2013/01/18

KUMPULAN CERITA ROY JANGKUNG GANTENG BANGET


eps
CANTIK AJA NGGAK JAMINAN

Badan udah berpeluh keringat.Menggenjot vespa ijo menterengnya bukanlah ide bagus. Padahal setengah jam lagi kelas perdana akan dimulai dan sialnya vespa ijo mentereng Roy ngga bisa diajak ngebut. Ditambah lagi kondisi Jakarta yang selalu macet. Fiiuuuh...lagi-lagi Roy mengelap keringatnya dengan kaos.
Roy, cowok kurus panjang alias jangkung ini masih untung punya wajah yang sedikit lebih bagus dari jelek. Dan Roy pun lagi-lagi masih beruntung karena masih ada cewek yang mau jadi pacarnya.
Udah punya pacar bukan berarti nggak bisa kenalan sama yang lain. Rasa penasaran Roy pada adik-adik kelasnya yang baru begitu besar. Soalnya kemarin dia nggak bisa jadi Mentor buat ngospek MABA, makanya sekarang Roy pengen lihat wajah-wajah baru dikampusnya. Siapa tahu tahun ini ada yang bening. Kan bisa dijadiin cemilan. Ahay…
Setelah melewati rintangan yang menghalang serta kepanasan pluuusss sempet-sempet nya Roy dimaki-maki sama abang Bajaj karena nyalip tepat didepan mulut Bajajnya, untung tuh Bajaj ngga bersentuhan langsung sama vespa butut Roy, kalau sampai kena kan berabe, mahal biaya perbaikan nya karena harus mempertajam lagi congornya.
Akhirnya Roy sampai dikampus tercintanya. Tapi Roy kepikiran soal Bajaj tadi, bukan kepikiran karena hampir berciuman, tapi berfikir soal ke-eleganan alat transportasi unik itu. Pasalnya belum apa-apa tuh congor Bajaj pasti udah maju duluan, dan bisa dipastikan vespa Roy akan kalah telak dengannya.
Roy berhenti didepan gerbang kampus buat selonjoran dulu disini. Nangkring didepan gerbang kampus merupakan salah satu hobi Roy, dan hobi ini sering kali mengganggu orang lain. Sudah sering kali Roy diusir oleh pak Diman - satpam kampus yang sangarnya melebihi Dept Collector untuk nggak nangkring disini, tapi Roy tetap cuek sama sekali nggak pernah mau mendengarkan kata-kata pak Diman. Pada akhirnya pak Diman pun lelah menegur Roy, mendingan diemin aja. Cowok panjang berwajah ganteng banget menurut dirinya sendiri ini emang susah dibilangin.
##
 “Pagi kak Roy….”sapa beberapa cewek yang dapat dipastikan mereka adalah mahasiswa baru dikampus ini. Wajah-wajah fresh yang baru keluar dari bungkusannya.
Tanpa perlu mengeluarkan sepatah katapun, cewek-cewek kece tadi pun sudah paham dengan pesona ketampanan gue, “pikir Roy bangga.
Roy hanya menyunggingkan senyum termanis nya. Meskipun nggak ikut OSPEK kemaren, ternyata dirinya sudah terkenal. Betapa beruntungnya Roy.
Roy masih asyik tebar pesona, cengengesan kayak orang setres.
“Pagi Roy…ntar malem jalan yuk.”ujar Hira tiba-tiba nempelin Roy menggodanya dengan genit ala tante-tante girang yang doyan berondong.
Aksi tebar pesona Roy pun akhirnya terhenti karena kedatangan makhluk satu ini. Melihat Hira yang genitnya luar biasa ini bikin Roy merinding takut ketimbang senang. “Sori kak, ntar malem gue udah ada janji. Sori banget ya kak gue nggak bisa. “jawab Roy gemeteran saking takutnya. Roy pun hanya bisa ngarang bebas untuk menghindar dari gadis cantik nan genit ini. Dari pada dia dimakan sama nih cewek, mendingan menghindar.
“Ya udah deh kalo gitu. “jawab Hira pasrah dengan mulut berlipat karena bete. Gagal lagi gagal lagi. Kapan sih nih Roy bisa gue taklukin. “Gue masuk dulu ya sayang, dahh sayang….”, Hira meninggalkan Roy.
Hira melenggang bak model didepan Roy. Sebelum benar-benar menghilang dari pandangan, Hira masih sempet manggil Roy,“Roy, I Love You….”teriak Hira lalu menghilang dibalik gedung kampus.
