2013/01/17

KUMPULAN CERITA ROY JANGKUNG GANTENG BANGET


CANTIK AJA NGGAK JAMINAN

GDUBRAK…
ADAWWW…”Roy meringis kesakitan.
Roy tersungkur dilantai gara-gara kaget.
HAHAHAHAAA…..Semua orang dikantin spontan tertawa melihat adegan Roy nyungsep dilantai dan itu sama sekali nggak hebat. Itu bukan adegan jagoan yang keren seperti di film-film, tapi lebih kepada memalukan. Dan Roy nggak terlihat ganteng dengan nyungsep dilantai seperti itu. Hira tak tertawa, mukanya masam.
“Aduh sakit, duduk kak. “ucap Roy sambil mijit-mijit punggungnya. Gila sakit BOOOK…
Wajah Hira memerah menahan marah. “Enggak perlu Roy, gue cuma mau ngasih jawaban surat yang elo kasih tadi ke gue. “ujar Hira dengan suara yang lumayan tinggi sambil melempar surat itu ke meja dan surat itu berhasil mendarat dipiring pempek Roy.
Semua penghuni kantin menoleh ke meja Roy.
“Bilang sama temen elo yang namanya Teddy itu ya, gue nggak akan pernah suka sama dia. “jelas Hira keras dan mampu membuat Roy terlihat seperti terdakwa saat ini didepan Hira. Roy kayak sedang divonis mati oleh hakim atas sebuah kejahatan. Jangan sampai kejahatan kelamin.
“Maaf kak, bisa kakak duduk dulu, kita obrolin baik-baik. “ujar Roy sopan dengan kakak kelasnya ini, apalagi Hira adalah seorang perempuan, kata mama Roy, terlebih seorang perempuan harus diperlakukan dengan baik.
Suasana kantin mulai grasak-grusuk, anak-anak sepertinya sudah mulai tertarik dengan apa yang terjadi dimeja Roy. Mereka mulai berbisik satu sama lain. Ada yang jelas-jelas terdengar mengatakan bahwa sicantik Hira menolak Roy Panjang. Dan ada pula yang bilang kalau Hira menuntut pertanggung jawaban Roy. Pertanggung jawaban apa? Kesan nya seperti Roy menghamili anak orang lalu kabur begitu saja. GILA.
Roy mulai nggak santai karena sepertinya dia nggak boleh santai menanggapi hal ini. Beberapa orang baru saja masuk kedalam kantin dan diantara orang-orang itu ada sosok Teddy yang datang ditarik oleh Fani. Teddy mendekati kerumunan orang yang seperti sedang mengantri BBM bersubsidi ini. Beberapa anak menyingkir saat Teddy memaksa memasuki kerumunan. Teddy tadi diberi tahu oleh Fani kalau sedang terjadi keributan besar dikantin gara-gara surat Teddy. Berlebihan sekali. Mendengar hal itu Teddy bergegas kekantin, karena Teddy nggak mau sampai Roy terlibat masalah karena surat cintanya untuk Hira. Roy sama sekali tak bersalah dalam hal ini – niat Roy hanya membantu.
Teddy akhirnya bisa menembus kerumunan orang-orang yang menghalanginya. Roy kaget begitu melihat Teddy. Teddy tersenyum kepada Roy. Hira bermuka masam ketika melihat orang yang tak tahu malu menurutnya ini muncul didepannya. Masih berani-beraninya nih orang muncul dihadapannya setelah mengiriminya surat cinta menjijikan itu.
Hira benar-benar kesal, lalu mendorong tubuh Teddy dengan kasar. Namun beruntungnya Teddy karena tubuhnya sama sekali nggak bergeser sedikit pun, ada untungnya juga Teddy bertubuh tambun, seenggaknya dia nggak tersungkur saat didorong. Tapi akan sangat lucu kalau tubuh tambun itu jatuh. Pasti susah banget bangunnya. Kayak kecoa yang tubuhnya dibalik. “pikir Roy iseng. Bisa-bisanya dalam keadaan seperti ini Roy memikirkan hal itu. Dasar Panjang bodoh.
“Gue nggak pernah suka sama elo. “tegas Hira dengan matanya yang membulat marah.
