2013/04/17

Assalamualaikum

KALI INI AKU MAU NGEBAHAS NEGARA KOREA SELATAN. YUUUK BAHAS YUKK...

1.Bahasa gaul remaja korea lebih cenderung berbentuk singkatan seperti Amigo, salah satu judul lagu SHINee. Amigo adalah singkatan dari: Areumdaun Minyeorueljoahamyeon Gosaenghanda (Hati Jadi Sakit Ketika Kamu Jatuh Cinta Dengan Si Cantik).

2.Orang Korea suka makan mie di panci karna kalau dipindah ke tempat lain berasa kurang panas dan itu sudah jadi kebiasaan.

3. Marga Kim adalah marga yang paling banyak dipakai di Korea contoh kim soo Hyun, Kim Tae yeon dll

4.Pohon pinus adalah pohon cinta bagi orang Korea karena mengandung filosofi cinta yang kokoh, lurus dan tak pernah berakhir.

5.Salah satu penyebab bunuh diri di korea salah satunya faktor ekonomi, Banyak pelajar korea yang stress dan akhirnya bunuh diri karena jam belajar di korea terlalu panjang.   

6.Warga Korea Selatan dinobatkan sebagai warga paling stress di dunia karena kerasnya kehidupan di sana sehingga banyak yang mati bunuh diri.
 
7.Siswa di korea tidak ada yang merokok karna apabila ketahuan akan langsung dikeluarkan.


2013/02/02

CINTA LUNA


Tampang Luna masih shock. Ia masih bengong didepan komputer nya, padahal kerjaan Luna sudah beres semua. Luna shock bukan lantaran melihat dedemit yang tiba-tiba muncul di layar komputer,  tapi karena mendengar sebuah pernyataan dari mulut Bayu tadi. Bayu, cowok manis tapi nekat ini, dengan lugas dan lugu nya mengatakan perasaannya kepada luna.
Mengingat umur Bayu yang masih sangat muda. Luna tidak menduga kalau Bayu sampai nekat menyatakan perasaannya, padahal Bayu sendiri tahu Luna sudah punya pacar. Secara tidak langsung Bayu berniat mengusik hubungan cintanya. Kasarnya mengganggu hubungannya dengan sang pacar.
Luna adalah seorang gadis berumur 24 tahun yang bekerja disebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertelevisian. Tepatnya pada salah satu stasiun tv lokal disuatu daerah. Luna bekerja sebagai Editor video untuk news atau berita, sedangkan Bayu serta 5 temannya adalah murid SMA yang sedang ditugaskan oleh sekolah mereka untuk magang disini.
Memang bukan hal baru bagi kantor Luna menerima anak magang, karena setiap tahunnya pasti mereka menerima anak magang yang diwajibkan pihak sekolah untuk magang, selama tiga bulan. Yang pasti mereka adalah para siswa yang mengambil jurusan broadcast.
Dengan adanya proses magang ini, para siswa bisa langsung melihat dan memahami bagaimana cara kerja orang-orang yang berkecimpung didunia pertelevisian. Juga memilah apa yang menarik untuk ditayangkan dan ditonton masyarakat, dan juga bagaimana bekerja secara tim yang membutuhkan kekompakan. Serta mengerti bahwa bekerja di televisi sangatlah kompleks hingga dapat menyajikan suatu program yang menarik serta memberikan pesan yang baik untuk masyarakat.
Setidaknya bagi para pemagang perlu waktu beberapa tahun jenjang pendidikan agar bisa mendalami alat-alat dunia broadcast, tapi mereka beruntung bisa mengenal alat-alat ini tanpa menunggu waktu yang lama dan panjang. Makanya keenam pelajar ini harus bisa menghargai setiap kesempatan yang diberikan kepada mereka, dan dapat memanfaatkan waktu dengan sebaiknya. Dengan adanya teman-teman magang ini pula,  pekerjaan para karyawan disini bisa sedikit terbantu. Bisa pulang cepat.....Hehehe....
***
Luna terlonjak kaget ketika mendengar bunyi sms di hp nya. Sudah Luna duga, pasti sms dari Bayu lagi. Bayu selalu mengiriminya sms. Selalu. Bahkan perhatian Bayu melebihi perhatian yang mas Andre berikan kepada Luna. Mas Andre adalah pacar Luna, dia seorang juru kamera studio dikantor tempat Luna bekerja. Mas Andre tahu betul kalau Bayu menyukai Luna. Bayu pun tahu kalau mas Andre adalah pacarnya Luna. Inilah alasan kenapa Luna sangat shock saat mendengar Bayu menyatakan perasaannya. Padahal tampang Bayu yang tampan sekelas Raffi Ahmad ini pasti tidak akan menemukan kesulitan untuk mendapatkan pacar. Kenapa harus Luna?
Luna tak ingin membalas sms Bayu, ia takut Bayu salah paham serta menilai Luna memberikan harapan padanya. Tapi Luna memikir ulang keputusannya untuk tidak membalas sms Bayu.
Tapi kayaknya agak keterlaluan juga sampai nggak membalas sms Bayu. Kasihan Bayu. “pikir Luna. Balas sekali saja menurut Luna sudah cukup kok.
“Iya makasih ya, mbak udh mkan kok. Qmu ndri udh mkan lum?”
Hanya itu sms yang Luna balas, maksud hati ia cukup membalas satu kali saja karena takut membuat Bayu jadi beranggapan Luna memberinya harapan lebih. Sedangkan Luna hanya menganggapnya sebagai adik.
Sekarang sudah jam 3 pagi, dan Bayu masih mengiriminya sms. Luna mulai terganggu. Akhirnya Luna mendiamkan semua sms yang masuk. Ada sekitar 47 sms dari Bayu yang masuk ke hapenya sekarang. Entah apa isi sms-sms itu. Luna tidak peduli.