WHAATT!!! Roy berasa dilecehin dengan kata-kata nya barusan. Roy menunduk dan melihat sekitar. Beberapa pasang mata melihatnya nggak suka dan iba. Perlahan Roy menyadari kejantanannya mulai luntur karena Hira. Siiallll….
***
Hira memang gadis yang cantik, apalagi ditambah dengan body nya yang aduhai molek. Nggak diraguin lagi deh kalau Hira emang sempurna banget. Bahkan isi kampus pun nggak ada yang berani menyangkal kecantikan nya. Anak kecil sampai orang tua juga pasti setuju kalau Hira cantik banget dan cewek-cewek pasti pada minder karena merasa dunia ini nggak adil banget dengan menurunkan sosok cantik seperti Hira.
Namun adanya kesempurnaan yang dimiliki seseorang, pasti dia pun memiliki suatu kekurangan, begitu pula dengan Hira. Desas desus kabar seantero kampus pun terdengar kalau Hira merupakan simpanan om-om. Walaupun masih desas desus yang masih belum jelas kebenarannya, ada yang percaya meskipun prosentasenya sedikit. Hebatnya kabar itu sama sekali nggak mengurangi kepopuleran Hira sebagai cewek cantik dikampus ini. Banyak yang bilang kalau kabar itu hanyalah kabar yang muncul karena cemburu pada kecantikannya saja.
Menjadi pacar Hira merupakan dambaan setiap laki-laki. Dijadikan pacar kesekian pun oleh Hira tak akan membuat para makhluk berjakun disini kecewa. Waw...betapa dahsyatnya pesona Hira bagi mereka.
Beruntunglah Roy termasuk cowok yang Hira suka, tapi dasar nggak tau diuntung, Roy nggak tertarik dengan Hira. Buat Roy, Hira hanya lah gadis cantik yang diturunkan sang pencipta untuk mengagumi kegantengannya saja. Ia lebih tertarik dan sudah jatuh hati pada Rani, gadis manis yang sangat luar biasa dimata Roy. Bikin adem kalau ngeliat mata Rani, bikin Roy gimana gitu. Ngeliat Rani aja bikin Roy adem, apalagi kalau sampai nikah, bisa damai banget tuh Roy.
“Woy jangkung mamen, ngapain lo disini? “sapa Teddy sok gaol banget. Nih makhluk adalah salah satu pendiri HFC alias Hira Fans Club. “Ngapain lo disini? “ujar Teddy lagi sambil tebar pesona saat sekelompok cewek jalan didepan mereka. “Hai….”,  sapa Teddy nyengir, cewek-cewek yang disapa pada males ngeliat nya. Kasian…
“Ngapain lo disini, Roy?
“Nungguin ojek. “jawab Roy ngasal.
“Apa! OJEK? Sejak kapan elo demen sama tukang ojek? “tanya Teddy dengan ekspresi bodoh.
Roy melotot kearah Teddy. “Sejak neneknya nenek gue belum lahir. Lo tau nggak kapan nenek nya nenek gue lahir? “tanya Roy bener-bener ngasal. Entah kenapa pertanyaan itu muncul diotak bodohnya. Namanya juga otak bodoh, yang pasti pertanyaan-pertanyaan bodoh lah yang keluar dari congor Roy.
Teddy mikir sejenak mirip balon gas yang siap di gembosin.
Setelah berfikir keras, “Mana gue tau! ”jawab Teddy frustasi setelah pusing dengan pertanyaan macam itu.
Mata Roy terpaku pada sosok gadis manis yang sedang berjalan kearah mereka. Roy melupakan Teddy yang masih bodoh dengan pertanyaannya tadi. Pujaan hati Roy datang. Itu adalah Ranisa Putri, gadis sederhana yang begitu kaya dengan keistimewaan.
“Emangnya elo tau kapan neneknya nenek lo lahir, Roy? “, tanya Teddy tetap melanjutkan pertanyaan Roy tadi. Teddy sepertinya penasaran banget sama tahun lahir nenek nya nenek Roy. Padahal itukan hanya pertanyaan gak mutu dari mulut Roy. Mau aja Teddy dibodoh-bodohin sama orang bodoh kayak Roy. Roy bahkan lebih parah dari bodoh karena selalu kalah bermain Game dengan sepupunya yang masih lima tahun. Lagian ngapain sih ngurusin kapan neneknya nenek Roy lahir, wong Roy- nya aja nggak peduli. Teddy…Teddy….
“Pagi Rani..masuk bareng yuk!”, sapa Roy super duper ramah dengan sang pujaan hati.
