hal 2
Kelas
lanjut pelajaran berikutnya jam dua siang. Sebelum jam itu datang, biasanya cowok-cowok pada
tiduran di-Mushola kampus. Termasuk Roy yang sering telat masuk pelajaran
karena keenakan molor. Dikira hotel kali ya tuh Mushola. Dan masuk kelas dengan
iler yang masih nempel.
“Permisi,
boleh kita gabung disini kak? Soalnya nggak ada meja kosong lagi..”, ujar tiga
orang cowok yang bisa dikategoriin cakep ini.
Rani
melihat seluruh kantin, memang benar sih nggak ada meja kosong lagi, soalnya
penuh banget kalau jam segini. Masa mereka harus duduk dilantai, ntar dikirain
keset kaki lagi.
Ketiga
cowok ini nampak asing bagi Rani dan Caca. Mungkin mereka mahasiswa baru
dikampus. Diantara ketiga orang ini, yang satu mirip cowok-cowok di drama Korea,
dan yang dua lagi made in Indonesia. Caca langsung tebar pesona kepada ketiganya,
terlebih kepada cowok Korea tersebut, Caca cari muka banget dah. Pikir Caca pas
banget ia nggak perlu jauh-jauh pergi ke Korea buat ngawinin Rain.
“Silakan...“,
samber Caca cepat menggeser Rani. Akhirnya Caca bisa pedekate juga dengan cowok
cakep setelah cintanya nggak digubris Teddy.
Sementara
ini lupakan Teddy, dan jalin cinta dengan cowok baru yang mungkin jodohnya. Biar
kata mereka ini adek kelas yang sepertinya brondong, Eeembat aja. Brondong juga
asyik kalee…
“Gue
Caca, dan ini temen gue Rani. “jelas Caca kepedean dengan tampang sok-sok
diimut-imutin. Padahal mah amit-amit. Caca nyamber tangan cowok Korea itu
dengan cepat.
“Gue
Dennis zhu“, ujar si cowok Korea.
Caca
setengah mampus terpesona oleh ketampanan nya. Asli ganteng banget.
“Gue
Arif dan ini Marko. “tambahnya.
Rani
hanya tersenyum manis, karena ia sama sekali nggak tertarik oleh ketiganya.
Apalagikan cowok-cowok ini adek kelas mereka, nggak asyik banget pacaran sama
adek kelas sendiri. Apalagi hati Rani sudah terjerat oleh panah cinta cowok
panjang alias jangkung, yaitu Roy. Sementara Caca masih asyik berpedekate ria
dengan si tampan Dennis zhu.
Rani
berusaha untuk tetap ramah pada ketiganya, namun Rani seperti terjebak ditengah
kondisi yang nggak menyenangkan ini. Begitu pula dengan ketiga cowok ini sepertinya sudah
mulai gerah dengan sikap Caca yang sangat mengganggu. Rani menyikut lengan Caca
untuk menyadarkan Caca agar nggak bersikap begitu, tapi pesona Dennis zhu
sepertinya maha dahsyat sehingga membuat Caca terhipnotis dan nggak sadar.
“Hai,
rame banget.”sapa Roy tiba-tiba membuat Rani lega. Seenggaknya Roy bisa
membawanya kabur dari sini – dari suasana canggung ini.
Setelah
sholat Roy kelihatan ganteng banget. Roy kelihatan semakin tampan saja dengan
rambutnya yang basah. Entah basah karena air wudhu atau nyemplung dikamar mandi,
yang pasti Roy terlihat begitu segar. Ketiga orang adik kelas ini seketika kikuk
dengan kedatangan Roy.
“Nggak
perlu minder gitu kali, biasa aja ngeliatin gue, orang-orang emang udah pada
tau kalo gue ini ganteng banget“, ucap Roy benar-benar pede sehingga membuat
ketiganya makin ciut. Caca menendang kaki Roy. Roy menengok Caca dengan tampang
meringis sambil mengelus-ngelus kakinya.
Iya
sebenarnya Roy ganteng kok, itulah menurut dirinya sendiri. Tapi banyak cowok
yang kesal dengan Roy karena mereka tau Roy punya pesona yang aduhai untuk
mendapatkan tempat dihati para wanita. Dan itulah satuhal yang sangat
disayangkan buat cowok-cowok didunia ini.
Caca
mencubit lengan Roy.
“Apa
sih, Ca?? Benerkan kalo gue ini emang ganteng banget. Elo aja pasti tersepona
ngeliat ketampanan gue, Iya kan? Udah ngaku aja kalo iya“, ujar Roy sambil
nyengir. Caca manyun kesal. Rani tersenyum geli melihat kedua orang dekatnya
ini.
“Eh
kenalin, gue Roy. Anak semester 5.”sapa Roy sambil menyalami ketiga nya.
“Kita
udah kenal kakak kok, kak“, jawab Dennis Zhu polos.
“Wah
gue terkenal juga ya. Tanpa perlu memperkenalkan diri gue, semua orang udah kenal
gue. Keren banget dah gue, puji
Roy bangga setengah mati sambil tersenyum lebar.
“Gue
Dennis Zhu kak, ini Arif dan ini Marko“
Roy
duduk disebelah Dennis Zhu, menggeser
Caca yang dari tadi nempelin Dennis mulu. Caca sebel karena diganggu sama Roy.
“Nama
elo Dennis Zhu? Masih ada hubungan sama penyanyi cewek yang cantik itu dong?”, tanya
Roy sok akrab.
Caca
manyun tapi masih asyik menatap ketampanan Dennis. Rani penasaran dengan
pertanyaan Roy barusan, mungkin memang Dennis masih sodaraan sama Vicky Shu yang cantik itu.
“Ah,
nggak ada hubungannya kok kak“, jawab Dennis Zhu malu-malu. Pesona Roy bikin
Dennis Zhu kikuk.
“Oh,
kalo gitu ada hubungan nya sama artis Taiwan yang personil F4 itu, siapa gitu namanya gue lupa. Nama
belakangnya ada Zhu-zhu nya juga”, ujar Roy makin ngaco.