***
Parkiran sudah penuh. Luna baru saja datang dan langsung memarkirkan sepeda motornya diparkiran kantor. Luna menuju lantai 4 yaitu ruang editing tempatnya bekerja setiap hari. Baru saja Luna membuka pintu, dan mendapatkan sudah ada Bayu disana. Tepat dimeja kerjanya.
Anak magang memang selalu datang duluan dari karyawan disini, mereka termasuk siswa-siswi yang disiplin. Termasuk Bayu dan teman-temannya.
Luna menuju mejanya. “Pagi Bayu, kamu lagi ngapain? ”sapa Luna ramah sembari menaruh tasnya diatas meja.
Bayu mengalihkan pandangannya dari monitor kearah Luna, Pagi mbak, aku lagi cari berita yang mau diedit nih, tapi dari tadi nggak ketemu-ketemu juga. “jawab Bayu kelihatan sedang kesusahan, karena memang kalau nyari disini nggak bakalan ketemu, soalnya semua berita yang mau diedit itu mesti kita ambil dari komputer Database News .
Wajar sih Bayu kebingungan, Luna belum memberitahu nya. Sejak mereka magang disini, yang bertugas diruang editing bukan lah Bayu, melainkan Haris, temannya. Rupanya hari ini sampai dua minggu kedepan jadwal penugasan kerja mereka digilir, dan Bayu yang bertugas disini.
Mengingat Bayu masih baru disini, Luna pun harus turun tangan langsung mengajarinya. Bayu masih kurang bisa mengedit, tapi ini masih dimaklumi kok. Karenakan mereka yang magang disini baru saja mengenal alat-alat kerja di kantor ini, yang mungkin berbeda dengan alat praktik yang ada disekolah mereka.
Luna sudah sibuk membuka-buka folder dan membuat salinannya. Sedangkan Bayu dari tadi sibuk melirik wajah Luna. Bayu sama sekali tidak memperhatikan apa yang sedang Luna lakukan. Sementara Luna serius dengan apa yang sedang dikerjakannya.
Terlalu penasaran akan perasaan Luna, Bayu merasa tak boleh menyia-nyiakan kesempatan saat ini untuk mengungkapkan kembali perasaannya yang masih belum dijawab oleh Luna tempo hari. Ditolak atau malah diterima? Apakah Luna juga menyukainya atau tidak?
 Kesempatan tidak datang dua kali, Bayu harus menanyakan perasaannya lagi biar jelas dan ploong. “Mbak Luna, apa yang harus aku lakuin sama rasa suka aku ke mbak? “, tanya Bayu dengan tiba-tiba.
Luna kaget mendengarnya, dan pendengaran Luna masih bagus, tidak mungkin Luna tidak mendengar pertanyaan Bayu tadi, apalagi jarak keduanya sangat dekat. Sekarang ini Luna sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan Bayu. Luna sibuk mengerjakan tugasnya.
Sulit untuk fokus setelah mendengar kata-kata Bayu barusan, tapi Luna pura-pura fokus pada pekerjaannya, karena ia sendiri bingung harus jawab apa. 
Merasa diabaikan oleh Luna, Bayu pun bertanya lagi. “Mbak Luna, kalau aku suka sama mbak emang nya aku salah ya mbak? “, tanya Bayu masih penasaran.
Luna berhenti menggeser-geser mouse computer nya lalu melihat Bayu. Ingin sekali rasanya berteriak marah pada Bayu. Bayu benar-benar tidak paham dengan keadaan Luna yang sedang ribet dengan deadline, dan harus selesai karena akan tayang sebentar lagi, Bayu malah memberikan beban berat kepada otak dan perasaan Luna yang sepertinya sudah sangat berat dengan semua pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu singkat ini.
Untung disekeliling Luna lagi pada konsentrasi dengan pekerjaan masing-masing,  sehingga mereka merasa tidak ada yang aneh dimeja Luna, padahal sekarang Luna sedang diganggu oleh remaja tanggung bernama Bayu.