Rani tersenyum, “Pagi Roy, Teddy. Yuk masuk”, jawab Rani lembut. Mendengar tutur lembut Rani membuat Roy serasa melayang keawan bareng Rani.
Rani berjalan menuju kelas disusul oleh Roy. Sementara Teddy masih sibuk menghitung tahun dimana manusia purba dilahirkan. Apa neneknya nenek Roy udah lahir waktu itu ya? Atau mungkin manusia purba sama neneknya nenek Roy temenan? pikir Teddy ngawur. Otak Teddy masih berusaha terus mencari angka yang tepat untuk tahun lahir neneknya nenek Roy. Wajah bego Teddy mirip ikan paus yang lagi tidur.
“Ayo Ted”, tarik Roy kepada Teddy yang masih terpaku karena penemuan mutakhirnya yang mampu mengubah sejarah dunia ini. Apalagi kalau sampai benar neneknya nenek Roy CS-an sama manusia purba, berarti Roy juga manusia purba dong, pikir Teddy sumringah.
Teddy menghayal seandainya penemuannya ini benar dan pastinya dia akan terkenal diseluruh dunia, baik dunia nyata mau pun dunianya para manusia purba. Homo Sapiens dan teman-temannya pun akan memuji penemuan Teddy ini karena menghargai kehidupan mereka dimasa lalu. Halah…
*** 
Jam dua belas siang teng, kelas usai. Anak-anak langsung berhamburan keluar kelas mencari tempat kosong dikantin kampus. Kayak anak SD banget. Jajan lalu ngerumpi adalah satu kesatuan dalam hidup ini. Roy nggak langsung kekantin, soalnya dia masih menunggu Rani yang masih berada diruang dosen. Roy jongkok kayak dijamban dilobi ruang dosen yang lumayan luas ini – padahal disampingnya ada bangku panjang buat duduk. Karena merasa lebih nyaman duduk dijamban ketimbang dikursi, Roy memilih jongkok lah untuk menarik perhatian orang lain.
“Roy sayang…,”tiba-tiba Hira muncul dengan manja sambil bergelendotan dilengan Roy yang kurus kering seperti ranting pohon mati. Kalau nih lengan patah gimana…
Sejak kapan nih wanita satu datang, kok Roy nggak nyadar ya. Yaaa Roy nggak nyadarlah, wong dari tadi sibuk ngeden dijamban. Menurut khayalan Roy, jamban merupakan ruang atau tempat yang asyik buat merenung dan menghayal. Bau yang menyengat yang dihasilkannya pun nggak bakalan mengganggu keasyikan Roy didalam ruang sempit itu. Betapa luar biasanya jamban ini.
Hira selalu muncul dimana pun Roy berada.
Walaupun yang menggoda Roy adalah wanita cantik tapi Roy risih dengan tingkah kakak kelasnya ini, apalagi kalau sampai yayang Rani melihat adegan yang nggak disensor ini, lalu Rani salah paham dan ngambek, bisa gawat darurat kan. Hira nggak peka banget sih kalau Roy udah jelas-jelas menolaknya.
“Sori kak, jangan begini dong kak, nggak enak diliatin orang.” Roy menjauhi tangan Hira dari lengannya. Hira cemberut.
Teddy sedang berjalan menuju Roy, soalnya Teddy mau ngajak Roy minggat pelajaran kedua nanti.  Roy melihat Teddy seolah meminta tolong agar Hira menjauh dari nya. Teddy melihat yayang Hira. Tanpa membuang-buang kesempatan yang ada saat ini, Teddy langsung menghampiri Hira, tapi sebelumnya Teddy merapikan dulu rambutnya. Niat minggat tadi pun lenyap hilang entah kemana. Pujaan hati ada disini, Teddy sungguh bahagia.
Roy akhirnya tertolong dari dekapan nenek sihir. “Hai kak Hira, udah makan siang belum? Mau kekantin bareng aku nggak. Tenang aja aku yang bayarin kok.”tawar Teddy ramah sambil malu-malu anjing gitu.
Teddykan jelas-jelas suka sama Hira, tapi sayangnya Hira nggak menyukai Teddy. Teddy bukanlah tipe Hira, siapapun tau itu. Tipe Hira bukanlah Badak bercula satu yang gede banget begini.
Mendapati kemesraan nya bersama Roy terganggu oleh Badak bercula satu ini, muka Hira langsung masam kayak mangga rujak. Teddy bukan tipe Hira. Dan Hira sangat anti sama orang gendut yang kerjaannya cuma makan doang.