“Enggak
ada kak, gue orang Indonesia asli, nggak ada hubungan nya sama personil F4 itu“,
jelas Dennis sabar.
Kedua
temannya cuma diam nggak diajak ngobrol.
“Nih
temen gue nih,
dia keturunan India lho“, ucap Roy ngasal membuat mata Caca mendelik besar tapi
masih tersenyum manis untuk Dennis Zhu.
Ketiga
adik kelas ini pun langsung melihat kearah Caca,“Masa kak?”, tanya Dennis yang
nampak nya percaya sama omongan Roy.
“Iya,
namanya aja Caca-caca kahe-kahe….”, jawab Roy seenaknya membuat semua nya
ketawa.
Hahahhahahaa…..Caca
makin kesal lalu mencekik Roy.
***
Kelas
Roy baru aja kelar. Ngantuk banget. Mau pulang kerumah kayaknya masih macet
banget. Males kalau harus ditambah setres gara-gara macet-mendingan tidur aja
dulu di Mushola.
Membolos
bukanlah prilaku yang baik, walalupun Roy juga sering melakukannya. Roy menelepon
kedua sahabatnya yang nggak masuk pelajaran kedua tadi. Teddy dan Adi nggak
masuk dan nggak ada kabarnya, bener-bener sakit jiwa tuh bocah berdua.
Mungkin
alasan Teddy nggak masuk lantaran malu dan sedih banget sama sikap Hira tadi. Sakit
yang mungkin terlalu sakit sehingga Teddy memutuskan untuk nggak masuk kelas. Nah..kalau
Adi ngapain nggak masuk? Entahlah lupakan Adi, coba hubungi Teddy lagi.
Masih
juga nggak aktif saat menghubungi ponsel Teddy. Teddy Bear tambun hilang??? aaaahhh
lebay. Nggak mungkin kan kalau anak segede Teddy itu bisa hilang atau di culik?,
yang nyulik juga pasti ogah nyulik dia lantaran berat banget.
Mending
kerumah Teddy aja deh utuk memastikan keadaannya, sekalian minjem DVD lagi
“pikir Roy akhirnya.
“Kamu
langsung siaran ya, Ran?”, Roy bertanya kepada Rani.
Rani
mengangguk.
Padahal
Roy ingin sekali ngajak Rani kerumah Teddy sekaligus jalan berduaan gitu,
pacaran. Tapi Rani kan memang harus bekerja. Rani bekerja sambilan sebagai
penyiar radio anak muda di Jakarta. Rani memang sosok orang yang bertanggung
jawab sama kerjaanya. Nggak ada kata bolos-apalagi ia kerja sambilan ini untuk
membantu uang jajannya biar nggak nyusahin orang tuanya terus.
“Aku
langsung pergi ya, Roy”, ucap Rani setelah membereskan semua bukunya kedalam
tas.
“Maaf
ya sayang aku nggak bisa nganterin kamu, nggak apa-apa yah, soalnya aku mau
kerumah Teddy?
Rani
mengangguk. “Iya nggak apa-apa kok. Kamu ati-ati pergi nya ya, jangan ngebut.
Salam buat Teddy yaaa…”
Roy
mengangguk dan tersenyum manis kepada pujaan hati, “Kamu juga ati-ati yaa.”
Roy
menuju parkiran motor. Ia harus kerumah Teddy Bear tambun nih, Roy merasa saat
ini ia sangat dibutuhkan oleh Teddy sebagai tempat sampah (hahay tempat
curhat). Takutnya gara-gara tamparan keras dari Hira tadi membuat otak Teddy
jadi nggak fungsi sebagai mana mestinya. Apa hubungannya yah otak sama pipi
yang ditampar. Apa mungkin Teddy berubah menjadi Teddy Bear beneran setelah
tamparan menyakitkan tadi... Waduuuh...
Usai
menghidupkan Vespa ijo mentereng nya dengan suara nya yang cempreng, sebelas
duabelas sama bajaj bunyinya. Dijamin bagi anda yang mendengarkan suara Vespa
Roy langsung budek permanen. Suara yang nggak layak didengar deh pokoknya.
Parkir
lumayan penuh, jadinya harus berhati-hati mengeluarkan motor mulus nya ini,
apalagi motor ini perawatannya sangatlah muahal, ngalah-ngalahin banci yang
keluar salon.
“Roy…”,
panggil Adi. Roy menghentikan laju kendaraannya.
Adi
berlari kearah Roy. “Hai…..”sapa Adi genit kepada beberapa cewek yang lewat di
sekitar mereka. Nih anak masih sempet-sempetnya ngegodain cewek.
“Elo
mau kemana, Roy?”, tanya Adi nggak penting banget menurut Roy. Berani-berani
nya nih ikan asin laki nongol dikampus setelah minggat dari kelas tadi. Nyari
penyakit nih kayaknya orang satu kalau ketahuan dia nggak masuk kelas tapi
malah nongol sekarang bisa dimutilasi ditempat.
“Mau
keutan...”, jawab Roy seenak udelnya langsung melajukan Vespa buluknya.
Adi
berhenti tepat didepan motor Roy sehingga menghalangi Roy, “Ke utan? ngapain?”,
tanya Adi bego seraya nggak percaya kalau sahabatnya ini mulai tertarik dengan
binatang ketimbang manusia. Parrah.
“Mau
nemuin sodara lo”, jawab Roy makin ngasal. “ Minggir ah, gue buru-buru nih”,
Roy melajukan vespanya. Tapi dengan sigap dan gesit mirip orang utan, Adi
melompat dan duduk lah dibelakang Roy. Kayaknya sodaranya yang ada di hutan
lari kesini.
“Gue
ikut!!”, kata Adi santai tanpa memperdulikan Roy yang kesal padanya.
Itung-itung
pulang gratis pikir Adi yang memang tadi berangkat kekampus harus naek bus
gara-gara mobilnya dipakai kakaknya.