Luna kembali mengerak-gerakkan mousenya dan memencet-mencet keyboard lalu memberi title pada visual yang sedang ia kerjakan, dan bergegas memotong-motong gambar yang tidak sesuai. Seharus nya Bayu paham kalau Luna lagi ribet banget sekarang ini, dan cobalah berhenti mengusik pekerjaanya. Jangan sampai gara-gara Bayu kerjaannya nggak kelar-kelar. Luna harus berlomba dengan waktu untuk menyelesaikan tugas Bayu yang belum selesai. Apalagi setengah jam lagi mereka harus on-air berita siang. Kalau sampai telat, Luna bisa di damprat sama Produser-nya.
Kesal omongannya nggak ditanggapi Luna sama sekali, Bayu pun akhirnya diam.
***
Akhirnya berita yang Luna edit kelar juga sepuluh menit sebelum on-air.  Untung masih keburu pikir Luna lega. Luna buru-buru men-share beritanya ke Master Control Room (MCR) untuk ditayangkan.
Bayu membawakan minuman dingin untuk Luna, “Mbak Luna, maaf ya aku udah mengganggu pekerjaan mbak tadi. “ujar Bayu dengan muka polosnya merasa bersalah.
Luna merasa tidak enak juga udah nyuekin anak orang. “Nggak papa kok, mbak cuma ngejar waktu aja tadi, karena udah mepet. Ya udah mbak tinggal dulu ya.
“Mbak Luna mau kemana, aku boleh ikut? “pinta Bayu.
Luna berhenti “Maaf Bayu, masa kamu mau ikut mbak ketoilet?, jawab Luna halus sambil melempar senyum.
Bayu pun cengengesan malu.
***
Hari sudah malam, tapi Luna belum bisa tidur juga. Luna masih menyimpan tanya untuk mas Andre, orang terkasihnya. Tadi mereka janjian bertemu di Café tempat biasa mereka sering bertemu atau istilahnya menghabiskan waktu bersama, tapi mas Andre tak kunjung datang dan sampai detik ini mas Andre sama sekali belum mengabarinya.
Beberapa kali Luna mencoba menghubungi orang terkasihnya ini pun sama sekali tak mendapatkan balasan. Luna menepis pemikiran bodoh, seperti mas Andre pikun, dan mas Andre mungkin amnesia mendadak sehingga lupa segalanya, termasuk janjinya kepada Luna.
Imajinasi Luna yang bukan-bukan tadi tidak begitu mengganggu pikirannya, tapi yang bikin Luna setres sampai tidak bisa tidur sekarang ini, dikarenakan tadi Melisa, teman Luna dikantor memergoki mas Andre sedang bersama dengan seorang cewek yang memang mantannya dulu. Gadis itu pun udah sering kali mengganggu hubungan mereka, walaupun gangguan itu tak berakibat buruk hingga menyebabkan mereka bubar. Sejauh ini hubungan Luna dan mas Andre masih berjalan baik.
Bohong banget kalau Luna tidak terganggu dengan semua kabar yang beredar mengenai rumor kedekatan keduanya. Tapi apapun yang terjadi, Luna masih percaya pada mas Andre ketimbang kabar yang belum jelas itu. Ia memilih mas Andre karena mas Andre merupakan orang yang dapat ia percaya.
Luna melihat jam disamping tempat tidurnya. Sudah jam 1 pagi, mas Andre belum juga ngabari dia. Kamu kemana mas,? Susah hati Luna karena sampai selarut ini belum juga ada kabar. Ada apa ya? Berkali-kali usaha Luna menghubungi mas Andre gagal terus.
Akhirnya setelah bersusah hati dan tidak tahu juga harus ngapain, Luna memantapkan hatinya berdoa kalau mas Andre pasti akan baik-baik saja, mengingat saat ini mas Andre bukanlah anak kecil lagi. Berharap besok akan jelas sebenarnya mas Andre ngilang kemana.

