sekali belum hilang, jadi ngapain aja dari tadi Selvi disini pikirnya, Tiduran??
Tebak Faisal.
“Mau
ngapain lo kesini. Mau ngetawain gue. Kalo dateng kesini cuma buat ngeberatin
hukuman gue, mending minggat lo dari sini“, kata Selvi kasar. Nih mahluk satu
pasti mau bikin makin berantakan deh. Penderitaan Selvi sepertinya belum
berakhir ditangan pak Togar, tapi juga ditangan kekasih tercintanya.
Faisal melotot
nggak percaya dengan ucapan sedeng Selvi. “Gue mau bantuin lo dodol, gue
kasihan liat lo nerima hukuman dari Pak Togar. Lo juga sih pake acara kabur
saat pelajaran dia. Lo kira lo bisa lolos dari pak Togar apa? Jangan-jangan lo
kabur pelajaran dia karena lo nggak ngerjain pe-er ya?”, tuduh Faisal.
“Enak aja
lo nuduh gue nggak buat pe-er. Gue bukannya sengaja nggak buat pe-er, tapi gue
lupa“, jawab Selvi geram.
“Alaaah
alesan aja lo“, Faisal nggak percaya.
Selvi
bete.
“Sini gue
bantuin“, ucap Faisal membantu. Faisal menyiramkan air lalu menyapunya.
Selvi
melirik sinis kemata Faisal. “Bantuin gue?“, Tanya Selvi nggak percaya. “Tumben
lo punya rasa kasihan sama gue, biasanya juga lo demen kalo gue dapet hukuman.
Udah pergi sana!“, usir Selvi nggak berperasaan.
Faisal
membanting sapu lidinya kelantai dengan kesal. Mendengar kata-kata Selvi
membuat otak Faisal nggak bisa menerima. “Gue kasihan sama lo, gue ikhlas mau
bantuin lo, tapi kayaknya lo sama sekali nggak ngehargain gue“, bentak Faisal
marah lalu belalu.
Selvi
sempat melihat raut wajah cowoknya yang tidak ganteng itu sepertinya
benar-benar marah.
Dikoridor
menuju ruang Osis, Faisal gondok setengah mati dengan sikap Selvi. Dia kesal
banget. Padahal dia udah bela-belain kabur sebentar dari rapat Osis hanya untuk
memastikan kalau Selvi masih bernapas setelah mencium aroma mematikan dari
toilet yang semerbak itu. Tapi niatnya sama sekali nggak dihargai oleh Selvi.
Bikin Faisal marah.
Selvi
duduk dilantai toilet yang belum benar-benar kering. Ia sama sekali nggak
peduli jika rok nya kotor. Memikirkan apa mungkin tadi sikapnya keterlaluan
sama Faisal. Tapi nggak juga kayaknya, pikir Selvi ngeles. Paling naas juga
hubungan mereka berakhir kalau Faisal udah nggak demen lagi sama dia. Putus
bukan berarti mati teman.!!
Putus dari
Faisal-masih menunggu dengan manis abang penjual kacang rebus, pikir Selvi
ngasal sedikit jijay kalau membayangkan abang penjual kacang rebus itu.
***
Atas pertimbangan yang cukup matang dan atas
petuah dari Mira juga, serta tersadarnya Selvi dari dosa-dosanya yang udah
banyak, akhirnya Selvi memutuskan kerumah Faisal untuk minta makan, (minta maaf
maksudnya).
Setengah
jam kemudian Selvi sampai didepan rumah Faisal. Rumah itu masih megah dan masih
mirip dengan rumah. Iyalah rumah-lo kira sekolahan.
Ting….tong…ting….tong….ting….tong…
Selvi
memencet bel berulang kali memainkannya seenaknya karena dikosan Selvi mainan
seperti ini nggak ada. Norak.
Dira, adik
Faisal yang masih duduk disekolah dasar berbaik hati membukakan pintu dan
menyuruh nya masuk. Selvi sudah duduk di ruang tamu dengan manis. Selvi
celingukan. Semua barang-barang dirumah ini terlihat mahal. Kalau dijual
lumayan nih. Otak maling Selvi mulai beraksi.