Dari
pada berantem, Roy pasrah dan membolehkan Adi ikut dengannya. Setidaknya Roy
ada temennya. Kalau kena tilang, Adi bisa dijadiin jaminannya. Walaupun mungkin
Adi hanya akan menjamin dengan se-drum ikan asin. Karena Adi merupakan
penggemar berat ikan asin.
***
Sepanjang
perjalanan Adi ngebacot mulu. Semua cerita diceritain, dari mulai neneknya
ilang, sampai seminggu ini dia ngga makan ikan asin. Ngga penting banget buat
Roy. Roy tak bergeming sedikit pun. Ia hanya memfokuskan pandangannya kedepan
serta berdoa untuk nyawanya takut nyungsep ke got kayak tempo hari.
Jakarta
selalu macet. Ditambah lagi nih jam pulang kantor, bisa dijamin nih pantat
pasti kapalan karena kelamaan duduk.
“Roy,
Roy, elo tidur ya??!!”, Adi menepuk-nepuk pundak Roy karena dari tadi
sahabatnya ini cuma diem aja. Jangan-jangan nih anak beneran tidur lagi. Hebat
banget.
“Apaan
sih lo, berisik tau ngga, ganggu gue aja”,
teriak Roy kesal sambil ngeles soalnya hampir nabrak Bajaj didepannya.
“Ah
parah lo, masa masih sempet-sempetnya elo tidur dalam kondisi nyetir kayak
gini. Lo kira lo Deddy Corbuzier apa bisa nyetir sambil tidur. Kalo mau bunuh
diri jangan ngajak-ngajak gue dong Roy.Gue bulan depan mau kawin sama
Asmirandah, kalo gue mati sekarang kasihan dia...”, oceh Adi kesal membuat Roy
makin empet.
“Kata
nya lo sahabat gue, masa lo belum tau kalo gue bisa nyetir sambil tidur”, teriak
Roy beradu dengan suara kendaraan lain. Padahal mana bisa Roy nyetir sambil
tidur. Ilmu Roy belum nyampe sana. Palingan Roy hanya bisa tidur sambil ngeces.
Nih Vespa juga akan berontak kalau Roy nyetir ugal-ugalan. Vespa Roy akan
ngambek alias mogok mendadak kalau sampe tahu Roy berani-beraninya nyetir dalam
kondisi setres.
Vespa
Roy memang keren, ajaib mennn. Orang jelek yang berani-beraninya duduk di Vespa
ini aja bisa langsung bisulan. Mungkin abis ini Adi langsung kena kanker bokong
setelah duduk di Vespa Roy. Beruntunglah Roy punya wajah nggak jelek-jelek
amat.
“lagian
Asmirandah nggak mungkin khilaf milih lo jadi pacarnya“, teriak Roy.
“Ah
Roy, gue nggak mau mati muda, apalagi mati nya ma elo, bisa nggak masuk sorga
gue”, cerocos Adi bawel.
“Gue
juga ogah mati bareng elo, lagian yang masuk sorga itu orang cakep semua. Jadi
bersyukurlah elo Di, dilahirin nggak cakep, seenggaknya saingan elo bukan
gue.”jelas Roy nyelekit sambil ketawa setan.
Adi
manyun. Roy menang. Walaupun Roy tau Adi golongan cowok ganteng dikampus, tapi
masih gantengan Roy. Heheheheeeee
“Kita
mau kemana, sih Roy. Perasaan dari tadi nggak nyampe-nyampe juga. Emangnya utan
yang lo maksud itu jauh banget apa? Mau kemana sih?“, tanya Adi mulai ngerasa
nggak nyaman. Apalagi ditambah pantatnya udah panas banget gara-gara kelamaan
duduk. Pasti ngerusak bentuk pantat Adi yang bahenol. Padahal dia sudah
bersusah payah ikut Gym yang khusus ngebentukin bentuk bokongnya, bisa nggak
sukses segala usahanya.
Nih
cowok satu juga bergaduh dengan polusi dimana-mana yang bisa ngebuat kulit nya jadi
iritasi lah. Idih anak mami banget sih, pikir Roy amit-amit. Ganteng sih boleh
ganteng, tapi manja nya nggak cocok sama tampang apalagi umur.
Roy
membuka kaca helmnya “Kita mau kerumah Teddy“, jawab Roy singkat namun jelas
dan mampu didengar dengan baik oleh Adi.
Mendengar
jawaban Roy barusan membuat Adi shock.
Gila. “Dasar panjang. Ngapa nggak bilang dari tadi, kalo tau mau kerumah Teddy yang
jauhnya melebihi ke Zimbabwe, mending gue ngecengin cewek-cewek cantik dikampus
tadi. Sial..“, oceh Adi kesal. Rumah Teddy kan jauh banget.
“Eh
Di, gue nggak ngajak elo buat ikut gue yeeaa!! Kalo mau, elo boleh turun
sekarang!!!“, teriak Roy empet sama si ikan asin laki bawel ini ngalahin
nenek-nenek yang tengah asyik ngerumpi. Suaranya memekak kan telinga.
Merasa
terpojok, dari pada diturunin, akhirnya Adi memilih diam dan pasrah. Ditambah
lagi dia nggak bawa duit banyak buat naik taksi. Adi juga nggak mau kalau
tiba-tiba harus diturunin Roy ditengah jalan. Adi kan paling takut kalau
ngeliat banci apalagi kalau sampai ketemu sama banci, Adi bisa langsung amnesia.
Kan atuttt….dia pernah trauma hampir di perkosa banci soalnya.
***
Selepas
Isya, Roy dan Adi sampai didepan pagar rumah Teddy yang masih mewah seperti
kemaren-kemaren saat dirinya pernah berkunjung kesini. Teddy memang kaya
banget, bapaknya tajir mampus, inilah kelebihan Teddy selain kelebihan berat
badan tentunya.
Setelah
bel dipencet berulang kali, muncul lah satpam rumah dengan wajah sembab kayak
abis digebukin, ternyata dari tadi nih satpam molor. Menyebalkan.