Teddy menunduk diam. Wajah Teddy yang polos sepertinya benar-benar terluka. Namun tak seharusnya Hira berteriak seperti itu. Roy tahu banget kalau Teddy tambun begitu tulus mencintai Hira. Roy kasihan melihat Teddy karena Teddy sama sekali gak pernah menuntut apapun dari Hira. Walaupun sebenarnya Hira sangat tidak berperasaan dimata Roy – namun Teddy tetap memberi ruang dihatinya untuk Hira. Seringkali Hira memanfaatkan Teddy untuk kepentingan Hira yang seharusnya bukan porsi Teddy untuk memenuhinya. Seperti contoh saat Jakarta diguyur hujan Gede, dengan seenaknya Hira meminta Teddy untuk menjemputnya. Padahal saat itu mereka sedang ada Quiz, dan Hira dengan biadab nya merengek minta dijemput disalon. Kata bang Aji Rhoma, sungguh terlaluu.
“Elo seharusnya ngaca pantes nggak bilang suka sama gue. Dan elo tuh mesti ganti muka dulu baru bilang cinta ke gue. “bentak Hira didepan muka Teddy dan didepan orang ramai.
Kantin riuh dan mulai memanas seru. Mereka sedikit mengejek Teddy karena gak pantas menyukai Hira. Tapi ada juga yang menyatakan bahwa Hira sangat keterlaluan mentang-mentang dia cantik.
Otak Roy panas mendengar kata-kata Hira yang terdengar benar-benar keterlaluan.
PRAAANGGG…
Semua orang kaget mendengar bunyi keras itu. Hira dan Teddy pun kaget. Semua orang yang berada disini mengarah kepada Roy.
“Elo nggak seharusnya ngomong gitu, kak!! “Bentak Roy berang. Rahang Roy mengeras marah. Makanan dan minuman yang ada diatas meja Roy tadi terbang saat tangan Roy menggrebak meja.
Hira kaget luar biasa ketika tahu sosok Roy bisa semarah ini.
“Bukan urusan elo, Roy. “teriak Hira dengan suara yang sedikit takut.
Roy menghampiri Teddy. “Gue tahu Teddy tulus banget mencintai elo kak, dia rela berkorban buat kak Hira. Tapi gue sama sekali nggak nyangka kalo elo tega nyakitin dia. “jelas Roy sambil menepuk pundak Teddy. “ Cinta memang nggak bisa dipaksain. Tapi nggak ada salahnya jika cinta itu hadir pada orang yang menurut kita salah. Gue tahu Teddy orang yang baik walaupun dia nggak setampan gue, (masih sempet-sempetnya Roy kepedean – dan orang-orang tertawa mendengar kepedean Roy) tapi gue yakin dia punya hati yang tulus buat elo kak yang mungkin ketulusan Teddy gak akan bisa lo dapetin dari cowok mana pun. “jelas Roy bangga terhadap Teddy.
Baru kali ini Roy ngomongnya bener.
Apa yang barusan Roy katakan membuat Teddy salut bangga. Rani tersenyum manis. Teddy salut kepada Roy yang masih tetap berusaha menghormati Hira sebagai kakak kelas mereka. Roy masih sopan berbicara dengan Hira tanpa harus menghina dia dan membuat malu dia. Orang-orang yang melihat kejadian ini pun seperti nya memuji kebijaksanaan Roy sebagai seorang laki-laki. Tak sedikit orang salut sama Roy. Bahkan beberapa cewek mulai tergila-gila pada Roy bahkan yang sudah nge-fans pun makin jadi gila karena Roy ternyata bisa sekeren ini. Adi yang dari tadi berada disitu pun bangga punya sahabat seperti Roy.
“Yang pasti gue nggak akan pernah suka sama elo! “jelas Hira didepan muka Teddy lalu pergi meninggalkan kantin disusul oleh Fani.
Teddy sama sekali nggak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar malu, terlebih lagi sepertinya semua mata memandangnya rendah. Roy nggak enak hati melihat Teddy. Adi menghampiri Roy. Roy tahu sekali kalau hati Teddy benar-benar menangis. Teddy meninggalkan Roy. Roy ingin mengejar tapi tangannya ditahan oleh Rani. Menurut Rani biarkan Teddy sendiri dulu. Dan menurut Adi, Rani benar.
