CANTIK
AJA NGGAK JAMINAN
GDUBRAK…
ADAWWW…”Roy
meringis kesakitan.
Roy
tersungkur dilantai gara-gara kaget.
HAHAHAHAAA…..Semua
orang dikantin spontan tertawa melihat adegan Roy nyungsep dilantai dan itu sama
sekali nggak hebat. Itu bukan adegan jagoan yang keren seperti di film-film,
tapi lebih kepada memalukan. Dan Roy nggak terlihat ganteng dengan nyungsep
dilantai seperti itu. Hira tak tertawa, mukanya masam.
“Aduh
sakit, duduk kak. “ucap Roy sambil mijit-mijit punggungnya. Gila sakit BOOOK…
Wajah
Hira memerah menahan marah. “Enggak perlu Roy, gue cuma mau ngasih jawaban
surat yang elo kasih tadi ke gue. “ujar Hira dengan suara yang lumayan tinggi
sambil melempar surat itu ke meja dan surat itu berhasil mendarat dipiring pempek
Roy.
Semua
penghuni kantin menoleh ke meja Roy.
“Bilang
sama temen elo yang namanya Teddy itu ya, gue nggak akan pernah suka sama dia.
“jelas Hira keras dan mampu membuat Roy terlihat seperti terdakwa saat ini
didepan Hira. Roy kayak sedang divonis mati oleh hakim atas sebuah kejahatan.
Jangan sampai kejahatan kelamin.
“Maaf
kak, bisa kakak duduk dulu, kita obrolin baik-baik. “ujar Roy sopan dengan
kakak kelasnya ini, apalagi Hira adalah seorang perempuan, kata mama Roy, terlebih
seorang perempuan harus diperlakukan dengan baik.
Suasana
kantin mulai grasak-grusuk, anak-anak sepertinya sudah mulai tertarik dengan
apa yang terjadi dimeja Roy. Mereka mulai berbisik satu sama lain. Ada yang
jelas-jelas terdengar mengatakan bahwa sicantik Hira menolak Roy Panjang. Dan
ada pula yang bilang kalau Hira menuntut pertanggung jawaban Roy. Pertanggung
jawaban apa? Kesan nya seperti Roy menghamili anak orang lalu kabur begitu saja.
GILA.
Roy
mulai nggak santai karena sepertinya dia nggak boleh santai menanggapi hal ini.
Beberapa orang baru saja masuk kedalam kantin dan diantara orang-orang itu ada
sosok Teddy yang datang ditarik oleh Fani. Teddy mendekati kerumunan orang yang
seperti sedang mengantri BBM bersubsidi ini. Beberapa anak menyingkir saat
Teddy memaksa memasuki kerumunan. Teddy tadi diberi tahu oleh Fani kalau sedang
terjadi keributan besar dikantin gara-gara surat Teddy. Berlebihan sekali.
Mendengar hal itu Teddy bergegas kekantin, karena Teddy nggak mau sampai Roy
terlibat masalah karena surat cintanya untuk Hira. Roy sama sekali tak bersalah
dalam hal ini – niat Roy hanya membantu.
Teddy
akhirnya bisa menembus kerumunan orang-orang yang menghalanginya. Roy kaget begitu
melihat Teddy. Teddy tersenyum kepada Roy. Hira bermuka masam ketika melihat
orang yang tak tahu malu menurutnya ini muncul didepannya. Masih
berani-beraninya nih orang muncul dihadapannya setelah mengiriminya surat cinta
menjijikan itu.
Hira
benar-benar kesal, lalu mendorong tubuh Teddy dengan kasar. Namun beruntungnya
Teddy karena tubuhnya sama sekali nggak bergeser sedikit pun, ada untungnya
juga Teddy bertubuh tambun, seenggaknya dia nggak tersungkur saat didorong.
Tapi akan sangat lucu kalau tubuh tambun itu jatuh. Pasti susah banget
bangunnya. Kayak kecoa yang tubuhnya dibalik. “pikir Roy iseng. Bisa-bisanya
dalam keadaan seperti ini Roy memikirkan hal itu. Dasar Panjang bodoh.
“Gue
nggak pernah suka sama elo. “tegas Hira dengan matanya yang membulat marah.