Beberapa
menit kemudian Roy dan Adi sudah duduk manis diruang tamu sambil nungguin Teddy
yang nggak kunjung muncul juga. Lama banget. Kayaknya Teddy dandan dulu nih. Adi
mulai kesal, tampangnya capek plus laper. Mammaa.
Akhirnya
muncul pembantu Teddy membawakan makanan dan minuman dingin. Inilah moment yang
ditunggu-tunggu keduanya. Roy dan Adi sudah nggak sabar pengen ngembat tuh makanan,
karena laper banget boookkk.
Tanpa
perlu dipersilahkan lagi, tuh makanan udah berada dimulut mereka. Buat malu
banget nih bocah.
“Bro,
kekamar gue yuk. “panggil Teddy singkat padat dan jelas. Namun suara Teddy tadi
sepertinya tak terdengar oleh para pemakan segala ini. Mereka masih asyik
ngembat makanan. Selama makanan belum abis, mereka juga gak akan berhenti
memangsanya. Kalau pun masih laper tapi makanan nya udah abis, tinggal minta
lagi aja sama Teddy bear tambun. Dan satu hal yang perlu diingat, kata-kata
orang tua kita dulu, jangan nyisahin makanan. Apalagi makanan gratis Hihihihi
ketawa kunti.
Karena
suaranya sama sekali nggak diindahkan Teddy memanggil kedua sahabatnya lagi.
Panggilan terakhir pastinya, karena untuk yang ketiga kalinya dia akan langsung
melempar keduanya dari atap. “Woi..Roy,
Di, bawa aja tuh makanan kekamar gue”teriak Teddy tertawa melihat dua bocah
kelaperan ini.
Keduanya
beranjak kekamar Teddy dengan mulut penuh serta kedua tangan membawa makanan
dan minuman yang nggak mungkin ditinggal begitu saja tanpa dihabiskan tak
bersisa.
***
Selesai
sholat Isya berjamaah, ketiganya duduk-duduk males dikasur Teddy yang
dingin-dingin empuk. Sementara si ikan asin laki tiduran sambil merem melek-sepertinya
ngantuk sudah mendera jiwanya. Kali ini Adi sudah tak kuasa menahan kantuknya, dan
tertidur lah dalam mimpinya yang indah bersama beberapa cewek cantik. Dasar
playboy cap ikan asin laki.
“Lo
kenapa nggak masuk pelajaran kedua Ted? Kan sayang nih pelajaran perdana bro”jelas
Roy sambil melihat-melihat koleksi DVD film Teddy yang seabrek-abrek. Tak
disangka-sangka ada film keluarganya Teddy juga, maksudnya film Gorila. Ahay.
“Gue
pinjem yang ini, ya? “tunjuk Roy kepada Teddy, sebuah kaset berjudul SWAT yang
dilihatnya. Teddy mengangguk tanpa melihat ke arah Roy. Terserah Roy mau minjem
apa, yang pasti kalau DVD udah ditangan Roy, nggak bakalan balik lagi. Tapi
untungnya semua kaset udah ditonton Teddy, dan dia nggak bakalan nyesek kalau
tuh DVD nggak balik lagi. Kelakuan Roy yang satu ini sangat merugikan orang
lain, Teddy sendiri udah kebal dengan sifatnya yang satu ini.
Teddy
fokus pada selembar kertas ditangannya. Roy melirik apa yang sedang Teddy
pikirkan dan menduga duga kalau itu pasti surat cinta. Pasti surat cinta itu
untuk Hira. Ya siapa lagi cewek yang di sukai Teddy selain Hira.
“Lo
tadi kenapa nggak masuk Ted, pak Hadi nyariin lo sama ikan asin laki tuh,
bahkan dia marah sama lo berdua. Katanya pertemuan pertama aja udah
berani-beraninya elo nggak masuk, nggak ada keterangan pula. Besok-besok pas
pelajaran dia, elo berdua dirante biar nggak kemana-mana”jelas Roy mengulangi
perkataan dosennya tadi.
“Gue
males Roy. “jawab Teddy lemas sembari meremas-remas kertas ditangannya lalu
membuangnya ke tong sampah disamping meja belajar. Perlahan merebahkan tubuh
gedenya dikasur, sehingga Adi sedikit terlonjak saat badan Teddy mendarat dengan
bunyi BUUM dikasur. Untungnya Adi nggak terempas jatuh kelantai. Kalau sampai
Adi jatuh, pasti tubuhnya retak, males aja kalau harus masangi satu-satu tubuh
Adi.
Roy
menghentikan kegiatannya mengobrak-abrik DVD. Roy menengok Teddy yang asyik
melamun melihat langit-langit kamarnya. Dengan lincah, Roy mengambil kertas
yang dibuang Teddy tadi, lalu membacanya tentunya tanpa Teddy sadari.
Dikertas
ini tertulis jelas kalau Teddy sangat mencintai Hira. Teddy menyukai Hira sudah
sejak awal ia menjadi mahasiswa dikampus, walaupun Hira kakak kelas mereka dan
sudah punya pacar, Teddy tetap kecantol. Harapan Teddy untuk bisa menjadi cowok
Hira pun sepertinya sangat besar, sebesar badannya.
“Ted,
coba lo tulis surat lagi deh buat Hira, soalnya kata-kata disurat lo ini kurang
romantis malah berkesan elo ngehina dia. “ucap Roy sontak membuat Teddy bangun
dari khayalan nya dengan tampang malu dan bingung.
Teddy
nggak nyangka kalau Roy ngebaca suratnya. Mau marah sama nih jangkung tetap
nggak mengubah rasa malu nya barusan.
Kenapa
Roy bilang sedikit menghina, masa cewek diibaratkan pisang dan dia monyetnya,
mana ada kayak gitu. Pantesan ditolak mulu. Ckckckck
“Lo
baca surat gue? “tanya Teddy langsung merampas surat itu dari tangan Roy
panjang.
“Udah,
tulis lagi aja, ntar gue coba kasih kedia besok. “saran Roy tak mengindahkan
pertanyaan Teddy barusan. Roy merasa harus membantu Teddy untuk merangkai kata
cinta untuk Hira, yang pasti kata-kata romantis yang mampu membuat Hira gak
akan nyangka kalau Teddy bisa seromantis itu.
