2013/01/18

hal 2

Kelas lanjut pelajaran berikutnya jam dua siang. Sebelum jam itu datang, biasanya cowok-cowok pada tiduran di-Mushola kampus. Termasuk Roy yang sering telat masuk pelajaran karena keenakan molor. Dikira hotel kali ya tuh Mushola. Dan masuk kelas dengan iler yang masih nempel.
“Permisi, boleh kita gabung disini kak? Soalnya nggak ada meja kosong lagi..”, ujar tiga orang cowok yang bisa dikategoriin cakep ini.
Rani melihat seluruh kantin, memang benar sih nggak ada meja kosong lagi, soalnya penuh banget kalau jam segini. Masa mereka harus duduk dilantai, ntar dikirain keset kaki lagi.
Ketiga cowok ini nampak asing bagi Rani dan Caca. Mungkin mereka mahasiswa baru dikampus. Diantara ketiga orang ini, yang satu mirip cowok-cowok di drama Korea, dan yang dua lagi made in Indonesia. Caca langsung tebar pesona kepada ketiganya, terlebih kepada cowok Korea tersebut, Caca cari muka banget dah. Pikir Caca pas banget ia nggak perlu jauh-jauh pergi ke Korea buat ngawinin Rain.
“Silakan...“, samber Caca cepat menggeser Rani. Akhirnya Caca bisa pedekate juga dengan cowok cakep setelah cintanya nggak digubris Teddy.
Sementara ini lupakan Teddy, dan jalin cinta dengan cowok baru yang mungkin jodohnya. Biar kata mereka ini adek kelas yang sepertinya brondong, Eeembat aja. Brondong juga asyik kalee…
“Gue Caca, dan ini temen gue Rani. “jelas Caca kepedean dengan tampang sok-sok diimut-imutin. Padahal mah amit-amit. Caca nyamber tangan cowok Korea itu dengan cepat.
“Gue Dennis zhu“, ujar si cowok Korea.
Caca setengah mampus terpesona oleh ketampanan nya. Asli ganteng banget.
“Gue Arif dan ini Marko. “tambahnya.
Rani hanya tersenyum manis, karena ia sama sekali nggak tertarik oleh ketiganya. Apalagikan cowok-cowok ini adek kelas mereka, nggak asyik banget pacaran sama adek kelas sendiri. Apalagi hati Rani sudah terjerat oleh panah cinta cowok panjang alias jangkung, yaitu Roy. Sementara Caca masih asyik berpedekate ria dengan si tampan Dennis zhu.
Rani berusaha untuk tetap ramah pada ketiganya, namun Rani seperti terjebak ditengah kondisi yang nggak menyenangkan ini. Begitu pula dengan ketiga cowok ini sepertinya sudah mulai gerah dengan sikap Caca yang sangat mengganggu. Rani menyikut lengan Caca untuk menyadarkan Caca agar nggak bersikap begitu, tapi pesona Dennis zhu sepertinya maha dahsyat sehingga membuat Caca terhipnotis dan nggak sadar.
“Hai, rame banget.”sapa Roy tiba-tiba membuat Rani lega. Seenggaknya Roy bisa membawanya kabur dari sini – dari suasana canggung ini.
Setelah sholat Roy kelihatan ganteng banget. Roy kelihatan semakin tampan saja dengan rambutnya yang basah. Entah basah karena air wudhu atau nyemplung dikamar mandi, yang pasti Roy terlihat begitu segar. Ketiga orang adik kelas ini seketika kikuk dengan kedatangan Roy.
“Nggak perlu minder gitu kali, biasa aja ngeliatin gue, orang-orang emang udah pada tau kalo gue ini ganteng banget“, ucap Roy benar-benar pede sehingga membuat ketiganya makin ciut. Caca menendang kaki Roy. Roy menengok Caca dengan tampang meringis sambil mengelus-ngelus kakinya.
Iya sebenarnya Roy ganteng kok, itulah menurut dirinya sendiri. Tapi banyak cowok yang kesal dengan Roy karena mereka tau Roy punya pesona yang aduhai untuk mendapatkan tempat dihati para wanita. Dan itulah satuhal yang sangat disayangkan buat cowok-cowok didunia ini.
Caca mencubit lengan Roy.
“Apa sih, Ca?? Benerkan kalo gue ini emang ganteng banget. Elo aja pasti tersepona ngeliat ketampanan gue, Iya kan? Udah ngaku aja kalo iya“, ujar Roy sambil nyengir. Caca manyun kesal. Rani tersenyum geli melihat kedua orang dekatnya ini.
“Eh kenalin, gue Roy. Anak semester 5.”sapa Roy sambil menyalami ketiga nya.
“Kita udah kenal kakak kok, kak“, jawab Dennis Zhu polos.
“Wah gue terkenal juga ya. Tanpa perlu memperkenalkan diri gue, semua orang udah kenal gue. Keren banget dah gue, puji Roy bangga setengah mati sambil tersenyum lebar.
“Gue Dennis Zhu kak, ini Arif dan ini Marko“
Roy duduk disebelah Dennis Zhu,  menggeser Caca yang dari tadi nempelin Dennis mulu. Caca sebel karena diganggu sama Roy.
“Nama elo Dennis Zhu? Masih ada hubungan sama penyanyi cewek yang cantik itu dong?”, tanya Roy sok akrab.
Caca manyun tapi masih asyik menatap ketampanan Dennis. Rani penasaran dengan pertanyaan Roy barusan, mungkin memang Dennis masih sodaraan sama Vicky Shu yang cantik itu.
“Ah, nggak ada hubungannya kok kak“, jawab Dennis Zhu malu-malu. Pesona Roy bikin Dennis Zhu kikuk.
“Oh, kalo gitu ada hubungan nya sama artis Taiwan yang personil F4 itu, siapa gitu namanya gue lupa. Nama belakangnya ada Zhu-zhu nya juga”, ujar Roy makin ngaco.
“Enggak ada kak, gue orang Indonesia asli, nggak ada hubungan nya sama personil F4 itu“, jelas Dennis sabar.
Kedua temannya cuma diam nggak diajak ngobrol.
“Nih temen gue nih, dia keturunan India lho“, ucap Roy ngasal membuat mata Caca mendelik besar tapi masih tersenyum manis untuk Dennis Zhu.
Ketiga adik kelas ini pun langsung melihat kearah Caca,“Masa kak?”, tanya Dennis yang nampak nya percaya sama omongan Roy.
“Iya, namanya aja Caca-caca kahe-kahe….”, jawab Roy seenaknya membuat semua nya ketawa.
Hahahhahahaa…..Caca makin kesal lalu mencekik Roy.

***
Kelas Roy baru aja kelar. Ngantuk banget. Mau pulang kerumah kayaknya masih macet banget. Males kalau harus ditambah setres gara-gara macet-mendingan tidur aja dulu di Mushola.
Membolos bukanlah prilaku yang baik, walalupun Roy juga sering melakukannya. Roy menelepon kedua sahabatnya yang nggak masuk pelajaran kedua tadi. Teddy dan Adi nggak masuk dan nggak ada kabarnya, bener-bener sakit jiwa tuh bocah berdua.
Mungkin alasan Teddy nggak masuk lantaran malu dan sedih banget sama sikap Hira tadi. Sakit yang mungkin terlalu sakit sehingga Teddy memutuskan untuk nggak masuk kelas. Nah..kalau Adi ngapain nggak masuk? Entahlah lupakan Adi, coba hubungi Teddy lagi.
Masih juga nggak aktif saat menghubungi ponsel Teddy. Teddy Bear tambun hilang??? aaaahhh lebay. Nggak mungkin kan kalau anak segede Teddy itu bisa hilang atau di culik?, yang nyulik juga pasti ogah nyulik dia lantaran berat banget.
Mending kerumah Teddy aja deh utuk memastikan keadaannya, sekalian minjem DVD lagi “pikir Roy akhirnya.
“Kamu langsung siaran ya, Ran?”, Roy bertanya kepada Rani.
Rani mengangguk.