***
Siang ini cuaca sangat panas, walaupun ruangan Luna sudah Full AC, tapi tetap saja ia kegerahan. Gelas diatas mejanya pun sudah kosong lagi karena kebanyakan minum. Untung ia nggak kebanyakan bolak-balik toilet gara-gara selalu ingin pipis.
Ruangan Luna juga tidak banyak orang, karena sebagian besar kaum pria disini lagi pada sholat Jum’at. Disini hanya ada Luna dan beberapa editor perempuan yang lagi asyik ber-internet ria. Anak magang pun belum terlihat ada yang datang.
Baru saja Luna menshare materi Live berita ke MCR, sekarang ia sudah sibuk lagi dengan pekerjaannya, yaitu materi untuk berita edisi akhir pekan. Walaupun tidak dikejar tayang buat Live, tapi Luna tetap tidak bisa bersantai-santai. Luna harus mengedit, dan waktunya hanya diberikan sampai jam empat sore nanti, kalau lewat dari jam yang ditentukan, akan dapat teguran bahkan sampai hukuman. Jangan anggap sepele.
Luna pun harus mengerjakan berita untuk dua hari sekaligus yaitu Sabtu dan Minggu. Walaupun ini cuma kantor kecil, aturan tetap nomor satu disini. Tapi beruntungnya Luna karena semua materi recording pun sudah siap sedia.
***
Segment satu program berita lagi proses rendering. Haus sudah mendera kerongkongan, gadis ini pun beranjak mencari minuman dingin kekantin. Panas-panas begini emang paling segar minum yang dingin-dingin. Saat Luna masuk kantin cukup lengang, ia langsung menuju tempat jual minuman dingin.
Setelah membayar, Luna bergegas kembali keruangannya, pekerjaannya belum selesai. Masih numpuk.
Menunggu lift yang seperti biasa lama banget. Luna asyik menyedot minuman jeruk dinginnya. Segar banget mengingat cuaca panas menusuk kerongkorangannya.
Ting….perlahan lift yang ditunggu terbuka, Luna masuk kedalam setelah menekan nomor 4 pada lift.
Ting….lift terbuka di lantai 2, berdirilah dua orang disana. Lalu keduanya masuk. Luna mundur untuk memberi ruang pada keduanya. Ting…lift pun terbuka lagi di lantai 3, sepertinya sholat jum’at sudah selesai, karena lift berhenti di lantai 3,  yaitu mushola gedung.
Tiba-tiba pada lantai 3 ini, masuklah satu pria yang sangat Luna kenal, lelaki yang membuat hatinya bimbang dan sangat khawatir, yaitu mas Andre. Lelaki tampan itu mengenakan peci dan sarung, membuat siapapun yang melihat nya akan mengatakan hal yang sama, yaitu ganteng banget.
Mas Andre  tidak melihat ada Luna disini karena Luna dibelakang,  dan terhalang oleh beberapa pria yang posturnya lebih tinggi dari dirinya.  Sementara mas Andre berdiri didepan pintu lift.
Ting…lift berhenti di lantai 4 tempat Luna bekerja. “Permisi…”,ucap Luna berusaha keluar dari ramainya orang disini. Luna kesulitan untuk keluar dari dalam sini.
Mas Andre kaget mendengar suara yang sangat ia kenal itu, ia langsung melihat kearah suara yang begitu familiar dan melihat Luna yang sedang kesusahan keluar dari orang-orang yang berada didalam sini. Seketika itu tangan mas Andre menarik tangan Luna dan keduanya pun keluar dari lift. Luna kaget menyadari tangannya ditarik oleh mas Andre dan membantunya keluar dari lift.
