eps
CANTIK
AJA NGGAK JAMINAN
Badan udah berpeluh keringat.Menggenjot
vespa ijo menterengnya bukanlah ide
bagus. Padahal setengah jam lagi kelas perdana akan
dimulai dan sialnya vespa
ijo mentereng Roy ngga bisa
diajak ngebut. Ditambah lagi kondisi Jakarta yang selalu macet. Fiiuuuh...lagi-lagi Roy mengelap keringatnya dengan kaos.
Roy,
cowok kurus panjang alias jangkung ini masih untung punya wajah yang sedikit lebih bagus dari
jelek. Dan Roy pun lagi-lagi masih beruntung karena masih ada cewek yang mau jadi pacarnya.
Udah punya pacar bukan berarti nggak bisa kenalan
sama yang lain. Rasa penasaran Roy
pada adik-adik kelasnya yang baru begitu besar. Soalnya kemarin dia nggak bisa
jadi Mentor buat ngospek MABA, makanya sekarang Roy pengen lihat wajah-wajah
baru dikampusnya. Siapa tahu tahun ini ada yang bening. Kan bisa dijadiin cemilan. Ahay…
Setelah
melewati rintangan yang menghalang
serta kepanasan pluuusss sempet-sempet nya Roy dimaki-maki sama abang Bajaj karena nyalip tepat didepan mulut Bajajnya, untung tuh Bajaj ngga bersentuhan langsung sama vespa butut Roy, kalau sampai kena kan berabe, mahal biaya perbaikan nya karena
harus mempertajam lagi congornya.
Akhirnya Roy sampai dikampus
tercintanya. Tapi Roy kepikiran soal Bajaj tadi, bukan kepikiran karena hampir berciuman, tapi berfikir soal ke-eleganan alat transportasi unik itu. Pasalnya belum
apa-apa tuh congor Bajaj
pasti udah maju duluan, dan bisa dipastikan vespa Roy akan kalah telak dengannya.
Roy
berhenti didepan gerbang kampus buat selonjoran dulu disini. Nangkring didepan gerbang kampus merupakan salah satu hobi Roy, dan
hobi ini sering kali mengganggu
orang lain. Sudah sering kali Roy diusir oleh pak Diman - satpam kampus yang sangarnya melebihi Dept Collector untuk nggak nangkring disini, tapi Roy tetap cuek sama sekali nggak pernah mau mendengarkan kata-kata pak
Diman. Pada akhirnya pak Diman pun lelah menegur Roy, mendingan diemin aja. Cowok panjang berwajah ganteng banget menurut dirinya
sendiri ini emang susah dibilangin.
##
“Pagi kak Roy….”sapa
beberapa cewek yang dapat
dipastikan mereka adalah mahasiswa baru dikampus ini. Wajah-wajah fresh yang baru keluar dari bungkusannya.
Tanpa
perlu mengeluarkan sepatah katapun, cewek-cewek kece tadi pun sudah paham dengan
pesona ketampanan gue, “pikir Roy bangga.
Roy
hanya menyunggingkan senyum termanis nya. Meskipun nggak ikut OSPEK kemaren, ternyata
dirinya sudah terkenal. Betapa beruntungnya Roy.
Roy
masih asyik tebar pesona, cengengesan kayak orang setres.
“Pagi
Roy…ntar malem jalan yuk.”ujar Hira tiba-tiba
nempelin Roy menggodanya
dengan genit ala tante-tante girang
yang
doyan berondong.
Aksi tebar pesona Roy pun akhirnya terhenti karena kedatangan makhluk satu ini. Melihat Hira yang genitnya luar biasa ini bikin Roy
merinding takut ketimbang senang. “Sori kak, ntar malem gue udah ada
janji. Sori banget ya kak
gue nggak bisa. “jawab Roy gemeteran
saking takutnya. Roy pun hanya bisa ngarang bebas untuk menghindar dari gadis
cantik nan genit ini. Dari pada dia dimakan sama nih cewek, mendingan
menghindar.
“Ya
udah deh kalo gitu. “jawab Hira pasrah dengan mulut berlipat karena bete. Gagal lagi gagal
lagi. Kapan sih nih Roy bisa gue taklukin. “Gue masuk dulu ya sayang, dahh
sayang….”, Hira meninggalkan Roy.
Hira
melenggang bak model didepan Roy. Sebelum benar-benar menghilang dari
pandangan, Hira masih sempet manggil Roy,“Roy, I Love You….”teriak Hira lalu
menghilang dibalik gedung kampus.
WHAATT!!!