Padahal Roy ingin sekali ngajak Rani kerumah Teddy sekaligus jalan berduaan gitu, pacaran. Tapi Rani kan memang harus bekerja. Rani bekerja sambilan sebagai penyiar radio anak muda di Jakarta. Rani memang sosok orang yang bertanggung jawab sama kerjaanya. Nggak ada kata bolos-apalagi ia kerja sambilan ini untuk membantu uang jajannya biar nggak nyusahin orang tuanya terus.
“Aku langsung pergi ya, Roy”, ucap Rani setelah membereskan semua bukunya kedalam tas.
“Maaf ya sayang aku nggak bisa nganterin kamu, nggak apa-apa yah, soalnya aku mau kerumah Teddy?
Rani mengangguk. “Iya nggak apa-apa kok. Kamu ati-ati pergi nya ya, jangan ngebut. Salam buat Teddy yaaa…”
Roy mengangguk dan tersenyum manis kepada pujaan hati, “Kamu juga ati-ati yaa.”
Roy menuju parkiran motor. Ia harus kerumah Teddy Bear tambun nih, Roy merasa saat ini ia sangat dibutuhkan oleh Teddy sebagai tempat sampah (hahay tempat curhat). Takutnya gara-gara tamparan keras dari Hira tadi membuat otak Teddy jadi nggak fungsi sebagai mana mestinya. Apa hubungannya yah otak sama pipi yang ditampar. Apa mungkin Teddy berubah menjadi Teddy Bear beneran setelah tamparan menyakitkan tadi... Waduuuh...
Usai menghidupkan Vespa ijo mentereng nya dengan suara nya yang cempreng, sebelas duabelas sama bajaj bunyinya. Dijamin bagi anda yang mendengarkan suara Vespa Roy langsung budek permanen. Suara yang nggak layak didengar deh pokoknya.
Parkir lumayan penuh, jadinya harus berhati-hati mengeluarkan motor mulus nya ini, apalagi motor ini perawatannya sangatlah muahal, ngalah-ngalahin banci yang keluar salon.
“Roy…”, panggil Adi. Roy menghentikan laju kendaraannya.
Adi berlari kearah Roy. “Hai…..”sapa Adi genit kepada beberapa cewek yang lewat di sekitar mereka. Nih anak masih sempet-sempetnya ngegodain cewek.
“Elo mau kemana, Roy?”, tanya Adi nggak penting banget menurut Roy. Berani-berani nya nih ikan asin laki nongol dikampus setelah minggat dari kelas tadi. Nyari penyakit nih kayaknya orang satu kalau ketahuan dia nggak masuk kelas tapi malah nongol sekarang bisa dimutilasi ditempat.
“Mau keutan...”, jawab Roy seenak udelnya langsung melajukan Vespa buluknya.
Adi berhenti tepat didepan motor Roy sehingga menghalangi Roy, “Ke utan? ngapain?”, tanya Adi bego seraya nggak percaya kalau sahabatnya ini mulai tertarik dengan binatang ketimbang manusia. Parrah.
“Mau nemuin sodara lo”, jawab Roy makin ngasal. “ Minggir ah, gue buru-buru nih”, Roy melajukan vespanya. Tapi dengan sigap dan gesit mirip orang utan, Adi melompat dan duduk lah dibelakang Roy. Kayaknya sodaranya yang ada di hutan lari kesini.
“Gue ikut!!”, kata Adi santai tanpa memperdulikan Roy yang kesal padanya.
Itung-itung pulang gratis pikir Adi yang memang tadi berangkat kekampus harus naek bus gara-gara mobilnya dipakai kakaknya.
Dari pada berantem, Roy pasrah dan membolehkan Adi ikut dengannya. Setidaknya Roy ada temennya. Kalau kena tilang, Adi bisa dijadiin jaminannya. Walaupun mungkin Adi hanya akan menjamin dengan se-drum ikan asin. Karena Adi merupakan penggemar berat ikan asin.
***
Sepanjang perjalanan Adi ngebacot mulu. Semua cerita diceritain, dari mulai neneknya ilang, sampai seminggu ini dia ngga makan ikan asin. Ngga penting banget buat Roy. Roy tak bergeming sedikit pun. Ia hanya memfokuskan pandangannya kedepan serta berdoa untuk nyawanya takut nyungsep ke got kayak tempo hari.
Jakarta selalu macet. Ditambah lagi nih jam pulang kantor, bisa dijamin nih pantat pasti kapalan karena kelamaan duduk.
“Roy, Roy, elo tidur ya??!!”, Adi menepuk-nepuk pundak Roy karena dari tadi sahabatnya ini cuma diem aja. Jangan-jangan nih anak beneran tidur lagi. Hebat banget.
“Apaan sih lo,  berisik tau ngga, ganggu gue aja”, teriak Roy kesal sambil ngeles soalnya hampir nabrak Bajaj didepannya.
“Ah parah lo, masa masih sempet-sempetnya elo tidur dalam kondisi nyetir kayak gini. Lo kira lo Deddy Corbuzier apa bisa nyetir sambil tidur. Kalo mau bunuh diri jangan ngajak-ngajak gue dong Roy.Gue bulan depan mau kawin sama Asmirandah, kalo gue mati sekarang kasihan dia...”, oceh Adi kesal membuat Roy makin empet.
“Kata nya lo sahabat gue, masa lo belum tau kalo gue bisa nyetir sambil tidur”, teriak Roy beradu dengan suara kendaraan lain. Padahal mana bisa Roy nyetir sambil tidur. Ilmu Roy belum nyampe sana. Palingan Roy hanya bisa tidur sambil ngeces. Nih Vespa juga akan berontak kalau Roy nyetir ugal-ugalan. Vespa Roy akan ngambek alias mogok mendadak kalau sampe tahu Roy berani-beraninya nyetir dalam kondisi setres.
Vespa Roy memang keren, ajaib mennn. Orang jelek yang berani-beraninya duduk di Vespa ini aja bisa langsung bisulan. Mungkin abis ini Adi langsung kena kanker bokong setelah duduk di Vespa Roy. Beruntunglah Roy punya wajah nggak jelek-jelek amat.
“lagian Asmirandah nggak mungkin khilaf milih lo jadi pacarnya“, teriak Roy.
“Ah Roy, gue nggak mau mati muda, apalagi mati nya ma elo, bisa nggak masuk sorga gue”, cerocos Adi bawel.
“Gue juga ogah mati bareng elo, lagian yang masuk sorga itu orang cakep semua. Jadi bersyukurlah elo Di, dilahirin nggak cakep, seenggaknya saingan elo bukan gue.”jelas Roy nyelekit sambil ketawa setan.
Adi manyun. Roy menang. Walaupun Roy tau Adi golongan cowok ganteng dikampus, tapi masih gantengan Roy. Heheheheeeee
“Kita mau kemana, sih Roy. Perasaan dari tadi nggak nyampe-nyampe juga. Emangnya utan yang lo maksud itu jauh banget apa? Mau kemana sih?“, tanya Adi mulai ngerasa nggak nyaman. Apalagi ditambah pantatnya udah panas banget gara-gara kelamaan duduk. Pasti ngerusak bentuk pantat Adi yang bahenol. Padahal dia sudah bersusah payah ikut Gym yang khusus ngebentukin bentuk bokongnya, bisa nggak sukses segala usahanya.
Nih cowok satu juga bergaduh dengan polusi dimana-mana yang bisa ngebuat kulit nya jadi iritasi lah. Idih anak mami banget sih, pikir Roy amit-amit. Ganteng sih boleh ganteng, tapi manja nya nggak cocok sama tampang apalagi umur.
Roy membuka kaca helmnya “Kita mau kerumah Teddy“, jawab Roy singkat namun jelas dan mampu didengar dengan baik oleh Adi.
Mendengar jawaban Roy barusan membuat Adi shock. Gila. “Dasar panjang. Ngapa nggak bilang dari tadi, kalo tau mau kerumah Teddy yang jauhnya melebihi ke Zimbabwe, mending gue ngecengin cewek-cewek cantik dikampus tadi. Sial..“, oceh Adi kesal. Rumah Teddy kan jauh banget.