Mas Andre masih menggandeng tangan Luna dan tatapan mas Andre begitu lekat menatap mata gadis tercintanya ini. Luna pun membalas menatap mas Andre karena jujur saja ia kangen dengan kekasihnya ini. Lama keduanya saling pandang, sampai pada akhirnya mereka sadar kalau ada orang yang memperhatikan. Indri menghampiri.
Luna cemas melihat wanita ini. Ia takut kalau mas Andre tergoda dan benar-benar jatuh cinta padanya. Walaupun keduanya adalah mantan kekasih, bisa sajakan keduanya saling mencintai lagi.
“Hai Lun… hai n’dre…  dari tadi aku nyariin kamu, kebetulan deh ketemu disini, ada yang mau aku omongin“, jelas Indri.
Hati Luna cemburu, mas Andre melihat Luna. Luna berharap kalau mas Andre mengatakan tidak kepada Indri.Tapi sayangnya mas Andre malah pergi dengan Indri. Luna bête dan  kesal, “Kenapa harus ngobrol berdua begitu sih?” celetuknya.
Luna membanting tubuh ke kursi kerjanya. Cuaca panas ini membuat hatinya benar-benar panas. Minuman dingin ini sama sekali tidak membantu. Kabar yang dia pikir hanya kabar tidak penting itu pun sepertinya sudah membuat perasaannya membenarkan apa yang terjadi.
Pekerjaan Luna jadi nggak kelar-kelar, dari tadi dia sama sekali nggak bisa konsentrasi. Sampai-sampai ia harus minta bantuan Doni, editor lain untuk membantu mengerjakan tugasnya. Baiknya Doni, ia bersedia membantunya.
“Kamu kenapa Lun, ada masalah ya? Kok nggak fokus gitu?“, tanya Doni.
Luna hanya menggeleng. Entah kenapa dia malas menjawab pertanyaan apapun. Luna bête, jelas ini mengganggu aktivitas yang seharusnya berjalan lancar.Tapi kali ini mas Andre berhasil membuatnya gila.
Bayu baru saja masuk, “Eh mas Doni… lagi ngerjain apa mas?“, tanya Bayu sambil menaruh tasnya dibawah meja.
Doni masih mengetik-ngetik keyboard-nya. “Ini bantuin mbak Luna yang lagi sakit. Kamu baru datang?“, kata Doni.
Bayu menoleh kearah Luna. “Mbak Luna sakit?”,ia tidak mau kalau Luna sakit, apalagi sampai sakit gara-gara tertekan soal perasaannya. Bayu merasa bersalah.
Bayu mendekati Luna, “Mbak Luna kenapa? Sakit apa?“, tanya Bayu pelan dan perhatian.
Luna tak bergeming. Ia hanya menenggelamkan kepalanya diantara tangan nya diatas meja. Ia lagi tidak ingin diganggu siapapun.
Bayu pun diam. Ia mengira Luna tidur karena sakitnya.
***
Akhirnya pekerjaan Luna yang dikerjakan Doni pun selesai.
Doni menyimpan semua data yang sudah ia kerjakan disatu folder, “Lun, udah selesai nih, pulang gih“, ucap Doni membangunkan Luna yang tertidur pulas.
Masih ngantuk ditambah kepalanya berat gara-gara masalahnya, Luna tersenyum. “Makasih ya mas..jadi ngerepotin..“, ucap Luna nggak enak hati.
“Enggak papa kok, kamu baik-baik aja kan? Mau dianterin pulang nggak?“,tawar Doni.
Luna tahu niat Doni baik, tapi Luna lagi pengen sendiri, dan masa dia ngerepotin Doni lagi.
Luna memijat-mijat kepalanya, “Aku baik-baik aja kok mas, nanti aku pulang sendiri aja”, jawab Luna.
“Owh, oke deh, kalau begitu aku pulang dulu ya”, Doni pamit.
Luna mengangguk.