Teddy
menunduk diam. Wajah Teddy yang polos sepertinya benar-benar terluka. Namun tak
seharusnya Hira berteriak seperti itu. Roy tahu banget kalau Teddy tambun
begitu tulus mencintai Hira. Roy kasihan melihat Teddy karena Teddy sama sekali
gak pernah menuntut apapun dari Hira. Walaupun sebenarnya Hira sangat tidak
berperasaan dimata Roy – namun Teddy tetap memberi ruang dihatinya untuk Hira.
Seringkali Hira memanfaatkan Teddy untuk kepentingan Hira yang seharusnya bukan
porsi Teddy untuk memenuhinya. Seperti contoh saat Jakarta diguyur hujan Gede,
dengan seenaknya Hira meminta Teddy untuk menjemputnya. Padahal saat itu mereka
sedang ada Quiz, dan Hira dengan biadab nya merengek minta dijemput disalon.
Kata bang Aji Rhoma, sungguh terlaluu.
“Elo
seharusnya ngaca pantes nggak bilang suka sama gue. Dan elo tuh mesti ganti
muka dulu baru bilang cinta ke gue. “bentak Hira didepan muka Teddy dan didepan
orang ramai.
Kantin
riuh dan mulai memanas seru. Mereka sedikit mengejek Teddy karena gak pantas
menyukai Hira. Tapi ada juga yang menyatakan bahwa Hira sangat keterlaluan
mentang-mentang dia cantik.
Otak
Roy panas mendengar kata-kata Hira yang terdengar benar-benar keterlaluan.
PRAAANGGG…
Semua
orang kaget mendengar bunyi keras itu. Hira dan Teddy pun kaget. Semua orang
yang berada disini mengarah kepada Roy.
“Elo
nggak seharusnya ngomong gitu, kak!! “Bentak Roy berang. Rahang Roy mengeras
marah. Makanan dan minuman yang ada diatas meja Roy tadi terbang saat tangan
Roy menggrebak meja.
Hira
kaget luar biasa ketika tahu sosok Roy bisa semarah ini.
“Bukan
urusan elo, Roy. “teriak Hira dengan suara yang sedikit takut.
Roy
menghampiri Teddy. “Gue tahu Teddy tulus banget mencintai elo kak, dia rela
berkorban buat kak Hira. Tapi gue sama sekali nggak nyangka kalo elo tega
nyakitin dia. “jelas Roy sambil menepuk pundak Teddy. “ Cinta memang nggak bisa
dipaksain. Tapi nggak ada salahnya jika cinta itu hadir pada orang yang menurut
kita salah. Gue tahu Teddy orang yang baik walaupun dia nggak setampan gue,
(masih sempet-sempetnya Roy kepedean – dan orang-orang tertawa mendengar
kepedean Roy) tapi gue yakin dia punya hati yang tulus buat elo kak yang
mungkin ketulusan Teddy gak akan bisa lo dapetin dari cowok mana pun. “jelas
Roy bangga terhadap Teddy.
Baru
kali ini Roy ngomongnya bener.
Apa
yang barusan Roy katakan membuat Teddy salut bangga. Rani tersenyum manis. Teddy
salut kepada Roy yang masih tetap berusaha menghormati Hira sebagai kakak kelas
mereka. Roy masih sopan berbicara dengan Hira tanpa harus menghina dia dan
membuat malu dia. Orang-orang yang melihat kejadian ini pun seperti nya memuji
kebijaksanaan Roy sebagai seorang laki-laki. Tak sedikit orang salut sama Roy.
Bahkan beberapa cewek mulai tergila-gila pada Roy bahkan yang sudah nge-fans
pun makin jadi gila karena Roy ternyata bisa sekeren ini. Adi yang dari tadi
berada disitu pun bangga punya sahabat seperti Roy.
“Yang
pasti gue nggak akan pernah suka sama elo! “jelas Hira didepan muka Teddy lalu
pergi meninggalkan kantin disusul oleh Fani.
Teddy
sama sekali nggak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar malu, terlebih lagi sepertinya
semua mata memandangnya rendah. Roy nggak enak hati melihat Teddy. Adi
menghampiri Roy. Roy tahu sekali kalau hati Teddy benar-benar menangis. Teddy
meninggalkan Roy. Roy ingin mengejar tapi tangannya ditahan oleh Rani. Menurut
Rani biarkan Teddy sendiri dulu. Dan menurut Adi, Rani benar.