Roy berasa dilecehin dengan kata-kata nya barusan. Roy menunduk dan melihat
sekitar. Beberapa pasang mata melihatnya nggak suka dan iba. Perlahan Roy menyadari kejantanannya mulai luntur karena Hira.
Siiallll….
***
Hira
memang gadis yang cantik, apalagi ditambah dengan body nya yang aduhai molek.
Nggak diraguin lagi deh kalau Hira emang sempurna banget. Bahkan
isi kampus pun nggak ada yang berani menyangkal kecantikan nya. Anak kecil sampai orang tua juga pasti setuju kalau Hira
cantik banget
dan cewek-cewek pasti pada
minder karena merasa dunia ini nggak adil banget dengan menurunkan sosok cantik
seperti Hira.
Namun
adanya kesempurnaan yang dimiliki seseorang, pasti dia
pun memiliki suatu kekurangan, begitu pula dengan Hira. Desas desus kabar
seantero kampus pun terdengar kalau Hira merupakan
simpanan om-om. Walaupun masih
desas desus yang masih belum jelas kebenarannya, ada yang percaya meskipun
prosentasenya sedikit. Hebatnya kabar
itu sama sekali nggak mengurangi kepopuleran Hira sebagai cewek cantik dikampus ini. Banyak yang bilang kalau kabar itu hanyalah kabar yang muncul karena
cemburu pada kecantikannya saja.
Menjadi
pacar Hira merupakan dambaan setiap laki-laki. Dijadikan pacar kesekian pun oleh Hira tak akan membuat para makhluk berjakun disini
kecewa. Waw...betapa dahsyatnya pesona Hira bagi mereka.
Beruntunglah
Roy termasuk cowok yang Hira suka, tapi dasar nggak tau diuntung, Roy nggak
tertarik dengan Hira. Buat Roy, Hira hanya lah gadis cantik yang diturunkan
sang pencipta untuk mengagumi kegantengannya saja. Ia lebih tertarik dan sudah
jatuh hati pada Rani, gadis manis
yang
sangat luar biasa dimata Roy. Bikin adem kalau ngeliat mata Rani, bikin Roy
gimana gitu. Ngeliat Rani aja bikin Roy adem, apalagi kalau sampai nikah, bisa
damai banget tuh Roy.
“Woy
jangkung mamen, ngapain lo disini? “sapa Teddy sok gaol banget. Nih makhluk adalah salah satu pendiri HFC alias Hira
Fans Club. “Ngapain lo disini? “ujar Teddy lagi sambil tebar pesona saat
sekelompok cewek jalan didepan mereka. “Hai….”,
sapa Teddy nyengir, cewek-cewek yang disapa pada males ngeliat nya.
Kasian…
“Ngapain
lo disini, Roy?
“Nungguin
ojek. “jawab Roy ngasal.
“Apa!
OJEK? Sejak kapan elo demen sama tukang ojek? “tanya Teddy dengan ekspresi bodoh.
Roy
melotot kearah Teddy. “Sejak neneknya nenek gue belum lahir. Lo tau nggak kapan
nenek nya nenek gue lahir? “tanya Roy bener-bener ngasal. Entah kenapa
pertanyaan itu muncul diotak bodohnya. Namanya juga otak bodoh, yang pasti
pertanyaan-pertanyaan bodoh lah yang keluar dari congor Roy.
Teddy
mikir sejenak mirip balon gas yang siap di gembosin.
Setelah
berfikir keras, “Mana gue tau! ”jawab Teddy frustasi setelah pusing dengan
pertanyaan macam itu.
Mata
Roy terpaku pada sosok gadis manis yang sedang berjalan kearah mereka. Roy
melupakan Teddy yang masih bodoh dengan pertanyaannya tadi. Pujaan hati Roy
datang. Itu adalah Ranisa Putri, gadis sederhana
yang begitu kaya dengan keistimewaan.
“Emangnya
elo tau kapan neneknya nenek lo lahir, Roy? “, tanya Teddy tetap melanjutkan
pertanyaan Roy tadi. Teddy sepertinya penasaran banget sama tahun lahir nenek
nya nenek Roy. Padahal itukan hanya pertanyaan gak mutu dari mulut Roy. Mau aja
Teddy dibodoh-bodohin sama orang bodoh kayak Roy. Roy bahkan lebih parah dari bodoh karena selalu kalah
bermain Game dengan sepupunya yang masih lima tahun. Lagian ngapain sih ngurusin kapan
neneknya nenek Roy lahir, wong Roy- nya aja nggak peduli. Teddy…Teddy….
“Pagi
Rani..masuk bareng yuk!”, sapa Roy super duper ramah dengan sang pujaan hati.