“Eh Di, gue nggak ngajak elo buat ikut gue yeeaa!! Kalo mau, elo boleh turun sekarang!!!“, teriak Roy empet sama si ikan asin laki bawel ini ngalahin nenek-nenek yang tengah asyik ngerumpi. Suaranya memekak kan telinga.
Merasa terpojok, dari pada diturunin, akhirnya Adi memilih diam dan pasrah. Ditambah lagi dia nggak bawa duit banyak buat naik taksi. Adi juga nggak mau kalau tiba-tiba harus diturunin Roy ditengah jalan. Adi kan paling takut kalau ngeliat banci apalagi kalau sampai ketemu sama banci, Adi bisa langsung amnesia. Kan atuttt….dia pernah trauma hampir di perkosa banci soalnya.
***
Selepas Isya, Roy dan Adi sampai didepan pagar rumah Teddy yang masih mewah seperti kemaren-kemaren saat dirinya pernah berkunjung kesini. Teddy memang kaya banget, bapaknya tajir mampus, inilah kelebihan Teddy selain kelebihan berat badan tentunya.
Setelah bel dipencet berulang kali, muncul lah satpam rumah dengan wajah sembab kayak abis digebukin, ternyata dari tadi nih satpam molor. Menyebalkan.
Beberapa menit kemudian Roy dan Adi sudah duduk manis diruang tamu sambil nungguin Teddy yang nggak kunjung muncul juga. Lama banget. Kayaknya Teddy dandan dulu nih. Adi mulai kesal, tampangnya capek plus laper. Mammaa.
Akhirnya muncul pembantu Teddy membawakan makanan dan minuman dingin. Inilah moment yang ditunggu-tunggu keduanya. Roy dan Adi sudah nggak sabar pengen ngembat tuh makanan, karena laper banget boookkk.
Tanpa perlu dipersilahkan lagi, tuh makanan udah berada dimulut mereka. Buat malu banget nih bocah.
“Bro, kekamar gue yuk. “panggil Teddy singkat padat dan jelas. Namun suara Teddy tadi sepertinya tak terdengar oleh para pemakan segala ini. Mereka masih asyik ngembat makanan. Selama makanan belum abis, mereka juga gak akan berhenti memangsanya. Kalau pun masih laper tapi makanan nya udah abis, tinggal minta lagi aja sama Teddy bear tambun. Dan satu hal yang perlu diingat, kata-kata orang tua kita dulu, jangan nyisahin makanan. Apalagi makanan gratis Hihihihi ketawa kunti.
Karena suaranya sama sekali nggak diindahkan Teddy memanggil kedua sahabatnya lagi. Panggilan terakhir pastinya, karena untuk yang ketiga kalinya dia akan langsung melempar keduanya dari atap.  “Woi..Roy, Di, bawa aja tuh makanan kekamar gue”teriak Teddy tertawa melihat dua bocah kelaperan ini.
Keduanya beranjak kekamar Teddy dengan mulut penuh serta kedua tangan membawa makanan dan minuman yang nggak mungkin ditinggal begitu saja tanpa dihabiskan tak bersisa.
***
Selesai sholat Isya berjamaah, ketiganya duduk-duduk males dikasur Teddy yang dingin-dingin empuk. Sementara si ikan asin laki tiduran sambil merem melek-sepertinya ngantuk sudah mendera jiwanya. Kali ini Adi sudah tak kuasa menahan kantuknya, dan tertidur lah dalam mimpinya yang indah bersama beberapa cewek cantik. Dasar playboy cap ikan asin laki.
“Lo kenapa nggak masuk pelajaran kedua Ted? Kan sayang nih pelajaran perdana bro”jelas Roy sambil melihat-melihat koleksi DVD film Teddy yang seabrek-abrek. Tak disangka-sangka ada film keluarganya Teddy juga, maksudnya film Gorila. Ahay.
“Gue pinjem yang ini, ya? “tunjuk Roy kepada Teddy, sebuah kaset berjudul SWAT yang dilihatnya. Teddy mengangguk tanpa melihat ke arah Roy. Terserah Roy mau minjem apa, yang pasti kalau DVD udah ditangan Roy, nggak bakalan balik lagi. Tapi untungnya semua kaset udah ditonton Teddy, dan dia nggak bakalan nyesek kalau tuh DVD nggak balik lagi. Kelakuan Roy yang satu ini sangat merugikan orang lain, Teddy sendiri udah kebal dengan sifatnya yang satu ini.
Teddy fokus pada selembar kertas ditangannya. Roy melirik apa yang sedang Teddy pikirkan dan menduga duga kalau itu pasti surat cinta. Pasti surat cinta itu untuk Hira. Ya siapa lagi cewek yang di sukai Teddy selain Hira.
“Lo tadi kenapa nggak masuk Ted, pak Hadi nyariin lo sama ikan asin laki tuh, bahkan dia marah sama lo berdua. Katanya pertemuan pertama aja udah berani-beraninya elo nggak masuk, nggak ada keterangan pula. Besok-besok pas pelajaran dia, elo berdua dirante biar nggak kemana-mana”jelas Roy mengulangi perkataan dosennya tadi.
“Gue males Roy. “jawab Teddy lemas sembari meremas-remas kertas ditangannya lalu membuangnya ke tong sampah disamping meja belajar. Perlahan merebahkan tubuh gedenya dikasur, sehingga Adi sedikit terlonjak saat badan Teddy mendarat dengan bunyi BUUM dikasur. Untungnya Adi nggak terempas jatuh kelantai. Kalau sampai Adi jatuh, pasti tubuhnya retak, males aja kalau harus masangi satu-satu tubuh Adi.
Roy menghentikan kegiatannya mengobrak-abrik DVD. Roy menengok Teddy yang asyik melamun melihat langit-langit kamarnya. Dengan lincah, Roy mengambil kertas yang dibuang Teddy tadi, lalu membacanya tentunya tanpa Teddy sadari.
Dikertas ini tertulis jelas kalau Teddy sangat mencintai Hira. Teddy menyukai Hira sudah sejak awal ia menjadi mahasiswa dikampus, walaupun Hira kakak kelas mereka dan sudah punya pacar, Teddy tetap kecantol. Harapan Teddy untuk bisa menjadi cowok Hira pun sepertinya sangat besar, sebesar badannya.
“Ted, coba lo tulis surat lagi deh buat Hira, soalnya kata-kata disurat lo ini kurang romantis malah berkesan elo ngehina dia. “ucap Roy sontak membuat Teddy bangun dari khayalan nya dengan tampang malu dan bingung.
Teddy nggak nyangka kalau Roy ngebaca suratnya. Mau marah sama nih jangkung tetap nggak mengubah rasa malu nya barusan.
Kenapa Roy bilang sedikit menghina, masa cewek diibaratkan pisang dan dia monyetnya, mana ada kayak gitu. Pantesan ditolak mulu. Ckckckck
“Lo baca surat gue? “tanya Teddy langsung merampas surat itu dari tangan Roy panjang.
“Udah, tulis lagi aja, ntar gue coba kasih kedia besok. “saran Roy tak mengindahkan pertanyaan Teddy barusan. Roy merasa harus membantu Teddy untuk merangkai kata cinta untuk Hira, yang pasti kata-kata romantis yang mampu membuat Hira gak akan nyangka kalau Teddy bisa seromantis itu.
***
Setelah berjam-jam memikirkan, merangkai kata dan meminta kata-kata romantis dari paman Google, akhirnya surat yang akan diberikan kepada Hira kelar juga. “Berkat gue surat elo bener-bener romantis, Bro. “ujar Roy kepedean sambil merangkul Teddy, padahal banyakan browsing ketimbang mikir. Teddy hanya mengangguk sambil terus mengamati suratnya.
Surat sudah dimasukkan kedalam amplop pink yang cantik, lalu tinggal di serahkan kepada Hira tersayang. Mudah-mudahan Hira menerimanya, Teddy berdo’a dalam hati.