***
Setelah
berjam-jam memikirkan, merangkai kata dan meminta kata-kata romantis dari paman
Google, akhirnya surat yang akan diberikan kepada Hira kelar juga. “Berkat gue
surat elo bener-bener romantis, Bro. “ujar Roy kepedean sambil merangkul Teddy,
padahal banyakan browsing ketimbang mikir. Teddy hanya mengangguk sambil terus
mengamati suratnya.
Surat
sudah dimasukkan kedalam amplop pink yang cantik, lalu tinggal di serahkan
kepada Hira tersayang. Mudah-mudahan Hira menerimanya, Teddy berdo’a dalam
hati.
***
Menunggu
itu adalah satu kegiatan yang nggak asyik banget, tapi inilah yang sedangk Roy lakukan.
Roy berdiri nungguin Hira dikelas nya. Mencegat Hira sebelum masuk kelas adalah
satu-satu nya ide cemerlang yang ia dapatkan setelah susah payah tadi pagi Roy
menanyakan Hira kepada sobat Hira yaitu Fani. Kata Fani, mereka ada kelas jam
10 pagi, alhasil sekarang Roy nungguin Hira buat ngasih surat cinta Teddy dan
surat itu sengaja nggak di cantumin nama pengirimnya biar Hira penasaran. Perempuan
kan suka tuh kalau di bikin rahasia-rahasian.
Surat
Teddy yang sudah susah payah dibuat sampai titik darah penghabisan (hahay
maksudnya sampe jam 2 pagi merangkai kata-kata romantis) ini harus nyampe
ketangan Hira. Nggak boleh gagal. Dan Roy begitu berharap Hira dapat menerima
Teddy bersamaan dengan datangnya surat cinta yang indah ini. Kasian Teddy kalau
sampai nggak pernah berhasil ngedapetin cewek dari sejak lahir. Wakakakak….
Sudah
hampir jam 10, beberapa orang mahasiswa pun sudah masuk kedalam kelas, tapi
Hira yang ditunggu-tunggu sepertinya sama sekali nggak kelihatan, sedangkan Fani
pun tadi sudah masuk kelas. Apa Hira bolos. Roy celingukan kedalam kelas untuk
mencari Hira, Siapa tahu tadi Hira terlewatkan oleh penglihatannya. Tapi
didalam kelas juga nggak ada. Ah bolos nih jangan-jangan Hira? Pikir Roy
menduga.
“Hai
Roy sayang, ngapain elo kekelas gue, nyariin gue ya?”tanya Hira kepedean. Tapi
bener juga sih kalau Roy nyariin dia.
Roy
kaget.
Gila
nih makhluk satu mempesona banget, terlihat begitu cantik dengan polesan make
up nya yang sedikit berlebihan kalau di pake buat kekampus.
“Oh
iya kak, gue mau ngasih ini. “ujar Roy sambil memberikan amplop pink
ditangannya. Dan Roy sama sekali tak berani didepan Hira lama-lama takut ntar
malah nih cewek makin kepedean. Apalagi kalau sampai Hira mikir Roy naksir dia.
Bisa kacau. Roy kan cintanya cuma sama yayang Rani doang. Ini hanyalah misi
untuk membantu sahabat, bukan apa-apa.
“Surat
cinta? Buat gue? Hira takjub dan senang banget. Saking takjubnya sampai ada love-love
beterbangan di atas kepalanya. Akhirnya cinta gue terbalaskan oleh yayang Roy
pikir Hira salah.
“Gue
duluan ya kak, ada kelas. “seru Roy bergegas. oiya, kak, kelupaan, kalo udah
baca suratnya langsung kasih tau gue ya. Thanks kak. Roy langsung ngibrit.
Hira
masih senyum-senyum bahkan mencium surat itu, lalu masuk kelas dengan wajah
sumringah.
***
Dikelas,
Roy nampak bambang (hahay maksudnya bimbang). Bokongnya gerak kanan gerak kiri
kayak orang ambeyen akut. Jangan-jangan tumor ganas nempel dipantatnya.
Atuuuuttttt.
Rani
yang duduk disebelahnya melirik kearah Roy karena ia mulai sedikit terganggu
oleh tingkah Roy yang nggak bisa diem dari tadi. “Kenapa sih, Roy? “tanya Rani
berbisik kepada Roy, soalnya pelajaran bu Martha ini sama sekali nggak boleh ngeluarin
suara sedikit pun. Karena suara sekecil kentut pun akan jadi masalah besar buat
bu Martha. Iyalah kalau kentut akan berdampak pada bau yang membuat penciuman
mati rasa. Itu bukan saja mengganggu, tapi membuat penghuni ruangan ini mati
mendadak.
“Bokong
gue gatel. “jawab Roy jujur dengan muka polos. Mendengar jawaban Roy, tawa Rani
tertahan. Ada-ada aja pikir Rani.
Bokong
Roy masih bergerak-gerak, lalu tanpa pikir panjang lagi, dan dengan tak tahu
malu, Roy menggaruk pantatnya dengan mantap. Spontan anak-anak yang duduk
dibelakang nya tertawa tertahan. Roy tetap tak peduli. Bu Martha sempat melirik
dengan kacamatanya yang tebal kearah Roy, namun Roy polos sok konsentrasi pada
pelajarannya, padahal gatel dibokongnya masih merajalela. Inilah akibatnya kalau
daleman nggak pernah diganti.
***
Roy
sudah dikantin, soalnya tadi Hira sms minta ketemuan dikantin. Kantin lumayan
rame, tapi tak serame saat makan siang. Roy duduk cantik sambil memainkan PSP
nya dimeja pojok deket penjual makanan khas Palembang, pempek.
Sebenarnya
tadi Teddy mau ikut kekantin untuk bertemu dengan Hira, tapi Teddy harus
menemui pak Hadi gara-gara kemaren nggak masuk pelajaran perdana pak Hadi, jadi
harus disidang dulu. Kampus Roy sangat ketat soal absen mahasiswanya,
setidaknya kalau nggak masuk harus kasih keterangan.