Rani
tersenyum, “Pagi Roy, Teddy. Yuk masuk”, jawab Rani lembut. Mendengar tutur
lembut Rani membuat Roy serasa melayang keawan bareng Rani.
Rani
berjalan menuju kelas disusul oleh Roy. Sementara Teddy masih sibuk menghitung
tahun dimana manusia purba dilahirkan. Apa neneknya nenek Roy udah lahir waktu
itu ya? Atau mungkin manusia purba sama neneknya nenek Roy temenan? pikir Teddy ngawur. Otak Teddy
masih berusaha terus mencari angka yang tepat untuk tahun lahir neneknya nenek
Roy. Wajah bego Teddy mirip ikan paus yang lagi tidur.
“Ayo
Ted”, tarik Roy kepada Teddy yang masih terpaku karena penemuan mutakhirnya
yang mampu mengubah sejarah dunia ini. Apalagi kalau sampai benar neneknya
nenek Roy CS-an sama manusia purba, berarti Roy juga manusia purba dong, pikir
Teddy sumringah.
Teddy
menghayal seandainya penemuannya ini benar dan pastinya dia akan terkenal
diseluruh dunia, baik dunia nyata mau pun dunianya para manusia purba. Homo
Sapiens dan teman-temannya pun akan memuji penemuan Teddy ini karena menghargai
kehidupan mereka dimasa lalu. Halah…
***
Jam
dua belas siang teng, kelas usai. Anak-anak langsung berhamburan keluar kelas
mencari tempat kosong dikantin kampus. Kayak anak SD banget. Jajan lalu
ngerumpi adalah satu kesatuan dalam hidup ini. Roy nggak langsung kekantin,
soalnya dia masih menunggu Rani yang masih berada diruang dosen. Roy jongkok
kayak dijamban dilobi ruang dosen yang lumayan luas ini – padahal disampingnya
ada bangku panjang buat duduk. Karena merasa lebih nyaman duduk dijamban
ketimbang dikursi, Roy memilih jongkok lah untuk menarik perhatian orang lain.
“Roy
sayang…,”tiba-tiba Hira muncul dengan manja sambil bergelendotan dilengan Roy
yang kurus kering seperti ranting pohon mati. Kalau nih lengan patah gimana…
Sejak
kapan nih wanita satu datang, kok Roy nggak nyadar ya. Yaaa Roy nggak nyadarlah, wong dari tadi
sibuk ngeden dijamban. Menurut khayalan Roy, jamban merupakan ruang atau tempat
yang asyik buat merenung dan menghayal. Bau yang menyengat yang dihasilkannya pun nggak bakalan
mengganggu keasyikan Roy didalam ruang sempit itu. Betapa luar biasanya jamban
ini.
Hira selalu muncul dimana pun Roy berada.
Walaupun
yang menggoda Roy adalah wanita cantik tapi Roy risih dengan tingkah kakak
kelasnya ini, apalagi kalau sampai yayang Rani melihat adegan yang nggak disensor
ini, lalu Rani salah paham dan ngambek, bisa gawat darurat kan. Hira nggak peka banget sih kalau Roy
udah jelas-jelas menolaknya.
“Sori
kak, jangan begini dong kak, nggak enak diliatin orang.” Roy menjauhi tangan
Hira dari lengannya. Hira cemberut.
Teddy
sedang berjalan menuju Roy, soalnya Teddy mau ngajak Roy minggat pelajaran
kedua nanti. Roy melihat Teddy seolah
meminta tolong agar Hira menjauh dari nya. Teddy melihat yayang Hira. Tanpa
membuang-buang kesempatan yang ada saat ini, Teddy langsung menghampiri Hira, tapi
sebelumnya Teddy merapikan dulu rambutnya. Niat minggat tadi pun lenyap hilang entah
kemana. Pujaan hati ada
disini, Teddy sungguh bahagia.
Roy
akhirnya tertolong dari dekapan nenek sihir. “Hai kak Hira, udah makan siang
belum? Mau kekantin bareng aku nggak. Tenang aja aku yang bayarin kok.”tawar Teddy
ramah sambil malu-malu anjing gitu.
Teddykan
jelas-jelas suka sama Hira, tapi sayangnya Hira nggak menyukai Teddy. Teddy
bukanlah tipe Hira, siapapun tau itu. Tipe Hira bukanlah Badak bercula satu yang
gede banget begini.
Mendapati
kemesraan nya bersama Roy terganggu oleh Badak bercula satu ini, muka Hira
langsung masam kayak mangga rujak. Teddy bukan tipe Hira. Dan Hira sangat anti
sama orang gendut yang kerjaannya cuma makan doang.