***
Diruangan ini hanya tinggal Luna seorang, karena tadi ia ketiduran pasti Luna tidak menyadari kalau teman-temannya sudah pada pulang. Luna mengambil tasnya dan berdiri. Tapi seketika kepalanya pusing dan semuanya jadi gelap.
Bangun-bangun Luna sudah berada dirumah. Entah apa yang terjadi sehingga ia sudah dengan nyaman tidur ditempat tidurnya yang empuk.
“Kamu udah bangun sayang, nih makan dulu“, ucap seseorang yang Luna kangenin.
Ya, dia mas Andre.
Kenapa dia bisa ada disini. Seingat Luna ia masih dikantor tadi.
Mas Andre meniupkan bubur ditangannya, “Kamu tadi pingsan dikantor, sekarang pasti laper kan, makan dulu nih?“,mas Andre menyuapinya bubur hangat. Luna melahapnya hati-hati.
Mas Andre menatap Luna, “Maaf ya beberapa hari ini mas mungkin bikin kamu khawatir“, ucap mas Andre memulai pembicaraan yang memang ingin didengar oleh Luna. Luna penasaran kenapa mas Andre menghilang.
Luna menyandarkan punggungnya dibantu oleh mas Andre.
“Mas Andre pasti punya alasan kan?“,tanya Luna berusaha tenang, dia nggak mau terbawa emosi yang bisa menggerogoti hatinya. Apalagi kepalanya masih pusing.
Mas Andre mengangguk.
Tiba-tiba ibu masuk dan mengatakan kalau ada teman Luna datang. Mungkin teman kantor datang untuk menjenguknya. Dengan dipapah oleh mas Andre, Luna keluar kamar menuju ruang tamu.
Saat melihat siapa yang datang, Luna kaget setengah mati. Sepertinya dia bisa pingsan lagi melihat Indri datang kerumahnya. Untuk apa? Kalau untuk mengganggu hidupnya, sepertinya Luna tidak siap. Tapi beberapa hari ini dia sudah terlanjur mengganggu ketentraman hidupnya. Kalau sekarang berani datang kesini pasti nyali nya besar sekali.
Indri melihat Luna sedang dipapah oleh mas Andre. Mungkin dengan ini bisa membuat Indri berhenti mengganggu mas Andre, “pikir Luna.
Indri tersenyum. “Hai Lun, gimana kondisi kamu, udah sehat?“,tanya Indri bersahabat.
Luna balas tersenyum. “Baik kok, makasih udah datang ya...“,ucap Luna juga bersahabat, ia tidak mungkin memulai pertengkaran dengan menjawab kasar, apalagi sampai mengusirnya. Mungkin niat Indri kali ini baik, untuk melihatnya.
“Silahkan duduk Ndri“, ucap Luna.
Indri duduk sambil memberikan bingkisan yang berisi buah.
“Makasih ya, repot-repot kamu“, ucap Luna.
Indri tersenyum.
Mas Andre kedapur untuk membuatkan minum. Keluarga Luna sudah seperti keluarga mas Andre, orang tua Luna pun sudah menganggapnya anak. Dan sudah menyetujui hubungan mereka.
Indri merasa perlu memberi tahu Luna mengenai hilangnya Andre, “Lun, maaf ya beberapa hari ini aku minjem Andre tanpa ngasih tahu kamu dulu“, kata Indri membuka pembicaraan.
Luna menyimak. “Minjem mas Andre? Emang nya barang”, canda Luna.
Indri tersenyum.
Luna mendengarkan dulu penjelasan Indri kenapa mereka bisa menghilang. “Maksudnya minjem mas Andre apa yah, aku nggak ngerti?”
Mas Andre datang membawakan minuman dan beberapa kue kering. “Silahkan diminum Ndri“, ucap Luna.
Indri meminum minuman segar itu lalu melanjutkan pembicaraannya. “Kemaren aku sama Andre ada urusan. ”
Luna  mengerutkan keningnya. Ia nggak ngerti apa maksud perkataan Indri barusan. Urusan? Urusan penting apa yang terjalin diantara keduanya? Apa hubungannya dengan mas Andre?
“Assalamualaikum….”, ucap seseorang dari luar rumah.
“Walaikumsalam…”, jawab Luna, Indri dan mas Andre berbarengan.
Mas Andre keluar untuk melihat siapa yang datang. Luna kenal dengan suara tadi, seperti suara Bayu. Tapi apa mungkin Bayu main kesini.
Tiba-tiba orang yang Luna maksud itu beneran datang kesini. Betapa shock nya Luna melihat kedatangan orang yang mengganggu hidupnya ini.