Setelah
membaca surat itu apa yang dipikirkan Hira ya? Apa dia ngerti dengan bahasa gue
yang banget-banget romantis itu? Apa dia paham dengan kata-kata yang gue tulis?
Keromantismean kata-kata gue melebihi seorang Kahlil Gibran sang penyair. “ujar
Roy dalam Hati. Roy merasa kalau Kahlil
Gibran hidup dijaman sekarang, pasti dia minder sama kata-katanya. Roy pun menamakan
dirinya sebagai Kahlil Gibran modern. Basing kau lah Roy…
“ROY!!!.
“ujar Hira membuyarkan khayalannya.
GDUBRAK…
ADAWWW…”Roy
meringis kesakitan.
Roy
tersungkur dilantai gara-gara kaget.
HAHAHAHAAA…..Semua
orang dikantin spontan tertawa melihat adegan Roy nyungsep dilantai dan itu sama
sekali nggak hebat. Itu bukan adegan jagoan yang keren seperti di film-film,
tapi lebih kepada memalukan. Dan Roy nggak terlihat ganteng dengan nyungsep
dilantai seperti itu. Hira tak tertawa, mukanya masam.
“Aduh
sakit, duduk kak. “ucap Roy sambil mijit-mijit punggungnya. Gila sakit BOOOK…
Wajah
Hira memerah menahan marah. “Enggak perlu Roy, gue cuma mau ngasih jawaban
surat yang elo kasih tadi ke gue. “ujar Hira dengan suara yang lumayan tinggi
sambil melempar surat itu ke meja dan surat itu berhasil mendarat dipiring pempek
Roy.
Semua
penghuni kantin menoleh ke meja Roy.
“Bilang
sama temen elo yang namanya Teddy itu ya, gue nggak akan pernah suka sama dia.
“jelas Hira keras dan mampu membuat Roy terlihat seperti terdakwa saat ini
didepan Hira. Roy kayak sedang divonis mati oleh hakim atas sebuah kejahatan.
Jangan sampai kejahatan kelamin.
“Maaf
kak, bisa kakak duduk dulu, kita obrolin baik-baik. “ujar Roy sopan dengan
kakak kelasnya ini, apalagi Hira adalah seorang perempuan, kata mama Roy, terlebih
seorang perempuan harus diperlakukan dengan baik.
Suasana
kantin mulai grasak-grusuk, anak-anak sepertinya sudah mulai tertarik dengan
apa yang terjadi dimeja Roy. Mereka mulai berbisik satu sama lain. Ada yang
jelas-jelas terdengar mengatakan bahwa sicantik Hira menolak Roy Panjang. Dan
ada pula yang bilang kalau Hira menuntut pertanggung jawaban Roy. Pertanggung
jawaban apa? Kesan nya seperti Roy menghamili anak orang lalu kabur begitu saja.
GILA.
Roy
mulai nggak santai karena sepertinya dia nggak boleh santai menanggapi hal ini.
Beberapa orang baru saja masuk kedalam kantin dan diantara orang-orang itu ada
sosok Teddy yang datang ditarik oleh Fani. Teddy mendekati kerumunan orang yang
seperti sedang mengantri BBM bersubsidi ini. Beberapa anak menyingkir saat
Teddy memaksa memasuki kerumunan. Teddy tadi diberi tahu oleh Fani kalau sedang
terjadi keributan besar dikantin gara-gara surat Teddy. Berlebihan sekali.
Mendengar hal itu Teddy bergegas kekantin, karena Teddy nggak mau sampai Roy
terlibat masalah karena surat cintanya untuk Hira. Roy sama sekali tak bersalah
dalam hal ini – niat Roy hanya membantu.
Teddy
akhirnya bisa menembus kerumunan orang-orang yang menghalanginya. Roy kaget begitu
melihat Teddy. Teddy tersenyum kepada Roy. Hira bermuka masam ketika melihat
orang yang tak tahu malu menurutnya ini muncul didepannya. Masih
berani-beraninya nih orang muncul dihadapannya setelah mengiriminya surat cinta
menjijikan itu.
Hira
benar-benar kesal, lalu mendorong tubuh Teddy dengan kasar. Namun beruntungnya
Teddy karena tubuhnya sama sekali nggak bergeser sedikit pun, ada untungnya
juga Teddy bertubuh tambun, seenggaknya dia nggak tersungkur saat didorong.
Tapi akan sangat lucu kalau tubuh tambun itu jatuh. Pasti susah banget
bangunnya. Kayak kecoa yang tubuhnya dibalik. “pikir Roy iseng. Bisa-bisanya
dalam keadaan seperti ini Roy memikirkan hal itu. Dasar Panjang bodoh.
“Gue
nggak pernah suka sama elo. “tegas Hira dengan matanya yang membulat marah.
Teddy
menunduk diam. Wajah Teddy yang polos sepertinya benar-benar terluka. Namun tak
seharusnya Hira berteriak seperti itu. Roy tahu banget kalau Teddy tambun
begitu tulus mencintai Hira. Roy kasihan melihat Teddy karena Teddy sama sekali
gak pernah menuntut apapun dari Hira. Walaupun sebenarnya Hira sangat tidak
berperasaan dimata Roy – namun Teddy tetap memberi ruang dihatinya untuk Hira.
Seringkali Hira memanfaatkan Teddy untuk kepentingan Hira yang seharusnya bukan
porsi Teddy untuk memenuhinya. Seperti contoh saat Jakarta diguyur hujan Gede,
dengan seenaknya Hira meminta Teddy untuk menjemputnya. Padahal saat itu mereka
sedang ada Quiz, dan Hira dengan biadab nya merengek minta dijemput disalon.
Kata bang Aji Rhoma, sungguh terlaluu.
“Elo
seharusnya ngaca pantes nggak bilang suka sama gue. Dan elo tuh mesti ganti
muka dulu baru bilang cinta ke gue. “bentak Hira didepan muka Teddy dan didepan
orang ramai.