Kasian
sih sebenarnya melihat nasib Teddy ini. Ia sudah lama menyukai Hira, dan Teddy
pulalah yang mencetuskan berdirinya HFC alias Hira Fans Club dikampusnya, dan
nggak sia-sia kalau ternyata club ini ramai pengikutnya.
Tapi
selama HFC berdiri sampai saat ini, Teddy belum juga berhasil menaklukkan hati
Hira. Bahkan Hira nggak meliriknya sama sekali. Tak ada ucapan terima
kasih dari Hira karena HFC banyak
Fans-nya, atau sekedar menciumnya untuk mengungkapkan rasa kekagumannya kepada
Teddy. Sama sekali nggak pernah, tapi Teddy nggak pernah kecewa. Kulit badan
Teddy setebal kulit wajahnya, makanya dia nggak pernah malu dan tak pernah
menyerah untuk mendapatkan Hira.
“Ogah
gue kekantin bareng elo, mending gue bareng yayang Roy tercinta. “ucap Hira
kasar lalu memeluk Roy.
Roy
kaget dan spontan mendorong tubuh Hira menjauh. Dipeluk mendadak seperti itu,
Roy nggak siap dan seperti ada yang mengganjal didepan dada nya. Apalagi selama
dia hidup, belum pernah ada wanita
mana pun yang memeluknya selain mama.
Untung
tubuh Hira nggak jatuh ketika Roy mendorongnya, karena Teddy dengan sigap langsung
menangkap dan memeluk tubuh Hira yang hampir nyungsep dilantai.
PAAKKK…
Hira
mendaratkan tangannya yang halus dan lembut itu kemuka Teddy. Roy kaget.Teddy shock saat tamparan sakit itu mendarat
dengan tidak sopan dipipinya. Pipi Teddy berubah warna menjadi merah padam.
Orang yang berada disekitar situ pun sepertinya melihat aksi sadis yang Hira
lakukan kepada Teddy barusan. Mungkin ada beberapa orang yang kasihan melihat Teddy, tapi banyak juga yang senang
dengan kekerasan yang Hira lakukan barusan karena setidak-nya itu menyadarkan
Teddy bahwa dia bukanlah orang yang pantas
buat
Hira.
Sangar
juga tuh cewek pikir Roy kaget gak percaya.
“Jangan
berani-berani elo nyentuh gue!!“, bentak Hira kasar lalu pergi.
Teddy
menunduk sedih sambil memegangi pipinya yang panas. Pukulan Hira begitu telak,
sehingga mampu membuat pipi Teddy bolong.
Roy
terdiam.
“Ted,
elo ngga pa..?”, tanya Roy tertahan.
Teddy
segera berlalu.
Teddy
pergi sambil berlari dan menabrak Rani yang baru saja keluar ruangan dosen.
Rani habis memberikan absen kelas yang diminta pak Andri tadi sebelum pelajaran
usai.
“Teddy
kenapa, Roy?“, tanya Rani heran karena muka Teddy sedih dan kesal.
Roy
menarik napas lemas. “Ntar aku ceritain ya, aku mau sholat dulu“, ujar Roy baru
inget kalau ini udah masuk waktu dzuhur. “Mau bareng? “, ajak Roy kepada Rani.
Rani
mengangguk.
***
Siang-siang
begini kantin emang rame banget. Karena jam seginilah penghuni perut pada
konser. Ditambah lagi cuaca diluar sana panas banget, membuat siapapun akan
mencari minuman dingin seperti Rani yang ditemani Caca, sahabatnya ini. Es campur enak
ditelan tengah hari bolong begini.
“Emangnya
kenapa kak Hira sampe nampar Teddy begitu, Ca? “, tanya Rani penasaran
sekaligus nggak nyangka kalau Hira bisa sekasar itu.
“Gue
juga kurang tau, Ran, kan gue gak disitu waktu kejadian, gue denger doang. Tapi yang pasti kata temen-temen sekarang ini
Teddy sedih banget..“, jawab Caca iba.
Teddy
yang punya badan segeda kingkong itu bisa sedih juga.
Menyukai
seseorang lalu diperlakukan seperti itu siapa sih yang nggak sedih. Caca tahu kalau Teddy sangat menyukai Hira.
Walaupun sebenarnya hati Caca sakit mengetahui hal itu. Caca nggak bisa berbuat
banyak selain mendukung Teddy sebagai orang yang ia sayangi. Bisa melihat Teddy
setiap haripun udah buat Caca happy.
“Iya,
kasian Teddy ya Ca. “ujar Rani iba sambil menyeruput es campur nya yang tinggal
setengah.
***
hal 1
No comments:
Post a Comment