***
Roy sudah dikamar, dan masih memikirkan Teddy. Roy merasa sangat bersalah gara-gara sarannya menyuruh Teddy buat surat cinta, akhirnya masalah nya jadi tambah runyam. Otak Roy penuh dengan rasa bersalah. Terlebih tadi saat pelajaran kedua, Teddy gak masuk kelas lagi. Roy memastikan kalau Teddy benar-benar kecewa dan marah. Roy akan menyiapkan mentalnya untuk kemarahan yang luar biasa dari Teddy nanti. Siap-siap saja Roy jadi perkedel. Aduhhh…
***
Rasa bersalah Roy makin besar karena sudah tiga hari ini Teddy nggak masuk  kampus. Roy sudah berusaha nelpon Teddy tapi hapenya gak aktip. Berkali-kali usaha itu gagal, tapi hari ini Roy dibuat takjub dengan kemunculan Teddy yang tiba-tiba dengan senyum yang lebar. Sepertinya Teddy sudah bisa melupakan peristiwa bersejarah tempo hari dari ingatannya. Bagus sekali. Roy sumringah senang karena nggak akan dibunuh oleh Teddy lantaran ide surat cintanya itu. Roy lega masih bisa hidup.
Jam dua belas siang kelas pertama selesai dengan diberikannya tugas kelompok membuat Story Board Video Clip band-band papan atas. Dikumpulkan dua minggu lagi. Roy puyeng mendapat tugas semacam ini. Apa semua mahasiswa Broadcast dapet tugas beginian ya?.
Dari pada puyeng mikirinnya, kelima orang ini bergegas ke Mushola kampus. Sholat dulu. Biar tenang. Siapa tahu setelah sholat dapet ide buat tugas mereka nantinya.
***
Selesai sholat kelima nya langsung kekantin. Suasana kantin penuh dengan pemburu makanan. Kelima bocah ini langsung memesan makanan. Sebelum makanan datang kelima sahabat ini main tebak-tebakan.
Dan tiba-tiba Caca ngomong “Kemaren gue liat Bunga sama banci. “seru Caca spontan ngebuat yang lain sakit jiwa. Apalagi Adi, dia langsung semaput. Sama banci yang benar aja. Pasti Caca ngarang. Walaupun mereka sering cek-cok, tapi nggak seharusnya Caca menghina Bunga sesadis itu, sama banci pula. Jelas Adi gak terima, karena Adi suka Bunga.
“Mata elo katarak kali, Ca, mana mungkin Bunga sama banci. “jawab Adi membantah dan sama sekali nggak percaya.
Yang lain pun setuju dengan bantahan Adi.
“Walaupun dia frustrasi karena gue tolak, nggak mungkin lah Bunga sampe jadi putus asa terus milih jadian sama banci. “ujar Adi sok banget sambil ngupil.
Pesanan yang ditunggu datang juga. Caca langsung melahap nasi sotonya.
“Emangnya elo liat dia sama banci dimana, Ca? “tanya Adi melanjutkan pertanyaan nya. Tampak masih penasaran. Sedangkan yang lain berkonsentrasi sama makanannya masing-masing.
“Di salon. Dia lagi potong rambut, terus yang motongin banci. “jawab Caca polos ngeselin. Adi langsung menjitaknya. Adi melotot kesal.“Dasar lo sarap. “oceh Adi jengkel.
Roy nggak peduli dengan kelakuan kedua bocah itu-karena dia sudah benar-benar lapar. Sementara Teddy sibuk nambahin cabai kemakanannya. Roy melihat yayang Rani lalu tersenyum, Rani balas senyum dan Roy menikmati senyum manis Rani.
Pelayan datang lagi membawakan makanan. Itu semua pesenan Teddy. Gile banyak banget. “Banyak banget Ted, emangnya badan elo kurang gede apah? “tanya Roy takjub pengen muntah. Soalnya makanan yang sebelumnya Teddy pesen juga belum abis. Gila nih anak. Roy nelen ludah. Anaknya Gorila lari dari utan cari makan kesini. Satu meja penuh isinya makananTeddy doang.
Roy tengah asyik ngembat siomay Adi, dan tak sengaja mata nya melihat Hira bersama teman-temannya masuk kekantin. Roy melirik Teddy yang duduk membelakangi pintu kantin, dan bisa dipastikan Teddy nggak tahu kalau Hira ada disini.