***
Menunggu itu adalah satu kegiatan yang nggak asyik banget, tapi inilah yang sedangk Roy lakukan. Roy berdiri nungguin Hira dikelas nya. Mencegat Hira sebelum masuk kelas adalah satu-satu nya ide cemerlang yang ia dapatkan setelah susah payah tadi pagi Roy menanyakan Hira kepada sobat Hira yaitu Fani. Kata Fani, mereka ada kelas jam 10 pagi, alhasil sekarang Roy nungguin Hira buat ngasih surat cinta Teddy dan surat itu sengaja nggak di cantumin nama pengirimnya biar Hira penasaran. Perempuan kan suka tuh kalau di bikin rahasia-rahasian.
Surat Teddy yang sudah susah payah dibuat sampai titik darah penghabisan (hahay maksudnya sampe jam 2 pagi merangkai kata-kata romantis) ini harus nyampe ketangan Hira. Nggak boleh gagal. Dan Roy begitu berharap Hira dapat menerima Teddy bersamaan dengan datangnya surat cinta yang indah ini. Kasian Teddy kalau sampai nggak pernah berhasil ngedapetin cewek dari sejak lahir. Wakakakak….
Sudah hampir jam 10, beberapa orang mahasiswa pun sudah masuk kedalam kelas, tapi Hira yang ditunggu-tunggu sepertinya sama sekali nggak kelihatan, sedangkan Fani pun tadi sudah masuk kelas. Apa Hira bolos. Roy celingukan kedalam kelas untuk mencari Hira, Siapa tahu tadi Hira terlewatkan oleh penglihatannya. Tapi didalam kelas juga nggak ada. Ah bolos nih jangan-jangan Hira? Pikir Roy menduga.
“Hai Roy sayang, ngapain elo kekelas gue, nyariin gue ya?”tanya Hira kepedean. Tapi bener juga sih kalau Roy nyariin dia.
Roy kaget.
Gila nih makhluk satu mempesona banget, terlihat begitu cantik dengan polesan make up nya yang sedikit berlebihan kalau di pake buat kekampus.
“Oh iya kak, gue mau ngasih ini. “ujar Roy sambil memberikan amplop pink ditangannya. Dan Roy sama sekali tak berani didepan Hira lama-lama takut ntar malah nih cewek makin kepedean. Apalagi kalau sampai Hira mikir Roy naksir dia. Bisa kacau. Roy kan cintanya cuma sama yayang Rani doang. Ini hanyalah misi untuk membantu sahabat, bukan apa-apa.
“Surat cinta? Buat gue? Hira takjub dan senang banget. Saking takjubnya sampai ada love-love beterbangan di atas kepalanya. Akhirnya cinta gue terbalaskan oleh yayang Roy pikir Hira salah.
“Gue duluan ya kak, ada kelas. “seru Roy bergegas. oiya, kak, kelupaan, kalo udah baca suratnya langsung kasih tau gue ya. Thanks kak. Roy langsung ngibrit.
Hira masih senyum-senyum bahkan mencium surat itu, lalu masuk kelas dengan wajah sumringah.
***
Dikelas, Roy nampak bambang (hahay maksudnya bimbang). Bokongnya gerak kanan gerak kiri kayak orang ambeyen akut. Jangan-jangan tumor ganas nempel dipantatnya. Atuuuuttttt.
Rani yang duduk disebelahnya melirik kearah Roy karena ia mulai sedikit terganggu oleh tingkah Roy yang nggak bisa diem dari tadi. “Kenapa sih, Roy? “tanya Rani berbisik kepada Roy, soalnya pelajaran bu Martha ini sama sekali nggak boleh ngeluarin suara sedikit pun. Karena suara sekecil kentut pun akan jadi masalah besar buat bu Martha. Iyalah kalau kentut akan berdampak pada bau yang membuat penciuman mati rasa. Itu bukan saja mengganggu, tapi membuat penghuni ruangan ini mati mendadak.
“Bokong gue gatel. “jawab Roy jujur dengan muka polos. Mendengar jawaban Roy, tawa Rani tertahan. Ada-ada aja pikir Rani.
Bokong Roy masih bergerak-gerak, lalu tanpa pikir panjang lagi, dan dengan tak tahu malu, Roy menggaruk pantatnya dengan mantap. Spontan anak-anak yang duduk dibelakang nya tertawa tertahan. Roy tetap tak peduli. Bu Martha sempat melirik dengan kacamatanya yang tebal kearah Roy, namun Roy polos sok konsentrasi pada pelajarannya, padahal gatel dibokongnya masih merajalela. Inilah akibatnya kalau daleman nggak pernah diganti.
***
Roy sudah dikantin, soalnya tadi Hira sms minta ketemuan dikantin. Kantin lumayan rame, tapi tak serame saat makan siang. Roy duduk cantik sambil memainkan PSP nya dimeja pojok deket penjual makanan khas Palembang, pempek.
Sebenarnya tadi Teddy mau ikut kekantin untuk bertemu dengan Hira, tapi Teddy harus menemui pak Hadi gara-gara kemaren nggak masuk pelajaran perdana pak Hadi, jadi harus disidang dulu. Kampus Roy sangat ketat soal absen mahasiswanya, setidaknya kalau nggak masuk harus kasih keterangan.
Setelah membaca surat itu apa yang dipikirkan Hira ya? Apa dia ngerti dengan bahasa gue yang banget-banget romantis itu? Apa dia paham dengan kata-kata yang gue tulis? Keromantismean kata-kata gue melebihi seorang Kahlil Gibran sang penyair. “ujar Roy dalam Hati.  Roy merasa kalau Kahlil Gibran hidup dijaman sekarang, pasti dia minder sama kata-katanya. Roy pun menamakan dirinya sebagai Kahlil Gibran modern. Basing kau lah Roy…
“ROY!!!. “ujar Hira membuyarkan khayalannya.
GDUBRAK…
ADAWWW…”Roy meringis kesakitan.
Roy tersungkur dilantai gara-gara kaget.
HAHAHAHAAA…..Semua orang dikantin spontan tertawa melihat adegan Roy nyungsep dilantai dan itu sama sekali nggak hebat. Itu bukan adegan jagoan yang keren seperti di film-film, tapi lebih kepada memalukan. Dan Roy nggak terlihat ganteng dengan nyungsep dilantai seperti itu. Hira tak tertawa, mukanya masam.
“Aduh sakit, duduk kak. “ucap Roy sambil mijit-mijit punggungnya. Gila sakit BOOOK…
Wajah Hira memerah menahan marah. “Enggak perlu Roy, gue cuma mau ngasih jawaban surat yang elo kasih tadi ke gue. “ujar Hira dengan suara yang lumayan tinggi sambil melempar surat itu ke meja dan surat itu berhasil mendarat dipiring pempek Roy.
Semua penghuni kantin menoleh ke meja Roy.
“Bilang sama temen elo yang namanya Teddy itu ya, gue nggak akan pernah suka sama dia. “jelas Hira keras dan mampu membuat Roy terlihat seperti terdakwa saat ini didepan Hira. Roy kayak sedang divonis mati oleh hakim atas sebuah kejahatan. Jangan sampai kejahatan kelamin.
“Maaf kak, bisa kakak duduk dulu, kita obrolin baik-baik. “ujar Roy sopan dengan kakak kelasnya ini, apalagi Hira adalah seorang perempuan, kata mama Roy, terlebih seorang perempuan harus diperlakukan dengan baik.
Suasana kantin mulai grasak-grusuk, anak-anak sepertinya sudah mulai tertarik dengan apa yang terjadi dimeja Roy. Mereka mulai berbisik satu sama lain. Ada yang jelas-jelas terdengar mengatakan bahwa sicantik Hira menolak Roy Panjang. Dan ada pula yang bilang kalau Hira menuntut pertanggung jawaban Roy. Pertanggung jawaban apa? Kesan nya seperti Roy menghamili anak orang lalu kabur begitu saja. GILA.