“Hai
sayang”, sapa Faisal langsung membuyarkan itung-itungan berapa banyak
keuntungan yang didapat Selvi kalo menjual barang-barang mahal ini. “Tumben
kesini, ada apa?”, tanya Faisal heran, soalnya kejadian disekolahan tadi masih
bikin Faisal gondok sama nih perempuan. Apalagi tampang Selvi sama sekali tak
menunjukkan rasa bersalah, makin bikin Faisal bête. Mudah-mudahan Selvi kemari
bukan buat ngajak berantem.
“Sebenernya
gua ogah kesini”, jawab Selvi seenak udelnya.
“Terus? “jawab
Faisal sambil melotot. Jawaban Selvi benar-benar menyulutkan pertengkaran. Tapi
Faisal masih berusaha sabar menghadapi pacarnya ini.
“Gue
kesini mau minta makan. Lo tahu kan kalau gue kesini butuh perjuangan dengan
nge-bayar angkot. Ongkos angkot tadi harusnya jatah makan gue, tapi karena gue
kesini, gue nggak jadi makan. Dan sekarang lo mesti kasih gue makan untuk
gantiin jatah makan gue tadi. Apalagi gue ini anak kosan. Lo ngerti kan kalo
anak kosan itu susah“, jelas Selvi bikin Faisal nganga kaget nggak percaya
kalau Selvi akan mengatakan hal yang sangat memalukan untuk dikatakan.
Faisal cengok
kayak orang bodoh. “Minta makan. Buat malu amat lo, lo kira rumah gue warteg
apa?!“, Faisal ingin sekali nge-jitak kepala kekasihnya tercintanya ini, tapi
diurungkan niat nya itu saat melihat muka Selvi yang sepertinya berharap
makan. “Ya udah yuk kita kewarung nasi
goreng diujung gang sana“, jawab Faisal dari pada Selvi minta makan sama orang
tuanya nanti.
“Oke”,
jawab Selvi cengengesan.
***
Sepuluh
menit kemudian keduanya sudah duduk di warung nasi goreng bang Jarot. Nama yang
cukup keren untuk nama warung nasi goreng. Ini nasi goreng langganan Faisal.
Rasanya enak banget, apalagi kalau makannya bareng kekasih tercinta. Selagi
nungguin nasi gorengnya jadi, Selvi main game di hape bututnya.
Berapa
kali Faisal melirik ceweknya ini, tapi Selvi terlanjur fokus pada mainannya.
Faisal dicuekin…bete.. Faisal geram.
Nggak harus
menunggu lama, dua piring nasi goreng special plus es jeruk sudah siap
dinikmati. Selvi pun melahap makanannya dengan buas. Faisal geleng-geleng
kepala. Sama sekali bukan wanita feminin, tapi nggak membuat cinta Faisal untuk
Selvi habis, seperti nasi goreng Selvi yang hampir habis. Cinta Faisal kepada
Selvi pun bukan cinta kacang rebus yang sewaktu-waktu tinggal kulitnya doang.
“Nih…”,
Selvi menyerahkan kantong plastik item kepada faisal.
“Buat
gue?”
Selvi
mengangguk dengan mulut penuh tanpa mengalihkan pandangannya dari nasi
gorengnya. Faisal meletakan plastik itu dikursi tanpa membukannya.
“Kok nggak
dibuka?“, tanya Selvi heran.
Faisal menyedot
es jeruknya, “Gue udah tahu isi nya apa“, jawab Faisal santai.
Selvi
mengangguk sambil terus makan.
Faisal udah tahu itu pasti isi nya kacang rebus. Lalu Faisal
merogoh saku celananya. “Say, ini buat elo”
Faisal
memberikan sebuah kotak kecil dengan pita putih kepada Selvi yang asyik
menjilati piringnya. Maksudnya menjilati jarinya. Meratapi nasi gorengnya yang
sudah tak bersisa. Niat hati pengen nambah lagi. Tapi malu. Punya rasa malu
juga Selvi ternyata.
“Apa
ini?”, tanya Selvi menahan niatnya mesan nasi goreng lagi.
“Buka
aja“, jawab Faisal sok Cool.
Faisal
ingin melihat ekspresi ceweknya saat melihat hadiah yang ia kasih. Dia pasti
kaget.
Selvi
membuka kotak itu dan didalamnya terdapat sebuah cincin dengan mata cincin
kacang. Selvi sempat kaget melihat mata cincin ini, karena dikirain ini kacang
beneran, pengen di embat juga sama Selvi. Selvi tersenyum. Bagus sekali cincin
ini.