***
Roy
sudah dikamar, dan masih memikirkan Teddy. Roy merasa sangat bersalah gara-gara
sarannya menyuruh Teddy buat surat cinta, akhirnya masalah nya jadi tambah
runyam. Otak Roy penuh dengan rasa bersalah. Terlebih tadi saat pelajaran
kedua, Teddy gak masuk kelas lagi. Roy memastikan kalau Teddy benar-benar
kecewa dan marah. Roy akan menyiapkan mentalnya untuk kemarahan yang luar biasa
dari Teddy nanti. Siap-siap saja Roy jadi perkedel. Aduhhh…
***
Rasa
bersalah Roy makin besar karena sudah tiga hari ini Teddy nggak masuk kampus. Roy sudah berusaha nelpon Teddy tapi
hapenya gak aktip. Berkali-kali usaha itu gagal, tapi hari ini Roy dibuat
takjub dengan kemunculan Teddy yang tiba-tiba dengan senyum yang lebar.
Sepertinya Teddy sudah bisa melupakan peristiwa bersejarah tempo hari dari
ingatannya. Bagus sekali. Roy sumringah senang karena nggak akan dibunuh oleh
Teddy lantaran ide surat cintanya itu. Roy lega masih bisa hidup.
Jam
dua belas siang kelas pertama selesai dengan diberikannya tugas kelompok
membuat Story Board Video Clip band-band papan atas. Dikumpulkan dua minggu
lagi. Roy puyeng mendapat tugas semacam ini. Apa semua mahasiswa Broadcast
dapet tugas beginian ya?.
Dari
pada puyeng mikirinnya, kelima orang ini bergegas ke Mushola kampus. Sholat
dulu. Biar tenang. Siapa tahu setelah sholat dapet ide buat tugas mereka nantinya.
***
Selesai
sholat kelima nya langsung kekantin. Suasana kantin penuh dengan pemburu
makanan. Kelima bocah ini langsung memesan makanan. Sebelum makanan datang
kelima sahabat ini main tebak-tebakan.
Dan
tiba-tiba Caca ngomong “Kemaren gue liat Bunga sama banci. “seru Caca spontan
ngebuat yang lain sakit jiwa. Apalagi Adi, dia langsung semaput. Sama banci
yang benar aja. Pasti Caca ngarang. Walaupun mereka sering cek-cok, tapi nggak
seharusnya Caca menghina Bunga sesadis itu, sama banci pula. Jelas Adi gak
terima, karena Adi suka Bunga.
“Mata
elo katarak kali, Ca, mana mungkin Bunga sama banci. “jawab Adi membantah dan sama
sekali nggak percaya.
Yang
lain pun setuju dengan bantahan Adi.
“Walaupun
dia frustrasi karena gue tolak, nggak mungkin lah Bunga sampe jadi putus asa terus
milih jadian sama banci. “ujar Adi sok banget sambil ngupil.
Pesanan
yang ditunggu datang juga. Caca langsung melahap nasi sotonya.
“Emangnya
elo liat dia sama banci dimana, Ca? “tanya Adi melanjutkan pertanyaan nya. Tampak
masih penasaran. Sedangkan yang lain berkonsentrasi sama makanannya
masing-masing.
“Di
salon. Dia lagi potong rambut, terus yang motongin banci. “jawab Caca polos
ngeselin. Adi langsung menjitaknya. Adi melotot kesal.“Dasar lo sarap. “oceh
Adi jengkel.
Roy
nggak peduli dengan kelakuan kedua bocah itu-karena dia sudah benar-benar
lapar. Sementara Teddy sibuk nambahin cabai kemakanannya. Roy melihat yayang
Rani lalu tersenyum, Rani balas senyum dan Roy menikmati senyum manis Rani.
Pelayan
datang lagi membawakan makanan. Itu semua pesenan Teddy. Gile banyak banget.
“Banyak banget Ted, emangnya badan elo kurang gede apah? “tanya Roy takjub
pengen muntah. Soalnya makanan yang sebelumnya Teddy pesen juga belum abis.
Gila nih anak. Roy nelen ludah. Anaknya Gorila lari dari utan cari makan
kesini. Satu meja penuh isinya makananTeddy doang.
Roy
tengah asyik ngembat siomay Adi, dan tak sengaja mata nya melihat Hira bersama
teman-temannya masuk kekantin. Roy melirik Teddy yang duduk membelakangi pintu
kantin, dan bisa dipastikan Teddy nggak tahu kalau Hira ada disini.