Roy mulai nggak santai karena sepertinya dia nggak boleh santai menanggapi hal ini. Beberapa orang baru saja masuk kedalam kantin dan diantara orang-orang itu ada sosok Teddy yang datang ditarik oleh Fani. Teddy mendekati kerumunan orang yang seperti sedang mengantri BBM bersubsidi ini. Beberapa anak menyingkir saat Teddy memaksa memasuki kerumunan. Teddy tadi diberi tahu oleh Fani kalau sedang terjadi keributan besar dikantin gara-gara surat Teddy. Berlebihan sekali. Mendengar hal itu Teddy bergegas kekantin, karena Teddy nggak mau sampai Roy terlibat masalah karena surat cintanya untuk Hira. Roy sama sekali tak bersalah dalam hal ini – niat Roy hanya membantu.
Teddy akhirnya bisa menembus kerumunan orang-orang yang menghalanginya. Roy kaget begitu melihat Teddy. Teddy tersenyum kepada Roy. Hira bermuka masam ketika melihat orang yang tak tahu malu menurutnya ini muncul didepannya. Masih berani-beraninya nih orang muncul dihadapannya setelah mengiriminya surat cinta menjijikan itu.
Hira benar-benar kesal, lalu mendorong tubuh Teddy dengan kasar. Namun beruntungnya Teddy karena tubuhnya sama sekali nggak bergeser sedikit pun, ada untungnya juga Teddy bertubuh tambun, seenggaknya dia nggak tersungkur saat didorong. Tapi akan sangat lucu kalau tubuh tambun itu jatuh. Pasti susah banget bangunnya. Kayak kecoa yang tubuhnya dibalik. “pikir Roy iseng. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini Roy memikirkan hal itu. Dasar Panjang bodoh.
“Gue nggak pernah suka sama elo. “tegas Hira dengan matanya yang membulat marah.
Teddy menunduk diam. Wajah Teddy yang polos sepertinya benar-benar terluka. Namun tak seharusnya Hira berteriak seperti itu. Roy tahu banget kalau Teddy tambun begitu tulus mencintai Hira. Roy kasihan melihat Teddy karena Teddy sama sekali gak pernah menuntut apapun dari Hira. Walaupun sebenarnya Hira sangat tidak berperasaan dimata Roy – namun Teddy tetap memberi ruang dihatinya untuk Hira. Seringkali Hira memanfaatkan Teddy untuk kepentingan Hira yang seharusnya bukan porsi Teddy untuk memenuhinya. Seperti contoh saat Jakarta diguyur hujan Gede, dengan seenaknya Hira meminta Teddy untuk menjemputnya. Padahal saat itu mereka sedang ada Quiz, dan Hira dengan biadab nya merengek minta dijemput disalon. Kata bang Aji Rhoma, sungguh terlaluu.
“Elo seharusnya ngaca pantes nggak bilang suka sama gue. Dan elo tuh mesti ganti muka dulu baru bilang cinta ke gue. “bentak Hira didepan muka Teddy dan didepan orang ramai.
Kantin riuh dan mulai memanas seru. Mereka sedikit mengejek Teddy karena gak pantas menyukai Hira. Tapi ada juga yang menyatakan bahwa Hira sangat keterlaluan mentang-mentang dia cantik.
Otak Roy panas mendengar kata-kata Hira yang terdengar benar-benar keterlaluan.
PRAAANGGG…
Semua orang kaget mendengar bunyi keras itu. Hira dan Teddy pun kaget. Semua orang yang berada disini mengarah kepada Roy.
“Elo nggak seharusnya ngomong gitu, kak!! “Bentak Roy berang. Rahang Roy mengeras marah. Makanan dan minuman yang ada diatas meja Roy tadi terbang saat tangan Roy menggrebak meja.
Hira kaget luar biasa ketika tahu sosok Roy bisa semarah ini.
“Bukan urusan elo, Roy. “teriak Hira dengan suara yang sedikit takut.
Roy menghampiri Teddy. “Gue tahu Teddy tulus banget mencintai elo kak, dia rela berkorban buat kak Hira. Tapi gue sama sekali nggak nyangka kalo elo tega nyakitin dia. “jelas Roy sambil menepuk pundak Teddy. “ Cinta memang nggak bisa dipaksain. Tapi nggak ada salahnya jika cinta itu hadir pada orang yang menurut kita salah. Gue tahu Teddy orang yang baik walaupun dia nggak setampan gue, (masih sempet-sempetnya Roy kepedean – dan orang-orang tertawa mendengar kepedean Roy) tapi gue yakin dia punya hati yang tulus buat elo kak yang mungkin ketulusan Teddy gak akan bisa lo dapetin dari cowok mana pun. “jelas Roy bangga terhadap Teddy.
Baru kali ini Roy ngomongnya bener.
Apa yang barusan Roy katakan membuat Teddy salut bangga. Rani tersenyum manis. Teddy salut kepada Roy yang masih tetap berusaha menghormati Hira sebagai kakak kelas mereka. Roy masih sopan berbicara dengan Hira tanpa harus menghina dia dan membuat malu dia. Orang-orang yang melihat kejadian ini pun seperti nya memuji kebijaksanaan Roy sebagai seorang laki-laki. Tak sedikit orang salut sama Roy. Bahkan beberapa cewek mulai tergila-gila pada Roy bahkan yang sudah nge-fans pun makin jadi gila karena Roy ternyata bisa sekeren ini. Adi yang dari tadi berada disitu pun bangga punya sahabat seperti Roy.
“Yang pasti gue nggak akan pernah suka sama elo! “jelas Hira didepan muka Teddy lalu pergi meninggalkan kantin disusul oleh Fani.
Teddy sama sekali nggak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar malu, terlebih lagi sepertinya semua mata memandangnya rendah. Roy nggak enak hati melihat Teddy. Adi menghampiri Roy. Roy tahu sekali kalau hati Teddy benar-benar menangis. Teddy meninggalkan Roy. Roy ingin mengejar tapi tangannya ditahan oleh Rani. Menurut Rani biarkan Teddy sendiri dulu. Dan menurut Adi, Rani benar.
***
Roy sudah dikamar, dan masih memikirkan Teddy. Roy merasa sangat bersalah gara-gara sarannya menyuruh Teddy buat surat cinta, akhirnya masalah nya jadi tambah runyam. Otak Roy penuh dengan rasa bersalah. Terlebih tadi saat pelajaran kedua, Teddy gak masuk kelas lagi. Roy memastikan kalau Teddy benar-benar kecewa dan marah. Roy akan menyiapkan mentalnya untuk kemarahan yang luar biasa dari Teddy nanti. Siap-siap saja Roy jadi perkedel. Aduhhh…
***
Rasa bersalah Roy makin besar karena sudah tiga hari ini Teddy nggak masuk  kampus. Roy sudah berusaha nelpon Teddy tapi hapenya gak aktip. Berkali-kali usaha itu gagal, tapi hari ini Roy dibuat takjub dengan kemunculan Teddy yang tiba-tiba dengan senyum yang lebar. Sepertinya Teddy sudah bisa melupakan peristiwa bersejarah tempo hari dari ingatannya. Bagus sekali. Roy sumringah senang karena nggak akan dibunuh oleh Teddy lantaran ide surat cintanya itu. Roy lega masih bisa hidup.
Jam dua belas siang kelas pertama selesai dengan diberikannya tugas kelompok membuat Story Board Video Clip band-band papan atas. Dikumpulkan dua minggu lagi. Roy puyeng mendapat tugas semacam ini. Apa semua mahasiswa Broadcast dapet tugas beginian ya?.
Dari pada puyeng mikirinnya, kelima orang ini bergegas ke Mushola kampus. Sholat dulu. Biar tenang. Siapa tahu setelah sholat dapet ide buat tugas mereka nantinya.
***
Selesai sholat kelima nya langsung kekantin. Suasana kantin penuh dengan pemburu makanan. Kelima bocah ini langsung memesan makanan. Sebelum makanan datang kelima sahabat ini main tebak-tebakan.