“Lucu…“,
ucap Selvi datar lalu menaruh kembali cincin itu kedalam kotaknya lalu
menyeruput es jeruknya.
Faisal shock melihat pacarnya ini cuma
berkomentar lucu kepada pemberiannya yang sudah dipesan lumayan lama ini. Itu
sama sekali nggak lucu, melainkan indah dan mahal pastinya, ucap Faisal
menggerutu dalam hati.
Perjuangan
Faisal untuk memesan cincin kacang ini pun nggak tanggung-tanggung,
sampai-sampai Faisal dikira penjual kacang sama pembuat cincin ini lantaran
memesan mata cincin berupa kacang. Dapat dipastikan pun Faisal dikira orang
sarap kali gara-gara memesan cincin dengan mata cincin kacang.
“Kok gitu
doang?“, tanya Faisal shock nggak
terima.
“Terus
gimana dong. Gue kira itu kacang beneran, pengen gue makan tadi nya”, jawab
Selvi buat Faisal senewen. Nggak ada ucapan terima kasih yang diharapkan Faisal
sebelumnya. Benar-benar diluar dugaan faisal. Sadis banget.
Faisal menarik
nafas biar nggak marah karena sepertinya dia mulai kesal, “Mana tangan lo?“,
Faisal dengan kejam menarik tangan Selvi.
Faisal
memakaikan cincin itu kejari manis Selvi. Cantik juga. Nggak nyangka akan
secantik ini dijari tangan Selvi.
Selvi
melihat cincin ditangannya itu, di bolak-balik dan di puter-puter jarinya.
“Thanks yaaaa... “, ucap Selvi malu-malu.
“Sun nya
mana?“, pinta Faisal manja sambil mendekatkan pipinya minta di cium.
“Tunggu
dulu. Ehh, Ngomong-ngomong dalam rangka apa nih elo ngasih gue cincin. Lo nggak
niat ngawinin gue sekarang kan??!”
“Geer amat
lo. Gue juga mikir kali mau ngawinin elo”, jawab Faisal.
Selvi
cemberut, “Trus? “tanya Selvi nggak percaya kalau jawaban Faisal akan menohok
seperti itu. Kejam.
“Ini dalam
rangka ulang tahun lo kemaren. Gue mau ngasih ini pas hari ulang tahun elo, eh
ternyata belum jadi cincinnya. Makanya baru sekarang gue kasih, karena baru
jadi.” Jelas Faisal lega saat melihat wajah pacarnya ini tersenyum senang.
“Ohh….”jawab
Selvi lega sambil memandangi jarinya yang lucu dengan cincin cantik itu.
“Tapi jangan seenaknya elo ya. Jangan sampe
nih cincin elo jual buat bayar utang-utang lo ditukang bubur ayam deket kosan
lo. Harus lo jaga baik-baik. Seenggaknya dengan ada nya cincin ini, lo udah
jadi milik gue“, jelas Faisal mengingatkan hal ini kepada Selvi yang sepertinya
nggak mungkin otak Selvi bisa mengingatnya dengan baik. Karena Selvi termasuk
manusia langka berotak kecil.
“Enak aja
lo. Kata siapa gue milik lo, gue masih milik keluarga gue“, sungut Selvi nggak
terima.
“Iya gue
tau lo milik keluarga lo. Maksud gue, jangan sekali-kali lo ngelirik cowok lain
apalagi sampe selingkuh sama cowok lain. Dan satu lagi, gue nggak demen sama
tukang kacang rebus langganan lo yang kecentilan sama lo dideket pasar itu.
Ngerti lo!“, ucap Faisal mengancam Selvi. Walaupun gini-gini Faisal sayang
banget sama Selvi.
“Tapi gue
demen sama dia…“, jawab Selvi iseng membuat Faisal melotot ingin benar-benar
menjitak nya.
Selvi
bergegas lari keluar warung sebelum ia benar-benar kena jitak. Faisal hendak
mengejar, namun ia berhenti dan merogoh saku nya meletakkan uang lima puluh
ribuan diatas meja. Lalu secepat kilat mengejar Selvi. Persis seperti Shahrukan
mengejar Kajol. Hehehehe. Selvi tersenyum bahagia.
Salam Kenal
Nama saya
Meisya,
No. Hape :
0819 9568 0064
Follow,
@meisyarhani
Mohon
masukkannya ya, terima kasih banyak,
No comments:
Post a Comment