“Roy,
gue mau bilang makasih sama elo. “ujar Teddy setelah menghabiskan semua
makanannya.
Roy
masih asyik melahap makanannya, bahkan sampai berebutan tulang ayam dengan Adi.
“Buat
apa bilang makasih, Ted? “tanya Roy setelah mampu menyingkirkan Adi. Lalu Roy
dengan bengisnya memakan tulang ayam itu, Adi menangis lalu mengorek-ngorek
kuah bakso Teddy. Hehehehee.
“Atas
kejadian tempo hari.
Roy
masih fokus makan. “Owh, gue yang harusnya minta maaf sama elo Ted, gara-gara
saran gue buat kasih surat cinta ke kak Hira, elo jadi dimaki-maki sama dia.
“jelas Roy sambil menjilat tulang ayamnya.
“Lupain
aja, Roy. Gue malah berterima kasih banget sama elo. Seenggaknya karena elo gue
sadar kalau cantik itu tak selalu cantik kalau hati nya gak ikutan cantik.
Karena selama ini gue suka sama dia karena dia memang cantik banget. Dan sorry
kemaren gue bolos lagi. Gue kemaren sempet cerita sama sepupu gue, dia bilang
dia kenal sama Hira, soalnya Hira itu simpanan om nya temen dia. Hira terkenal
dikampus mereka. Reputasi Hira bikin gue gak percaya kalau Hira ngemanfaatin
kecantikannya buat ngedapetin cowok-cowok kaya. “jelas Teddy sedih. Seolah
Teddy sama sekali gak percaya dengan apa yang ia katakan barusan. Tapi itulah
kenyataan yang harus dia hadapi.
Adi
menghentikan aktivitas nya mengorek-ngorek sisa makanan. “Yang bener lo? “tanya
Adi yang ternyata nyimak cerita Teddy barusan.
Teddy
mengangguk.
“Mungkin
Hira yang lain kali Ted? Bukan Hira anak kampus kita? “tanya Roy seolah
berharap Hira yang dimaksud bukanlah Hira kakak kelas mereka. Karenakan didunia
ini nama Hira nggak mungkin cuma satu. Bahkan katanya kita ini ada kembar
tujuh.
Teddy
melihat kearah Hira yang tengah asyik makan dengan beberapa orang temannya. Roy
menepuk pundak Teddy untuk menenangkannya. “Hira kampus kita Roy, sepupu gue
udah mastiin itu kegue. Walaupun awalnya gue gak percaya. “jelas Teddy berusaha
tenang.
Roy
iba.
“Walaupun
rasanya sakit banget, gue pasti bisa kok perlahan ngelupain dia. Kemaren gue
nggak masuk beberapa hari itu karena gue sama sepupu gue nyelidikin Hira, dan
semua nya memang benar seperti apa yang sepupu gue bilang. “jawab Teddy lemah. Kelihatan
banget kalau Teddy terpukul dengan hal ini. Kenyataan pahit yang harus dia
telan dalam urusan cinta yang seharusnya indah.
“Suatu
saat elo pasti dapetin seseorang yang lebih baik kok, Ted. “ujar Roy sambil
melirik Caca.
Caca
menunduk malu. Malu-malu mau.
“Iya
elo bener Roy. Mulai saat ini gue nggak akan ganggu hidup Hira lagi. Gue akan
mikirin masa depan gue, sambil pelan-pelan cari cewek yang baik buat gue. “ucap
Teddy lega walaupun masih ada beban berat dihatinya.
“Temen
kita yang satu ini ada. “celetuk Adi kepada Teddy. Adi menyikut lengan Caca. Caca
malu.
Teddy
tersenyum sambil melirik Caca dan berkata dalam hati-boleh juga nih Caca. Roy
dan Rani sangat setuju kalau hati Teddy berlabuh dihati Caca karena Caca memang
menyukai Teddy.
Akhirnya
Teddy bisa lebih lega setelah mengetahui semuanya dan berusaha melupakan semua
kejadian kemaren dan yang lebih penting bisa melupakan Hira dengan lembaran
baru yang pasti lebih baik. Karena cinta sejati akan saling menjaga satu sama
lainnya. Dan cantik itu tak selalu cantik. Yang penting itu cantik dari dalam.
END
Meisya 0819.9568.0064
No comments:
Post a Comment