Kantin
riuh dan mulai memanas seru. Mereka sedikit mengejek Teddy karena gak pantas
menyukai Hira. Tapi ada juga yang menyatakan bahwa Hira sangat keterlaluan
mentang-mentang dia cantik.
Otak
Roy panas mendengar kata-kata Hira yang terdengar benar-benar keterlaluan.
PRAAANGGG…
Semua
orang kaget mendengar bunyi keras itu. Hira dan Teddy pun kaget. Semua orang
yang berada disini mengarah kepada Roy.
“Elo
nggak seharusnya ngomong gitu, kak!! “Bentak Roy berang. Rahang Roy mengeras
marah. Makanan dan minuman yang ada diatas meja Roy tadi terbang saat tangan
Roy menggrebak meja.
Hira
kaget luar biasa ketika tahu sosok Roy bisa semarah ini.
“Bukan
urusan elo, Roy. “teriak Hira dengan suara yang sedikit takut.
Roy
menghampiri Teddy. “Gue tahu Teddy tulus banget mencintai elo kak, dia rela
berkorban buat kak Hira. Tapi gue sama sekali nggak nyangka kalo elo tega
nyakitin dia. “jelas Roy sambil menepuk pundak Teddy. “ Cinta memang nggak bisa
dipaksain. Tapi nggak ada salahnya jika cinta itu hadir pada orang yang menurut
kita salah. Gue tahu Teddy orang yang baik walaupun dia nggak setampan gue,
(masih sempet-sempetnya Roy kepedean – dan orang-orang tertawa mendengar
kepedean Roy) tapi gue yakin dia punya hati yang tulus buat elo kak yang
mungkin ketulusan Teddy gak akan bisa lo dapetin dari cowok mana pun. “jelas
Roy bangga terhadap Teddy.
Baru
kali ini Roy ngomongnya bener.
Apa
yang barusan Roy katakan membuat Teddy salut bangga. Rani tersenyum manis. Teddy
salut kepada Roy yang masih tetap berusaha menghormati Hira sebagai kakak kelas
mereka. Roy masih sopan berbicara dengan Hira tanpa harus menghina dia dan
membuat malu dia. Orang-orang yang melihat kejadian ini pun seperti nya memuji
kebijaksanaan Roy sebagai seorang laki-laki. Tak sedikit orang salut sama Roy.
Bahkan beberapa cewek mulai tergila-gila pada Roy bahkan yang sudah nge-fans
pun makin jadi gila karena Roy ternyata bisa sekeren ini. Adi yang dari tadi
berada disitu pun bangga punya sahabat seperti Roy.
“Yang
pasti gue nggak akan pernah suka sama elo! “jelas Hira didepan muka Teddy lalu
pergi meninggalkan kantin disusul oleh Fani.
Teddy
sama sekali nggak bisa berkata apa-apa, ia benar-benar malu, terlebih lagi sepertinya
semua mata memandangnya rendah. Roy nggak enak hati melihat Teddy. Adi
menghampiri Roy. Roy tahu sekali kalau hati Teddy benar-benar menangis. Teddy
meninggalkan Roy. Roy ingin mengejar tapi tangannya ditahan oleh Rani. Menurut
Rani biarkan Teddy sendiri dulu. Dan menurut Adi, Rani benar.
***
Roy
sudah dikamar, dan masih memikirkan Teddy. Roy merasa sangat bersalah gara-gara
sarannya menyuruh Teddy buat surat cinta, akhirnya masalah nya jadi tambah
runyam. Otak Roy penuh dengan rasa bersalah. Terlebih tadi saat pelajaran
kedua, Teddy gak masuk kelas lagi. Roy memastikan kalau Teddy benar-benar
kecewa dan marah. Roy akan menyiapkan mentalnya untuk kemarahan yang luar biasa
dari Teddy nanti. Siap-siap saja Roy jadi perkedel. Aduhhh…
***
Rasa
bersalah Roy makin besar karena sudah tiga hari ini Teddy nggak masuk kampus. Roy sudah berusaha nelpon Teddy tapi
hapenya gak aktip. Berkali-kali usaha itu gagal, tapi hari ini Roy dibuat
takjub dengan kemunculan Teddy yang tiba-tiba dengan senyum yang lebar.
Sepertinya Teddy sudah bisa melupakan peristiwa bersejarah tempo hari dari
ingatannya. Bagus sekali. Roy sumringah senang karena nggak akan dibunuh oleh
Teddy lantaran ide surat cintanya itu. Roy lega masih bisa hidup.
Jam
dua belas siang kelas pertama selesai dengan diberikannya tugas kelompok
membuat Story Board Video Clip band-band papan atas. Dikumpulkan dua minggu
lagi. Roy puyeng mendapat tugas semacam ini. Apa semua mahasiswa Broadcast
dapet tugas beginian ya?.
Dari
pada puyeng mikirinnya, kelima orang ini bergegas ke Mushola kampus. Sholat
dulu. Biar tenang. Siapa tahu setelah sholat dapet ide buat tugas mereka nantinya.
***
Selesai
sholat kelima nya langsung kekantin. Suasana kantin penuh dengan pemburu
makanan. Kelima bocah ini langsung memesan makanan. Sebelum makanan datang
kelima sahabat ini main tebak-tebakan.
Dan
tiba-tiba Caca ngomong “Kemaren gue liat Bunga sama banci. “seru Caca spontan
ngebuat yang lain sakit jiwa. Apalagi Adi, dia langsung semaput. Sama banci
yang benar aja. Pasti Caca ngarang. Walaupun mereka sering cek-cok, tapi nggak
seharusnya Caca menghina Bunga sesadis itu, sama banci pula. Jelas Adi gak
terima, karena Adi suka Bunga.
“Mata
elo katarak kali, Ca, mana mungkin Bunga sama banci. “jawab Adi membantah dan sama
sekali nggak percaya.
Yang
lain pun setuju dengan bantahan Adi.