Kasian sih sebenarnya melihat nasib Teddy ini. Ia sudah lama menyukai Hira, dan Teddy pulalah yang mencetuskan berdirinya HFC alias Hira Fans Club dikampusnya, dan nggak sia-sia kalau ternyata club ini ramai pengikutnya.
Tapi selama HFC berdiri sampai saat ini, Teddy belum juga berhasil menaklukkan hati Hira. Bahkan Hira nggak meliriknya sama sekali. Tak ada ucapan terima kasih dari Hira  karena HFC banyak Fans-nya, atau sekedar menciumnya untuk mengungkapkan rasa kekagumannya kepada Teddy. Sama sekali nggak pernah, tapi Teddy nggak pernah kecewa. Kulit badan Teddy setebal kulit wajahnya, makanya dia nggak pernah malu dan tak pernah menyerah untuk mendapatkan Hira.
“Ogah gue kekantin bareng elo, mending gue bareng yayang Roy tercinta. “ucap Hira kasar lalu memeluk Roy.
Roy kaget dan spontan mendorong tubuh Hira menjauh. Dipeluk mendadak seperti itu, Roy nggak siap dan seperti ada yang mengganjal didepan dada nya. Apalagi selama dia hidup, belum pernah ada wanita mana pun yang memeluknya selain mama.
Untung tubuh Hira nggak jatuh ketika Roy mendorongnya, karena Teddy dengan sigap langsung menangkap dan memeluk tubuh Hira yang hampir nyungsep dilantai.
PAAKKK…
Hira mendaratkan tangannya yang halus dan lembut itu kemuka Teddy. Roy kaget.Teddy shock saat tamparan sakit itu mendarat dengan tidak sopan dipipinya. Pipi Teddy berubah warna menjadi merah padam. Orang yang berada disekitar situ pun sepertinya melihat aksi sadis yang Hira lakukan kepada Teddy barusan. Mungkin ada beberapa orang yang kasihan melihat Teddy, tapi banyak juga yang senang dengan kekerasan yang Hira lakukan barusan karena setidak-nya itu menyadarkan Teddy bahwa dia bukanlah orang yang pantas buat Hira.
Sangar juga tuh cewek pikir Roy kaget gak percaya.
“Jangan berani-berani elo nyentuh gue!!“, bentak Hira kasar lalu pergi.
Teddy menunduk sedih sambil memegangi pipinya yang panas. Pukulan Hira begitu telak, sehingga mampu membuat pipi Teddy bolong.
Roy terdiam.
“Ted, elo ngga pa..?”, tanya Roy tertahan.
Teddy segera berlalu.
Teddy pergi sambil berlari dan menabrak Rani yang baru saja keluar ruangan dosen. Rani habis memberikan absen kelas yang diminta pak Andri tadi sebelum pelajaran usai.
“Teddy kenapa, Roy?“, tanya Rani heran karena muka Teddy sedih dan kesal.
Roy menarik napas lemas. “Ntar aku ceritain ya, aku mau sholat dulu“, ujar Roy baru inget kalau ini udah masuk waktu dzuhur. “Mau bareng? “, ajak Roy kepada Rani.
Rani mengangguk.
***
Siang-siang begini kantin emang rame banget. Karena jam seginilah penghuni perut pada konser. Ditambah lagi cuaca diluar sana panas banget, membuat siapapun akan mencari minuman dingin seperti Rani yang ditemani Caca, sahabatnya ini. Es campur enak ditelan tengah hari bolong begini.
“Emangnya kenapa kak Hira sampe nampar Teddy begitu, Ca? “, tanya Rani penasaran sekaligus nggak nyangka kalau Hira bisa sekasar itu.
“Gue juga kurang tau, Ran, kan gue gak disitu waktu kejadian, gue denger doang.  Tapi yang pasti kata temen-temen sekarang ini Teddy sedih banget..“, jawab Caca iba.
Teddy yang punya badan segeda kingkong itu bisa sedih juga.
Menyukai seseorang lalu diperlakukan seperti itu siapa sih yang nggak sedih. Caca tahu kalau Teddy sangat menyukai Hira. Walaupun sebenarnya hati Caca sakit mengetahui hal itu. Caca nggak bisa berbuat banyak selain mendukung Teddy sebagai orang yang ia sayangi. Bisa melihat Teddy setiap haripun udah buat Caca happy.
“Iya, kasian Teddy ya Ca. “ujar Rani iba sambil menyeruput es campur nya yang tinggal setengah.
***
hal 1
 
LANJUT HAL 2

No comments:

Post a Comment