Dan tiba-tiba Caca ngomong “Kemaren gue liat Bunga sama banci. “seru Caca spontan ngebuat yang lain sakit jiwa. Apalagi Adi, dia langsung semaput. Sama banci yang benar aja. Pasti Caca ngarang. Walaupun mereka sering cek-cok, tapi nggak seharusnya Caca menghina Bunga sesadis itu, sama banci pula. Jelas Adi gak terima, karena Adi suka Bunga.
“Mata elo katarak kali, Ca, mana mungkin Bunga sama banci. “jawab Adi membantah dan sama sekali nggak percaya.
Yang lain pun setuju dengan bantahan Adi.
“Walaupun dia frustrasi karena gue tolak, nggak mungkin lah Bunga sampe jadi putus asa terus milih jadian sama banci. “ujar Adi sok banget sambil ngupil.
Pesanan yang ditunggu datang juga. Caca langsung melahap nasi sotonya.
“Emangnya elo liat dia sama banci dimana, Ca? “tanya Adi melanjutkan pertanyaan nya. Tampak masih penasaran. Sedangkan yang lain berkonsentrasi sama makanannya masing-masing.
“Di salon. Dia lagi potong rambut, terus yang motongin banci. “jawab Caca polos ngeselin. Adi langsung menjitaknya. Adi melotot kesal.“Dasar lo sarap. “oceh Adi jengkel.
Roy nggak peduli dengan kelakuan kedua bocah itu-karena dia sudah benar-benar lapar. Sementara Teddy sibuk nambahin cabai kemakanannya. Roy melihat yayang Rani lalu tersenyum, Rani balas senyum dan Roy menikmati senyum manis Rani.
Pelayan datang lagi membawakan makanan. Itu semua pesenan Teddy. Gile banyak banget. “Banyak banget Ted, emangnya badan elo kurang gede apah? “tanya Roy takjub pengen muntah. Soalnya makanan yang sebelumnya Teddy pesen juga belum abis. Gila nih anak. Roy nelen ludah. Anaknya Gorila lari dari utan cari makan kesini. Satu meja penuh isinya makananTeddy doang.
Roy tengah asyik ngembat siomay Adi, dan tak sengaja mata nya melihat Hira bersama teman-temannya masuk kekantin. Roy melirik Teddy yang duduk membelakangi pintu kantin, dan bisa dipastikan Teddy nggak tahu kalau Hira ada disini.
“Roy, gue mau bilang makasih sama elo. “ujar Teddy setelah menghabiskan semua makanannya.
Roy masih asyik melahap makanannya, bahkan sampai berebutan tulang ayam dengan Adi.
“Buat apa bilang makasih, Ted? “tanya Roy setelah mampu menyingkirkan Adi. Lalu Roy dengan bengisnya memakan tulang ayam itu, Adi menangis lalu mengorek-ngorek kuah bakso Teddy. Hehehehee.
“Atas kejadian tempo hari.
Roy masih fokus makan. “Owh, gue yang harusnya minta maaf sama elo Ted, gara-gara saran gue buat kasih surat cinta ke kak Hira, elo jadi dimaki-maki sama dia. “jelas Roy sambil menjilat tulang ayamnya.
“Lupain aja, Roy. Gue malah berterima kasih banget sama elo. Seenggaknya karena elo gue sadar kalau cantik itu tak selalu cantik kalau hati nya gak ikutan cantik. Karena selama ini gue suka sama dia karena dia memang cantik banget. Dan sorry kemaren gue bolos lagi. Gue kemaren sempet cerita sama sepupu gue, dia bilang dia kenal sama Hira, soalnya Hira itu simpanan om nya temen dia. Hira terkenal dikampus mereka. Reputasi Hira bikin gue gak percaya kalau Hira ngemanfaatin kecantikannya buat ngedapetin cowok-cowok kaya. “jelas Teddy sedih. Seolah Teddy sama sekali gak percaya dengan apa yang ia katakan barusan. Tapi itulah kenyataan yang harus dia hadapi.
Adi menghentikan aktivitas nya mengorek-ngorek sisa makanan. “Yang bener lo? “tanya Adi yang ternyata nyimak cerita Teddy barusan.
Teddy mengangguk.
“Mungkin Hira yang lain kali Ted? Bukan Hira anak kampus kita? “tanya Roy seolah berharap Hira yang dimaksud bukanlah Hira kakak kelas mereka. Karenakan didunia ini nama Hira nggak mungkin cuma satu. Bahkan katanya kita ini ada kembar tujuh.
Teddy melihat kearah Hira yang tengah asyik makan dengan beberapa orang temannya. Roy menepuk pundak Teddy untuk menenangkannya. “Hira kampus kita Roy, sepupu gue udah mastiin itu kegue. Walaupun awalnya gue gak percaya. “jelas Teddy berusaha tenang.
Roy iba.
“Walaupun rasanya sakit banget, gue pasti bisa kok perlahan ngelupain dia. Kemaren gue nggak masuk beberapa hari itu karena gue sama sepupu gue nyelidikin Hira, dan semua nya memang benar seperti apa yang sepupu gue bilang. “jawab Teddy lemah. Kelihatan banget kalau Teddy terpukul dengan hal ini. Kenyataan pahit yang harus dia telan dalam urusan cinta yang seharusnya indah.
“Suatu saat elo pasti dapetin seseorang yang lebih baik kok, Ted. “ujar Roy sambil melirik Caca.
Caca menunduk malu. Malu-malu mau.
“Iya elo bener Roy. Mulai saat ini gue nggak akan ganggu hidup Hira lagi. Gue akan mikirin masa depan gue, sambil pelan-pelan cari cewek yang baik buat gue. “ucap Teddy lega walaupun masih ada beban berat dihatinya.
“Temen kita yang satu ini ada. “celetuk Adi kepada Teddy. Adi menyikut lengan Caca. Caca malu.
Teddy tersenyum sambil melirik Caca dan berkata dalam hati-boleh juga nih Caca. Roy dan Rani sangat setuju kalau hati Teddy berlabuh dihati Caca karena Caca memang menyukai Teddy. 
Akhirnya Teddy bisa lebih lega setelah mengetahui semuanya dan berusaha melupakan semua kejadian kemaren dan yang lebih penting bisa melupakan Hira dengan lembaran baru yang pasti lebih baik. Karena cinta sejati akan saling menjaga satu sama lainnya. Dan cantik itu tak selalu cantik. Yang penting itu cantik dari dalam.
END 

Meisya 0819.9568.0064

KUMPULAN CERITA ROY JANGKUNG GANTENG BANGET


eps
CANTIK AJA NGGAK JAMINAN

Badan udah berpeluh keringat.Menggenjot vespa ijo menterengnya bukanlah ide bagus. Padahal setengah jam lagi kelas perdana akan dimulai dan sialnya vespa ijo mentereng Roy ngga bisa diajak ngebut. Ditambah lagi kondisi Jakarta yang selalu macet. Fiiuuuh...lagi-lagi Roy mengelap keringatnya dengan kaos.
Roy, cowok kurus panjang alias jangkung ini masih untung punya wajah yang sedikit lebih bagus dari jelek. Dan Roy pun lagi-lagi masih beruntung karena masih ada cewek yang mau jadi pacarnya.
Udah punya pacar bukan berarti nggak bisa kenalan sama yang lain. Rasa penasaran Roy pada adik-adik kelasnya yang baru begitu besar. Soalnya kemarin dia nggak bisa jadi Mentor buat ngospek MABA, makanya sekarang Roy pengen lihat wajah-wajah baru dikampusnya. Siapa tahu tahun ini ada yang bening. Kan bisa dijadiin cemilan. Ahay…
Setelah melewati rintangan yang menghalang serta kepanasan pluuusss sempet-sempet nya Roy dimaki-maki sama abang Bajaj karena nyalip tepat didepan mulut Bajajnya, untung tuh Bajaj ngga bersentuhan langsung sama vespa butut Roy, kalau sampai kena kan berabe, mahal biaya perbaikan nya karena harus mempertajam lagi congornya.
Akhirnya Roy sampai dikampus tercintanya. Tapi Roy kepikiran soal Bajaj tadi, bukan kepikiran karena hampir berciuman, tapi berfikir soal ke-eleganan alat transportasi unik itu. Pasalnya belum apa-apa tuh congor Bajaj pasti udah maju duluan, dan bisa dipastikan vespa Roy akan kalah telak dengannya.