“Roy, gue mau bilang makasih sama elo. “ujar Teddy setelah menghabiskan semua makanannya.
Roy masih asyik melahap makanannya, bahkan sampai berebutan tulang ayam dengan Adi.
“Buat apa bilang makasih, Ted? “tanya Roy setelah mampu menyingkirkan Adi. Lalu Roy dengan bengisnya memakan tulang ayam itu, Adi menangis lalu mengorek-ngorek kuah bakso Teddy. Hehehehee.
“Atas kejadian tempo hari.
Roy masih fokus makan. “Owh, gue yang harusnya minta maaf sama elo Ted, gara-gara saran gue buat kasih surat cinta ke kak Hira, elo jadi dimaki-maki sama dia. “jelas Roy sambil menjilat tulang ayamnya.
“Lupain aja, Roy. Gue malah berterima kasih banget sama elo. Seenggaknya karena elo gue sadar kalau cantik itu tak selalu cantik kalau hati nya gak ikutan cantik. Karena selama ini gue suka sama dia karena dia memang cantik banget. Dan sorry kemaren gue bolos lagi. Gue kemaren sempet cerita sama sepupu gue, dia bilang dia kenal sama Hira, soalnya Hira itu simpanan om nya temen dia. Hira terkenal dikampus mereka. Reputasi Hira bikin gue gak percaya kalau Hira ngemanfaatin kecantikannya buat ngedapetin cowok-cowok kaya. “jelas Teddy sedih. Seolah Teddy sama sekali gak percaya dengan apa yang ia katakan barusan. Tapi itulah kenyataan yang harus dia hadapi.
Adi menghentikan aktivitas nya mengorek-ngorek sisa makanan. “Yang bener lo? “tanya Adi yang ternyata nyimak cerita Teddy barusan.
Teddy mengangguk.
“Mungkin Hira yang lain kali Ted? Bukan Hira anak kampus kita? “tanya Roy seolah berharap Hira yang dimaksud bukanlah Hira kakak kelas mereka. Karenakan didunia ini nama Hira nggak mungkin cuma satu. Bahkan katanya kita ini ada kembar tujuh.
Teddy melihat kearah Hira yang tengah asyik makan dengan beberapa orang temannya. Roy menepuk pundak Teddy untuk menenangkannya. “Hira kampus kita Roy, sepupu gue udah mastiin itu kegue. Walaupun awalnya gue gak percaya. “jelas Teddy berusaha tenang.
Roy iba.
“Walaupun rasanya sakit banget, gue pasti bisa kok perlahan ngelupain dia. Kemaren gue nggak masuk beberapa hari itu karena gue sama sepupu gue nyelidikin Hira, dan semua nya memang benar seperti apa yang sepupu gue bilang. “jawab Teddy lemah. Kelihatan banget kalau Teddy terpukul dengan hal ini. Kenyataan pahit yang harus dia telan dalam urusan cinta yang seharusnya indah.
“Suatu saat elo pasti dapetin seseorang yang lebih baik kok, Ted. “ujar Roy sambil melirik Caca.
Caca menunduk malu. Malu-malu mau.
“Iya elo bener Roy. Mulai saat ini gue nggak akan ganggu hidup Hira lagi. Gue akan mikirin masa depan gue, sambil pelan-pelan cari cewek yang baik buat gue. “ucap Teddy lega walaupun masih ada beban berat dihatinya.
“Temen kita yang satu ini ada. “celetuk Adi kepada Teddy. Adi menyikut lengan Caca. Caca malu.
Teddy tersenyum sambil melirik Caca dan berkata dalam hati-boleh juga nih Caca. Roy dan Rani sangat setuju kalau hati Teddy berlabuh dihati Caca karena Caca memang menyukai Teddy. 
Akhirnya Teddy bisa lebih lega setelah mengetahui semuanya dan berusaha melupakan semua kejadian kemaren dan yang lebih penting bisa melupakan Hira dengan lembaran baru yang pasti lebih baik. Karena cinta sejati akan saling menjaga satu sama lainnya. Dan cantik itu tak selalu cantik. Yang penting itu cantik dari dalam.
END
Meisya 0819.9568.0064