“Walaupun
dia frustrasi karena gue tolak, nggak mungkin lah Bunga sampe jadi putus asa terus
milih jadian sama banci. “ujar Adi sok banget sambil ngupil.
Pesanan
yang ditunggu datang juga. Caca langsung melahap nasi sotonya.
“Emangnya
elo liat dia sama banci dimana, Ca? “tanya Adi melanjutkan pertanyaan nya. Tampak
masih penasaran. Sedangkan yang lain berkonsentrasi sama makanannya
masing-masing.
“Di
salon. Dia lagi potong rambut, terus yang motongin banci. “jawab Caca polos
ngeselin. Adi langsung menjitaknya. Adi melotot kesal.“Dasar lo sarap. “oceh
Adi jengkel.
Roy
nggak peduli dengan kelakuan kedua bocah itu-karena dia sudah benar-benar
lapar. Sementara Teddy sibuk nambahin cabai kemakanannya. Roy melihat yayang
Rani lalu tersenyum, Rani balas senyum dan Roy menikmati senyum manis Rani.
Pelayan
datang lagi membawakan makanan. Itu semua pesenan Teddy. Gile banyak banget.
“Banyak banget Ted, emangnya badan elo kurang gede apah? “tanya Roy takjub
pengen muntah. Soalnya makanan yang sebelumnya Teddy pesen juga belum abis.
Gila nih anak. Roy nelen ludah. Anaknya Gorila lari dari utan cari makan
kesini. Satu meja penuh isinya makananTeddy doang.
Roy
tengah asyik ngembat siomay Adi, dan tak sengaja mata nya melihat Hira bersama
teman-temannya masuk kekantin. Roy melirik Teddy yang duduk membelakangi pintu
kantin, dan bisa dipastikan Teddy nggak tahu kalau Hira ada disini.
“Roy,
gue mau bilang makasih sama elo. “ujar Teddy setelah menghabiskan semua
makanannya.
Roy
masih asyik melahap makanannya, bahkan sampai berebutan tulang ayam dengan Adi.
“Buat
apa bilang makasih, Ted? “tanya Roy setelah mampu menyingkirkan Adi. Lalu Roy
dengan bengisnya memakan tulang ayam itu, Adi menangis lalu mengorek-ngorek
kuah bakso Teddy. Hehehehee.
“Atas
kejadian tempo hari.
Roy
masih fokus makan. “Owh, gue yang harusnya minta maaf sama elo Ted, gara-gara
saran gue buat kasih surat cinta ke kak Hira, elo jadi dimaki-maki sama dia.
“jelas Roy sambil menjilat tulang ayamnya.
“Lupain
aja, Roy. Gue malah berterima kasih banget sama elo. Seenggaknya karena elo gue
sadar kalau cantik itu tak selalu cantik kalau hati nya gak ikutan cantik.
Karena selama ini gue suka sama dia karena dia memang cantik banget. Dan sorry
kemaren gue bolos lagi. Gue kemaren sempet cerita sama sepupu gue, dia bilang
dia kenal sama Hira, soalnya Hira itu simpanan om nya temen dia. Hira terkenal
dikampus mereka. Reputasi Hira bikin gue gak percaya kalau Hira ngemanfaatin
kecantikannya buat ngedapetin cowok-cowok kaya. “jelas Teddy sedih. Seolah
Teddy sama sekali gak percaya dengan apa yang ia katakan barusan. Tapi itulah
kenyataan yang harus dia hadapi.
Adi
menghentikan aktivitas nya mengorek-ngorek sisa makanan. “Yang bener lo? “tanya
Adi yang ternyata nyimak cerita Teddy barusan.
Teddy
mengangguk.
“Mungkin
Hira yang lain kali Ted? Bukan Hira anak kampus kita? “tanya Roy seolah
berharap Hira yang dimaksud bukanlah Hira kakak kelas mereka. Karenakan didunia
ini nama Hira nggak mungkin cuma satu. Bahkan katanya kita ini ada kembar
tujuh.
Teddy
melihat kearah Hira yang tengah asyik makan dengan beberapa orang temannya. Roy
menepuk pundak Teddy untuk menenangkannya. “Hira kampus kita Roy, sepupu gue
udah mastiin itu kegue. Walaupun awalnya gue gak percaya. “jelas Teddy berusaha
tenang.
Roy
iba.
“Walaupun
rasanya sakit banget, gue pasti bisa kok perlahan ngelupain dia. Kemaren gue
nggak masuk beberapa hari itu karena gue sama sepupu gue nyelidikin Hira, dan
semua nya memang benar seperti apa yang sepupu gue bilang. “jawab Teddy lemah. Kelihatan
banget kalau Teddy terpukul dengan hal ini. Kenyataan pahit yang harus dia
telan dalam urusan cinta yang seharusnya indah.
“Suatu
saat elo pasti dapetin seseorang yang lebih baik kok, Ted. “ujar Roy sambil
melirik Caca.
Caca
menunduk malu. Malu-malu mau.
“Iya
elo bener Roy. Mulai saat ini gue nggak akan ganggu hidup Hira lagi. Gue akan
mikirin masa depan gue, sambil pelan-pelan cari cewek yang baik buat gue. “ucap
Teddy lega walaupun masih ada beban berat dihatinya.
“Temen
kita yang satu ini ada. “celetuk Adi kepada Teddy. Adi menyikut lengan Caca. Caca
malu.
Teddy
tersenyum sambil melirik Caca dan berkata dalam hati-boleh juga nih Caca. Roy
dan Rani sangat setuju kalau hati Teddy berlabuh dihati Caca karena Caca memang
menyukai Teddy.
Akhirnya
Teddy bisa lebih lega setelah mengetahui semuanya dan berusaha melupakan semua
kejadian kemaren dan yang lebih penting bisa melupakan Hira dengan lembaran
baru yang pasti lebih baik. Karena cinta sejati akan saling menjaga satu sama
lainnya. Dan cantik itu tak selalu cantik. Yang penting itu cantik dari dalam.
END
Meisya 0819.9568.0064
No comments:
Post a Comment