“Aku nggak ganggu kan, mbak, mas?”, tanya Bayu cengengesan.
Indri dan mas Andre menggeleng, “Kamu nggak ganggu kok“, jawab mas Andre melirik Luna.
Luna panas dingin, sepertinya dia beneran sakit nih. Ada apa kedua orang ini muncul dirumahnya. Begitu banyak kejutan yang akhir-akhir ini datang dalam kehidupan Luna, membuat dia bisa cepat mati karena jantungan.
“Gimana keadaan mbak Luna, udah baikan?”, tanya Bayu manis.
Luna mengangguk “Alhamdulillah udah mendingan kok.
Bayu duduk disamping mas Andre. Sementara mata tajam Bayu tak lepas memandangi Luna. Entah ada apa dimata Luna hingga membuat Bayu begitu nyaman melihatnya.
Mas Andre menyadari bahwa Bayu melihat Luna, dan perasaan mas Andre cemburu. Walaupun ia sangat yakin kalau Luna tidak akan tiba-tiba berpaling darinya, tapi mas Andre tidak ingin Bayu menyukai Luna. Terlihat sekali bahwa Bayu ingin sekali memiliki Luna. Andre masih sayang sekali dengan Luna.
“Gimana magang dikantor Bay, betah. “Tanya mas Andre membuat Bayu berpaling dari Luna.
Bayu sontak berpaling ke arah mas Andre. “Betah banget mas, apalagi ada mbak Luna. “jawab Bayu cengengesan dengan muka polosnya.
Mendengar jawaban Bayu, semua orang yang mendengar kaget. Apalagi Luna, ia shock, ada mas Andre pun Bayu mengakui kalau dia tertarik dengan Luna. Luna berharap mas Andre tidak naik pitam.
“Kamu cinta banget ya kayaknya sama mbak Luna? “tiba-tiba pertanyaan mengejutkan ini keluar dari mulut mas Andre.
Luna dan Indri menatap lekat  mas Andre. Sementara Bayu mengangguk dan tersenyum. “Aku cinta banget mas sama mbak Luna sejak awal aku ketemu mbak Luna. “jawab Bayu polos dengan jujur.
Luna diam, bingung harus mengatakan apa. Saat ini yang jadi masalah adalah Bayu, dia seolah tidak memikirkan perasaan Luna atau pun mas Andre.
“Boleh kita bicara berdua, “ucap mas Andre kepada Bayu.
Bayu mengangguk. Mas Andre merangkul pundak Bayu dan keduanya menuju luar. Luna panik. Dia takut mas Andre akan bersikap kasar pada bocah itu. Luna bangun dari duduknya, takut terjadi apa-apa pada keduanya. Tapi Indri mencegah Luna.
“Biarin Andre ngobrol sama Bayu Lun. “ucap Indri.
“Tapi Ndri..,
Indri meyakinkan Luna bahwa semuanya akan baik-baik saja. Luna kembali duduk dengan perasaan was-was. Walaupun tak terlibat perkelahian, tetap saja Luna ingin tahu apa yang keduanya bicarakan.
“Lun, tenang aja, semua nya pasti baik-baik aja kok. “kata Indri meyakinkan Luna.
Luna tersenyum. Walaupun sebenarnya Luna meragukan apa yang Indri katakan karena dia sendiri mengusik hubungannya dengan mas Andre.
“Mereka kok ngobrolnya lama banget ya Ndri, apa sih yang diomongin. “ucap Luna masih khawatir karena udah hampir satu jam keduanya belum juga selesai ngomong.
Indri duduk disebelah Luna lalu menggenggam tangannya. “Kamu percayakan sama Andre, pasti semuanya baik-baik aja. “ucap Indri lembut.
Luna mengangguk.
“Walaupun Bayu itu tipe anak yang keras kepala, tapi aku yakin dia bisa nerima keputusan apapun, “kata Indri yakin.
Luna melihat Indri. “Apa kamu yakin Bayu bisa bersikap dewasa dalam hal ini? “Tanya Luna kepada Indri. Karena mengingat usia Bayu yang masih tergolong muda, Luna tak yakin kalau dia akan mengerti apa yang mas Andre bicarakan.
“Aku yakin. “jawab Indri tegas.
Luna memicingkan matanya melihat mata Indri. Dan Indri paham akan maksud mata Luna itu.
“Kenapa aku bisa yakin?.
Luna mengangguk.
“Karena Bayu itu adek aku Lun, aku tahu banget dia anaknya kayak apa? “jawab Indri bikin Luna menganga kaget.