Roy berhenti didepan gerbang kampus buat selonjoran dulu disini. Nangkring didepan gerbang kampus merupakan salah satu hobi Roy, dan hobi ini sering kali mengganggu orang lain. Sudah sering kali Roy diusir oleh pak Diman - satpam kampus yang sangarnya melebihi Dept Collector untuk nggak nangkring disini, tapi Roy tetap cuek sama sekali nggak pernah mau mendengarkan kata-kata pak Diman. Pada akhirnya pak Diman pun lelah menegur Roy, mendingan diemin aja. Cowok panjang berwajah ganteng banget menurut dirinya sendiri ini emang susah dibilangin.
##
 “Pagi kak Roy….”sapa beberapa cewek yang dapat dipastikan mereka adalah mahasiswa baru dikampus ini. Wajah-wajah fresh yang baru keluar dari bungkusannya.
Tanpa perlu mengeluarkan sepatah katapun, cewek-cewek kece tadi pun sudah paham dengan pesona ketampanan gue, “pikir Roy bangga.
Roy hanya menyunggingkan senyum termanis nya. Meskipun nggak ikut OSPEK kemaren, ternyata dirinya sudah terkenal. Betapa beruntungnya Roy.
Roy masih asyik tebar pesona, cengengesan kayak orang setres.
“Pagi Roy…ntar malem jalan yuk.”ujar Hira tiba-tiba nempelin Roy menggodanya dengan genit ala tante-tante girang yang doyan berondong.
Aksi tebar pesona Roy pun akhirnya terhenti karena kedatangan makhluk satu ini. Melihat Hira yang genitnya luar biasa ini bikin Roy merinding takut ketimbang senang. “Sori kak, ntar malem gue udah ada janji. Sori banget ya kak gue nggak bisa. “jawab Roy gemeteran saking takutnya. Roy pun hanya bisa ngarang bebas untuk menghindar dari gadis cantik nan genit ini. Dari pada dia dimakan sama nih cewek, mendingan menghindar.
“Ya udah deh kalo gitu. “jawab Hira pasrah dengan mulut berlipat karena bete. Gagal lagi gagal lagi. Kapan sih nih Roy bisa gue taklukin. “Gue masuk dulu ya sayang, dahh sayang….”, Hira meninggalkan Roy.
Hira melenggang bak model didepan Roy. Sebelum benar-benar menghilang dari pandangan, Hira masih sempet manggil Roy,“Roy, I Love You….”teriak Hira lalu menghilang dibalik gedung kampus.
WHAATT!!! Roy berasa dilecehin dengan kata-kata nya barusan. Roy menunduk dan melihat sekitar. Beberapa pasang mata melihatnya nggak suka dan iba. Perlahan Roy menyadari kejantanannya mulai luntur karena Hira. Siiallll….
***
Hira memang gadis yang cantik, apalagi ditambah dengan body nya yang aduhai molek. Nggak diraguin lagi deh kalau Hira emang sempurna banget. Bahkan isi kampus pun nggak ada yang berani menyangkal kecantikan nya. Anak kecil sampai orang tua juga pasti setuju kalau Hira cantik banget dan cewek-cewek pasti pada minder karena merasa dunia ini nggak adil banget dengan menurunkan sosok cantik seperti Hira.
Namun adanya kesempurnaan yang dimiliki seseorang, pasti dia pun memiliki suatu kekurangan, begitu pula dengan Hira. Desas desus kabar seantero kampus pun terdengar kalau Hira merupakan simpanan om-om. Walaupun masih desas desus yang masih belum jelas kebenarannya, ada yang percaya meskipun prosentasenya sedikit. Hebatnya kabar itu sama sekali nggak mengurangi kepopuleran Hira sebagai cewek cantik dikampus ini. Banyak yang bilang kalau kabar itu hanyalah kabar yang muncul karena cemburu pada kecantikannya saja.
Menjadi pacar Hira merupakan dambaan setiap laki-laki. Dijadikan pacar kesekian pun oleh Hira tak akan membuat para makhluk berjakun disini kecewa. Waw...betapa dahsyatnya pesona Hira bagi mereka.
Beruntunglah Roy termasuk cowok yang Hira suka, tapi dasar nggak tau diuntung, Roy nggak tertarik dengan Hira. Buat Roy, Hira hanya lah gadis cantik yang diturunkan sang pencipta untuk mengagumi kegantengannya saja. Ia lebih tertarik dan sudah jatuh hati pada Rani, gadis manis yang sangat luar biasa dimata Roy. Bikin adem kalau ngeliat mata Rani, bikin Roy gimana gitu. Ngeliat Rani aja bikin Roy adem, apalagi kalau sampai nikah, bisa damai banget tuh Roy.
“Woy jangkung mamen, ngapain lo disini? “sapa Teddy sok gaol banget. Nih makhluk adalah salah satu pendiri HFC alias Hira Fans Club. “Ngapain lo disini? “ujar Teddy lagi sambil tebar pesona saat sekelompok cewek jalan didepan mereka. “Hai….”,  sapa Teddy nyengir, cewek-cewek yang disapa pada males ngeliat nya. Kasian…
“Ngapain lo disini, Roy?
“Nungguin ojek. “jawab Roy ngasal.
“Apa! OJEK? Sejak kapan elo demen sama tukang ojek? “tanya Teddy dengan ekspresi bodoh.
Roy melotot kearah Teddy. “Sejak neneknya nenek gue belum lahir. Lo tau nggak kapan nenek nya nenek gue lahir? “tanya Roy bener-bener ngasal. Entah kenapa pertanyaan itu muncul diotak bodohnya. Namanya juga otak bodoh, yang pasti pertanyaan-pertanyaan bodoh lah yang keluar dari congor Roy.
Teddy mikir sejenak mirip balon gas yang siap di gembosin.
Setelah berfikir keras, “Mana gue tau! ”jawab Teddy frustasi setelah pusing dengan pertanyaan macam itu.
Mata Roy terpaku pada sosok gadis manis yang sedang berjalan kearah mereka. Roy melupakan Teddy yang masih bodoh dengan pertanyaannya tadi. Pujaan hati Roy datang. Itu adalah Ranisa Putri, gadis sederhana yang begitu kaya dengan keistimewaan.
“Emangnya elo tau kapan neneknya nenek lo lahir, Roy? “, tanya Teddy tetap melanjutkan pertanyaan Roy tadi. Teddy sepertinya penasaran banget sama tahun lahir nenek nya nenek Roy. Padahal itukan hanya pertanyaan gak mutu dari mulut Roy. Mau aja Teddy dibodoh-bodohin sama orang bodoh kayak Roy. Roy bahkan lebih parah dari bodoh karena selalu kalah bermain Game dengan sepupunya yang masih lima tahun. Lagian ngapain sih ngurusin kapan neneknya nenek Roy lahir, wong Roy- nya aja nggak peduli. Teddy…Teddy….
“Pagi Rani..masuk bareng yuk!”, sapa Roy super duper ramah dengan sang pujaan hati.
Rani tersenyum, “Pagi Roy, Teddy. Yuk masuk”, jawab Rani lembut. Mendengar tutur lembut Rani membuat Roy serasa melayang keawan bareng Rani.
Rani berjalan menuju kelas disusul oleh Roy. Sementara Teddy masih sibuk menghitung tahun dimana manusia purba dilahirkan. Apa neneknya nenek Roy udah lahir waktu itu ya? Atau mungkin manusia purba sama neneknya nenek Roy temenan? pikir Teddy ngawur. Otak Teddy masih berusaha terus mencari angka yang tepat untuk tahun lahir neneknya nenek Roy. Wajah bego Teddy mirip ikan paus yang lagi tidur.
“Ayo Ted”, tarik Roy kepada Teddy yang masih terpaku karena penemuan mutakhirnya yang mampu mengubah sejarah dunia ini. Apalagi kalau sampai benar neneknya nenek Roy CS-an sama manusia purba, berarti Roy juga manusia purba dong, pikir Teddy sumringah.