Bayu adeknya Indri, mereka sodaraan. Jadi selama ini kedua orang ini berniat mengusik hubungan nya dengan mas Andre? Bergabung untuk merusak hubungan orang lain, “pikiran Luna jadi error seketika.
Luna masih belum paham apa maksud dari semua ini, apakah hanya kebetulan semata, atau emang sudah direncanakan oleh Indri dan Bayu.
“Aku udah bicara soal Bayu sama Andre, aku kemaren minta tolong Andre buat ngejelasin ke Bayu kalau kalian itu nggak akan bisa diganggu apalagi sebentar lagi kalian akan tunangan, awalnya Bayu nggak bisa terima, tapi pada akhirnya Bayu harus bisa rela.
“Maksud kamu? “Tanya Luna makin nggak ngerti.
Indri membenarkan duduknya, “Gini lho Lun, beberapa hari yang lalu aku sama Andre ngilang itu sebenernya mempersiapkan acara tunangan kalian, Andre minta tolong sama aku karena aku sama Andrekan sempat dekat. Dia bingung harus minta bantuan siapa, karena aku nggak keberatan dan pacar ku juga ngebolehin, yaa akhirnya aku bantu dia.
“Hah? “ucap Luna melongo kaget.
Rasanya dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan Indri barusan. Orang yang dianggap mengganggu hubungan mereka malah membantu mas Andre. Sepertinya ada yang keliru. “pikir Luna masih tidak mengerti dengan semua ini.
“Iya sayang, maaf ya kalau aku nggak ngasih tahu kamu dulu. “ucap mas Andre nyamber.
Luna masih tidak percaya, tapi jujur saja dia sungguh bahagia saat mendengar sendiri dari mulut mas Andre.
Mas Andre menggandeng tangan Luna. “Semuanya udah siap kok, jadinya kamu nggak capek, mas nggak mau lihat kamu sakit.  “ucap mas Andre mengecup kening Luna.
Luna senang sekali. “makasih ya Ndri. “ucap Luna sumringah.
Indri menunjukan jempolnya.
Tapi Luna terlupa satu hal. Bagaimana dengan Bayu.
“Bayu mana mas? “Tanya Luna. Luna melihat sekeliling rumah dan halaman tidak ada Bayu disan.
“Bayu tadi langsung pulang. “ucap mas Andre.
Luna kaget, “Kenapa mas? “Tanya Luna.
Mungkin mas Andre mengatakan perihal pertunangan mereka yang akan digelar lusa kepada Bayu, sehingga Bayu marah dan langsung pulang.
“Baiklah, aku pulang dulu ya Lun, Ndre. “ucap Indri.
“Owh iya ndri, makasih ya, dan titip permohonan maaf aku buat Bayu ya. “kata Luna.
“Sip.”jawab Indri tersenyum lalu pulang.
***
Akhirnya acara pertunangan dan lamaran selesai digelar. Baik keluarga Andre maupun Luna semuanya hadir. Kedua pasangan ini pun tak habis nya tersenyum bahagia melewati hari bahagia ini.
Setelah pembicaraan dua keluarga tadi pun, kalau dua bulan lagi mereka akan segera menikah. Andre dan Luna akan menjadi keluarga sebentar lagi. Tapi Luna masih cemas dengan Bayu. Hari ini Bayu tidak datang keacara mereka walaupun siswa magang yang lain pada datang. Apakah mungkin Bayu marah dengan Luna?
“Mas Andre, mbak Luna, masih ada makanan kan? “Tanya seseorang dengan lucunya.
Pasangan ini pun langsung menoleh dengan senyum dibibir keduanya, “masih kok Bay, kamu langsung makan aja, “ucap mas Andre lega karena orang yang menjadi kegundahan hati mereka tadi akhirnya nongol juga.
Bayu bergegas mengambil makanan yang ingin ia makan. Luna dan Andre melihatnya hanya bisa tersenyum senang.
“Mulai sekarang kamu nggak usah khawatir lagi ya soal Bayu, sepertinya dia udah bisa nerima kok. “kata mas Andre sambil mengelus pipi Luna yang halus dan lembut.
Luna mengangguk. Ia lega karena seperti Bayu tidak sakit hati dengan keduanya. Jatuh cinta memang indah, tapi lebih indah kalau kita bisa mengikhlaskan perasaan kita untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Dan Bayu bisa melakukan itu kali ini.

END
Meisya (0819 9568 0064)