Teddy menghayal seandainya penemuannya ini benar dan pastinya dia akan terkenal diseluruh dunia, baik dunia nyata mau pun dunianya para manusia purba. Homo Sapiens dan teman-temannya pun akan memuji penemuan Teddy ini karena menghargai kehidupan mereka dimasa lalu. Halah…
*** 
Jam dua belas siang teng, kelas usai. Anak-anak langsung berhamburan keluar kelas mencari tempat kosong dikantin kampus. Kayak anak SD banget. Jajan lalu ngerumpi adalah satu kesatuan dalam hidup ini. Roy nggak langsung kekantin, soalnya dia masih menunggu Rani yang masih berada diruang dosen. Roy jongkok kayak dijamban dilobi ruang dosen yang lumayan luas ini – padahal disampingnya ada bangku panjang buat duduk. Karena merasa lebih nyaman duduk dijamban ketimbang dikursi, Roy memilih jongkok lah untuk menarik perhatian orang lain.
“Roy sayang…,”tiba-tiba Hira muncul dengan manja sambil bergelendotan dilengan Roy yang kurus kering seperti ranting pohon mati. Kalau nih lengan patah gimana…
Sejak kapan nih wanita satu datang, kok Roy nggak nyadar ya. Yaaa Roy nggak nyadarlah, wong dari tadi sibuk ngeden dijamban. Menurut khayalan Roy, jamban merupakan ruang atau tempat yang asyik buat merenung dan menghayal. Bau yang menyengat yang dihasilkannya pun nggak bakalan mengganggu keasyikan Roy didalam ruang sempit itu. Betapa luar biasanya jamban ini.
Hira selalu muncul dimana pun Roy berada.
Walaupun yang menggoda Roy adalah wanita cantik tapi Roy risih dengan tingkah kakak kelasnya ini, apalagi kalau sampai yayang Rani melihat adegan yang nggak disensor ini, lalu Rani salah paham dan ngambek, bisa gawat darurat kan. Hira nggak peka banget sih kalau Roy udah jelas-jelas menolaknya.
“Sori kak, jangan begini dong kak, nggak enak diliatin orang.” Roy menjauhi tangan Hira dari lengannya. Hira cemberut.
Teddy sedang berjalan menuju Roy, soalnya Teddy mau ngajak Roy minggat pelajaran kedua nanti.  Roy melihat Teddy seolah meminta tolong agar Hira menjauh dari nya. Teddy melihat yayang Hira. Tanpa membuang-buang kesempatan yang ada saat ini, Teddy langsung menghampiri Hira, tapi sebelumnya Teddy merapikan dulu rambutnya. Niat minggat tadi pun lenyap hilang entah kemana. Pujaan hati ada disini, Teddy sungguh bahagia.
Roy akhirnya tertolong dari dekapan nenek sihir. “Hai kak Hira, udah makan siang belum? Mau kekantin bareng aku nggak. Tenang aja aku yang bayarin kok.”tawar Teddy ramah sambil malu-malu anjing gitu.
Teddykan jelas-jelas suka sama Hira, tapi sayangnya Hira nggak menyukai Teddy. Teddy bukanlah tipe Hira, siapapun tau itu. Tipe Hira bukanlah Badak bercula satu yang gede banget begini.
Mendapati kemesraan nya bersama Roy terganggu oleh Badak bercula satu ini, muka Hira langsung masam kayak mangga rujak. Teddy bukan tipe Hira. Dan Hira sangat anti sama orang gendut yang kerjaannya cuma makan doang.
Kasian sih sebenarnya melihat nasib Teddy ini. Ia sudah lama menyukai Hira, dan Teddy pulalah yang mencetuskan berdirinya HFC alias Hira Fans Club dikampusnya, dan nggak sia-sia kalau ternyata club ini ramai pengikutnya.
Tapi selama HFC berdiri sampai saat ini, Teddy belum juga berhasil menaklukkan hati Hira. Bahkan Hira nggak meliriknya sama sekali. Tak ada ucapan terima kasih dari Hira  karena HFC banyak Fans-nya, atau sekedar menciumnya untuk mengungkapkan rasa kekagumannya kepada Teddy. Sama sekali nggak pernah, tapi Teddy nggak pernah kecewa. Kulit badan Teddy setebal kulit wajahnya, makanya dia nggak pernah malu dan tak pernah menyerah untuk mendapatkan Hira.
“Ogah gue kekantin bareng elo, mending gue bareng yayang Roy tercinta. “ucap Hira kasar lalu memeluk Roy.
Roy kaget dan spontan mendorong tubuh Hira menjauh. Dipeluk mendadak seperti itu, Roy nggak siap dan seperti ada yang mengganjal didepan dada nya. Apalagi selama dia hidup, belum pernah ada wanita mana pun yang memeluknya selain mama.
Untung tubuh Hira nggak jatuh ketika Roy mendorongnya, karena Teddy dengan sigap langsung menangkap dan memeluk tubuh Hira yang hampir nyungsep dilantai.
PAAKKK…
Hira mendaratkan tangannya yang halus dan lembut itu kemuka Teddy. Roy kaget.Teddy shock saat tamparan sakit itu mendarat dengan tidak sopan dipipinya. Pipi Teddy berubah warna menjadi merah padam. Orang yang berada disekitar situ pun sepertinya melihat aksi sadis yang Hira lakukan kepada Teddy barusan. Mungkin ada beberapa orang yang kasihan melihat Teddy, tapi banyak juga yang senang dengan kekerasan yang Hira lakukan barusan karena setidak-nya itu menyadarkan Teddy bahwa dia bukanlah orang yang pantas buat Hira.
Sangar juga tuh cewek pikir Roy kaget gak percaya.
“Jangan berani-berani elo nyentuh gue!!“, bentak Hira kasar lalu pergi.
Teddy menunduk sedih sambil memegangi pipinya yang panas. Pukulan Hira begitu telak, sehingga mampu membuat pipi Teddy bolong.
Roy terdiam.
“Ted, elo ngga pa..?”, tanya Roy tertahan.
Teddy segera berlalu.
Teddy pergi sambil berlari dan menabrak Rani yang baru saja keluar ruangan dosen. Rani habis memberikan absen kelas yang diminta pak Andri tadi sebelum pelajaran usai.
“Teddy kenapa, Roy?“, tanya Rani heran karena muka Teddy sedih dan kesal.
Roy menarik napas lemas. “Ntar aku ceritain ya, aku mau sholat dulu“, ujar Roy baru inget kalau ini udah masuk waktu dzuhur. “Mau bareng? “, ajak Roy kepada Rani.
Rani mengangguk.
***
Siang-siang begini kantin emang rame banget. Karena jam seginilah penghuni perut pada konser. Ditambah lagi cuaca diluar sana panas banget, membuat siapapun akan mencari minuman dingin seperti Rani yang ditemani Caca, sahabatnya ini. Es campur enak ditelan tengah hari bolong begini.
“Emangnya kenapa kak Hira sampe nampar Teddy begitu, Ca? “, tanya Rani penasaran sekaligus nggak nyangka kalau Hira bisa sekasar itu.
“Gue juga kurang tau, Ran, kan gue gak disitu waktu kejadian, gue denger doang.  Tapi yang pasti kata temen-temen sekarang ini Teddy sedih banget..“, jawab Caca iba.
Teddy yang punya badan segeda kingkong itu bisa sedih juga.
Menyukai seseorang lalu diperlakukan seperti itu siapa sih yang nggak sedih. Caca tahu kalau Teddy sangat menyukai Hira. Walaupun sebenarnya hati Caca sakit mengetahui hal itu. Caca nggak bisa berbuat banyak selain mendukung Teddy sebagai orang yang ia sayangi. Bisa melihat Teddy setiap haripun udah buat Caca happy.
“Iya, kasian Teddy ya Ca. “ujar Rani iba sambil menyeruput es campur nya yang tinggal setengah.
***
hal 1
 
LANJUT HAL 2